Namun langkah mereka langsung diuji di titik paling sulit. Di Houston Stadium, Minggu (4/7) dini hari WIB, Kanada akan menghadapi Maroko, tim yang tampil konsisten sejak awal turnamen dan belum menunjukkan tanda-tanda melambat.
Pelatih Kanada, Jesse Marsch, bahkan tidak menutupi betapa beratnya tantangan yang menunggu timnya di babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Marsch: Maroko Adalah Tim yang Sangat Lengkap
Dalam konferensi pers jelang laga, Marsch menilai Maroko sebagai salah satu tim paling solid di turnamen ini, baik secara individu maupun kolektif. Menurutnya, bukan hanya kualitas pemain yang membuat Maroko berbahaya, tetapi juga cara mereka bermain sebagai satu unit yang disiplin dan percaya diri.
“Kami sangat antusias menghadapi momen ini. Ketika berbicara mengenai Maroko, ini adalah tim dengan talenta individu yang luar biasa dan sangat terorganisasi,” kata Marsch.
“Hasil-hasil yang mereka raih menunjukkan kepercayaan diri yang mereka miliki saat ini. Mereka bermain dengan penuh keyakinan. Kami tahu sedang menghadapi tantangan yang sangat besar,” imbuhnya,
Maroko Datang dengan Status Tak Terkalahkan
Maroko melangkah ke babak 16 besar dengan catatan yang sangat meyakinkan. Mereka belum terkalahkan sepanjang turnamen, termasuk saat menahan imbang Brasil di fase grup dan menyingkirkan Belanda lewat adu penalti di fase gugur sebelumnya.
Performa itu membuat Singa Atlas menjadi salah satu tim paling stabil dan sulit dikalahkan di Piala Dunia 2026.
Kanada Bawa Momentum Sejarah
Di sisi lain, Kanada datang dengan cerita berbeda. Mereka akhirnya berhasil lolos ke fase gugur setelah bertahun-tahun selalu gagal melewati fase grup di edisi sebelumnya.
Pencapaian ini menjadi titik penting dalam perkembangan sepak bola Kanada, yang dalam beberapa tahun terakhir memang menunjukkan peningkatan signifikan di level internasional.
Johnston: Jangan Terkunci oleh Tekanan Laga Besar
Bek Kanada Alistair Johnston, yang sudah punya pengalaman menghadapi Maroko di turnamen sebelumnya, meminta rekan-rekannya untuk tetap tenang. Ia menegaskan bahwa laga ini akan disaksikan dunia, tetapi itu bukan alasan untuk bermain tegang.
“Saya mengatakan kepada para pemain, mainkan pertandingannya, bukan momennya. Pada akhirnya, ini tetap 11 lawan 11, bolanya tetap bulat, dan ukuran lapangannya juga sama,” ujar Johnston.
“Seluruh penjuru dunia akan menyaksikan laga ini. Mari kita tampil dan memberikan performa terbaik kami,” pungkasnya.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda