Kemenangan tersebut membuat PSG menjadi tim pertama setelah Real Madrid pada 2016 dan 2017 yang mampu meraih gelar UEFA Super Cup dalam dua tahun beruntun.
Désiré Doué menjadi pahlawan kemenangan PSG setelah mencetak gol penentu pada menit ke-61. Sementara itu, Khvicha Kvaratskhelia lebih dulu membawa PSG unggul pada menit ke-20.
Aston Villa sempat menyamakan kedudukan melalui striker berusia 17 tahun, Brian Madjo, yang mencetak gol pada laga debut kompetitifnya bersama klub asal Inggris tersebut.
Gol Doué Pastikan PSG Angkat Trofi
PSG membuka keunggulan pada menit ke-20 melalui aksi Kvaratskhelia.Pemain asal Georgia itu bergerak dari sisi kiri sebelum melepaskan tembakan keras yang meluncur ke sudut dekat gawang Aston Villa. Gol tersebut menjadi torehan bersejarah karena Kvaratskhelia merupakan pemain Georgia pertama yang mencetak gol dalam ajang UEFA Super Cup.
Keunggulan PSG bertahan hingga Aston Villa memberikan respons melalui Madjo.
Penyerang 17 tahun tersebut tampil mengejutkan dalam debut kompetitifnya. Madjo menyambut umpan silang John McGinn dengan tendangan voli yang menghujam bagian atas gawang PSG.
Skor 1-1 membuat pertandingan semakin terbuka.
PSG akhirnya kembali unggul melalui Doué pada menit ke-61. Menerima umpan Ousmane Dembélé, Doué berlari bebas di belakang pertahanan Villa sebelum melepaskan tembakan kaki kiri ke sudut jauh.
Gol tersebut sempat dianulir karena offside. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan VAR, posisi Matty Cash membuat Doué dinyatakan onside. Wasit Omar Artan kemudian mengesahkan gol tersebut.
PSG pun mempertahankan keunggulan 2-1 hingga pertandingan berakhir.
PSG Mulai Perburuan Enam Trofi
Gelar UEFA Super Cup menjadi trofi pertama PSG pada musim 2026/27. Les Parisiens berpeluang menambah lima trofi lainnya sepanjang musim.Pelatih PSG Luis Enrique mengaku senang dengan karakter yang ditunjukkan anak asuhnya meski kondisi fisik pemain belum berada pada level terbaik setelah jeda musim panas.
"Kami tahu sebelum pertandingan bahwa ini akan menjadi laga yang sulit. Namun, kami mampu bermain seperti ini karena para pemain menunjukkan kemampuan mereka," ujar Enrique.
Menurut Enrique, mentalitas untuk terus berkompetisi menjadi salah satu kekuatan utama PSG.
"Kami mungkin belum berada dalam kondisi fisik terbaik, tetapi sekali lagi ini adalah demonstrasi nyata dari DNA kami," katanya.
PSG juga berpeluang meraih trofi kedua musim ini ketika menghadapi Lens dalam Trophée des Champions pada Minggu (16/8/2026).
Doué: PSG Ingin Menangkan Semuanya
Doué menjadi penentu kemenangan PSG meski baru kembali berlatih pada Senin setelah menjalani agenda Piala Dunia.Kepercayaan Luis Enrique untuk langsung menurunkannya sebagai starter dibayar dengan penampilan gemilang dan gol kemenangan.
"Kami selalu memiliki pola pikir untuk menang dan menjadi sekompetitif mungkin. Kami sangat bahagia," ujar Doué.
Menurut pemain berusia 21 tahun itu, kembali bertanding setelah liburan memang tidak mudah. Namun, persiapan yang dilakukan PSG membuat mereka mampu tampil maksimal.
"Tujuan utama kami adalah memenangkan semuanya tahun ini," tegasnya.
Debut Madjo Curi Perhatian
Meski Aston Villa gagal membawa pulang trofi, penampilan Brian Madjo menjadi salah satu cerita terbesar dari pertandingan tersebut.Madjo, yang lahir di London utara, bergabung dengan Aston Villa dari Metz pada Januari. Namun, debutnya tertunda karena persoalan regulasi transfer pemain di bawah usia 18 tahun.
FIFA sebelumnya memblokir pendaftaran Madjo karena aturan transfer internasional pemain di bawah umur. Aston Villa kemudian mengajukan banding ke Court of Arbitration for Sport (CAS), yang akhirnya dikabulkan pada pekan lalu.
Kesempatan tampil melawan PSG menjadi debut kompetitif Madjo bersama Aston Villa. Ia bahkan langsung mencetak gol.
Madjo beberapa kali merepotkan duet bek tengah PSG, Willian Pacho dan Marquinhos. Ia sebenarnya berpeluang mencetak lebih dari satu gol setelah sebelumnya melepaskan tembakan yang membentur tiang.
Golnya kemudian tercipta setelah memanfaatkan umpan McGinn dan melepaskan tendangan voli keras.
Kekalahan Keempat Emery di Super Cup
Kekalahan dari PSG juga memperpanjang catatan buruk Unai Emery di UEFA Super Cup.Ini merupakan kekalahan keempat Emery dalam ajang tersebut. Sebelumnya, ia juga pernah gagal meraih trofi ketika menangani Sevilla dan Villarreal.
Meski demikian, Aston Villa dapat membawa pulang sejumlah hal positif, terutama dari penampilan para pemain muda dan debut impresif Madjo.
Bagi PSG, kemenangan ini menjadi awal sempurna untuk musim baru sekaligus menegaskan ambisi mereka mempertahankan dominasi di kompetisi Eropa.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda