Dalam konferensi pers setelah pertandingan, pelatih berusia 60 tahun tersebut menilai skuad asuhan John Herdman tampil terorganisasi dengan baik, terutama saat membangun serangan dari lini belakang.
“Indonesia tampil sangat kuat dan sulit ditaklukkan. Kami tahu bahwa kami harus lebih berhati-hati dalam fase membangun serangan awal untuk menghindari kesalahan,” kata Conde dalam konferensi pers usai laga.
Menurut Conde, timnya telah melakukan persiapan untuk menghadapi tekanan tinggi yang diterapkan Indonesia. Namun, kesalahan di awal pertandingan membuat strategi yang telah disusun tidak berjalan efektif.
“Kami tidak bisa membangun permainan secara efektif, tim menjadi tidak seimbang, dan Indonesia memanfaatkan momentum itu untuk mencetak gol yang indah,” lanjutnya.
Perubahan Taktik di Babak Kedua
Pada babak kedua, Conde melakukan sejumlah perubahan taktik untuk meredam tekanan Indonesia. Penyesuaian tersebut membuat pertandingan berjalan lebih seimbang dan Mozambik beberapa kali mampu mengancam melalui serangan balik.
“Kami mencoba mengubah taktik di babak kedua, bahkan menempatkan enam pemain bertahan untuk menghadapi agresivitas permainan lawan,” jelas Conde.
“Kualitas pemain Indonesia sangat baik. Bukan hanya mengandalkan satu atau dua pemain, tetapi mereka kuat sebagai sebuah tim,” pungkasnya.
Meski kecewa dengan hasil pertandingan, Conde tetap mengapresiasi penampilan timnya selama agenda FIFA Matchday bulan ini.
Baginya, rangkaian laga uji coba ini menjadi kesempatan berharga untuk menilai kemampuan para pemain muda dan memperluas pilihan skuad untuk masa depan.
(Ahmad Raul)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News