Gol tunggal pemain berusia 25 tahun itu pada menit ke-11 menjadi penentu kemenangan sekaligus mempertegas perannya sebagai penyerang andalan di kotak penalti.
Dalam konferensi pers usai laga, pemain Oxford United itu mengaku tampil percaya diri saat bermain di hadapan publik sendiri.
“Saya merasa seperti di rumah sendiri di sini. Saya merasa sangat nyaman di stadion ini dan bersama orang-orang di sekitar saya,” kata Romeny.
“Setiap kali saya bermain dan mengenakan jersi Indonesia, saya merasa bebas. Dalam kondisi seperti itu, saya bisa mengekspresikan diri dengan cara terbaik,” lanjutnya.
Sejak debut pada Maret tahun lalu, Ole Romeny telah mencetak enam gol dari 10 penampilan bersama Timnas Indonesia. Lima di antaranya tercipta di SUGBK yang dipadati puluhan ribu suporter.
Catatan Konsisten Ole
Rangkaian gol Ole Romeny di SUGBK dimulai saat ia mencetak gol penentu kemenangan 1-0 atas Bahrain dan China pada putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Ketajamannya berlanjut ketika ia turut menyumbang satu gol dalam kemenangan 4-0 atas Saint Kitts dan Nevis pada FIFA Series 2026 Maret lalu.
Pada jeda internasional Juni, Romeny kembali mencatatkan namanya di papan skor saat menghadapi Oman dan Mozambik.
Satu-satunya gol tandang sejauh ini terjadi di Stadion Sydney, Australia, ketika Indonesia kalah 1-5 pada laga debutnya bersama Timnas.
“Saya sangat menikmati setiap menit pertandingan bersama rekan setim dan dukungan suporter di tribun. Saya benar-benar menyukai atmosfer sepak bola di negara ini,” pungkas Romeny.
(Ahmad Raul)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News