Marquinhos. (Foto: AFP/Kirk Irwin)
Marquinhos. (Foto: AFP/Kirk Irwin)

Luka Kroasia Belum Sembuh, Marquinhos Sebut Piala Dunia 2026 Mungkin Kesempatan Terakhirnya

Alfa Mandalika • 12 Juni 2026 23:13
Ringkasnya gini..
  • Kapten Timnas Brasil, Marquinhos, memiliki satu mimpi besar yang belum terwujud dalam kariernya yang penuh prestasi.
  • Setelah menjuarai berbagai kompetisi bergengsi bersama klub, termasuk dua gelar Liga Champions Eropa bersama Paris Saint-Germain, bek 32 tahun itu kini hanya memikirkan satu target: membawa Brasil menjadi juara Piala Dunia 2026.
  • Bagi Marquinhos, turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko ini memiliki arti yang sangat spesial. Ia menyadari kesempatan untuk mengangkat trofi paling prestisius di dunia sepak bola tidak akan datang berkali-kali.
New Jersey:  Kapten Timnas Brasil, Marquinhos, memiliki satu mimpi besar yang belum terwujud dalam kariernya yang penuh prestasi. Setelah menjuarai berbagai kompetisi bergengsi bersama klub, termasuk dua gelar Liga Champions Eropa bersama Paris Saint-Germain, bek 32 tahun itu kini hanya memikirkan satu target: membawa Brasil menjadi juara Piala Dunia 2026.
 
Bagi Marquinhos, turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko ini memiliki arti yang sangat spesial. Ia menyadari kesempatan untuk mengangkat trofi paling prestisius di dunia sepak bola tidak akan datang berkali-kali.
 
"Di usia 32 tahun, ini mungkin kesempatan terakhir saya," kata Marquinhos dalam wawancara dengan FIFA.

Luka Kroasia yang Belum Hilang

Perjalanan Marquinhos bersama Brasil di Piala Dunia belum pernah berjalan mulus.

Pada Piala Dunia 2018, Selecao harus mengakui keunggulan Belgia di babak perempat final. Empat tahun kemudian, Brasil kembali tersingkir secara menyakitkan setelah kalah adu penalti dari Croatia pada perempat final Piala Dunia Qatar 2022.
 
Momen tersebut menjadi salah satu kenangan paling pahit dalam karier Marquinhos. Tendangan penaltinya yang membentur tiang menjadi akhir perjalanan Brasil di turnamen tersebut.
 
Namun, alih-alih larut dalam kekecewaan, pemain kelahiran Sao Paulo itu memilih menjadikan kegagalan tersebut sebagai pelajaran berharga.
 
"Kami tahu di level ini semuanya ditentukan oleh detail kecil. Kami harus meminimalkan kesalahan dan memanfaatkan setiap peluang yang ada," ujarnya.

Sosok Pemimpin di Tengah Tekanan

Sebagai kapten tim, Marquinhos memahami bahwa tugasnya bukan hanya bermain baik di lapangan.
 
Ia merasa bertanggung jawab membantu pemain-pemain muda menghadapi tekanan besar yang selalu mengiringi tim nasional Brasil di setiap turnamen besar.
 
"Pemimpin sejati muncul ketika situasi menjadi sulit. Saat itulah kami harus mengambil tanggung jawab dan membantu pemain lain tetap tenang," kata Marquinhos.
 
Selama beberapa tahun terakhir, ia memang menjadi salah satu figur paling berpengaruh di ruang ganti Selecao. Ketika hasil buruk datang atau kritik bermunculan, Marquinhos kerap menjadi pemain pertama yang berdiri di depan publik untuk melindungi timnya.

Percaya Sentuhan Carlo Ancelotti

Optimisme Brasil menuju Piala Dunia 2026 juga meningkat sejak kedatangan pelatih baru, Carlo Ancelotti.
 
Pelatih asal Italia tersebut memiliki reputasi luar biasa setelah meraih lima gelar Liga Champions dan sukses menjuarai liga di Italia, Inggris, Spanyol, Jerman, serta Prancis.
 
Marquinhos meyakini pengalaman Ancelotti akan menjadi faktor penting dalam perjalanan Brasil mengejar gelar keenam.
 
"Ancelotti adalah pemenang sejati. Dia tahu bagaimana membangun tim juara dan memahami apa yang dibutuhkan untuk sukses di level tertinggi," ujar Marquinhos.
 
Menurutnya, kehadiran Ancelotti telah membawa energi baru dan kepercayaan diri tambahan bagi skuad Brasil.

Terinspirasi Ronaldo dan Ronaldinho

Kecintaan Marquinhos terhadap Piala Dunia berawal dari kesuksesan Brasil pada edisi 2002.
 
Saat itu, ia masih berusia delapan tahun dan menyaksikan tim yang diperkuat Ronaldo, Rivaldo, dan Ronaldinho menjuarai dunia di Jepang dan Korea Selatan.
 
"Momen itu membuat saya jatuh cinta pada sepak bola dan bermimpi suatu hari bisa membela Brasil di Piala Dunia," kenangnya.
 
Mimpi tersebut kini telah menjadi kenyataan. Bahkan, Marquinhos bukan hanya menjadi pemain inti, tetapi juga dipercaya mengenakan ban kapten dan memimpin salah satu negara favorit juara.

Trofi yang Bisa Mengubah Segalanya

Meski telah meraih hampir semua gelar bergengsi di level klub, Marquinhos mengakui trofi Piala Dunia memiliki makna yang berbeda.
 
Baginya, mengangkat trofi emas bersama Brasil akan menjadi pencapaian terbesar dalam hidupnya.
 
"Setiap pemain yang pernah memenangkan Piala Dunia mengatakan itu adalah momen terbesar dalam hidup mereka. Saya ingin merasakan hal yang sama. Jika saya berhasil menjuarai Piala Dunia, itu akan menjadi puncak kehidupan dan karier saya," tegasnya.
 
Kini, dengan pengalaman lebih dari satu dekade di level tertinggi sepak bola dunia, Marquinhos bersiap memimpin Selecao mengejar sejarah baru. Jika Brasil mampu meraih gelar juara dunia keenam, sang kapten berpeluang mengakhiri perjalanan Piala Dunianya dengan cara yang sempurna.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ASM)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan