Presiden Federasi Sepak Bola Senegal (FSF), Abdoulaye Fall. (Foto: SEYLLOU / AFP)
Presiden Federasi Sepak Bola Senegal (FSF), Abdoulaye Fall. (Foto: SEYLLOU / AFP)

Gelar Juara Dicabut, Senegal Tetap Pamerkan Trofi AFCON dan Tambah Bintang di Jersei

Kautsar Halim • 28 Maret 2026 16:13
Ringkasnya gini..
  • Senegal tetap memamerkan trofi AFCON 2025 dan menambahkan bintang di jersei meski gelar juara resmi dicabut oleh CAF.
  • Federasi Sepak Bola Senegal mengecam keputusan tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan tidak adil, serta membawa kasus ini ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).
  • Sengketa ini memicu kontroversi besar di sepak bola Afrika, dengan dugaan kecurangan dalam proses banding yang kini tengah diselidiki oleh pihak Senegal.
Jakarta: Federasi Sepak Bola Senegal (FSF) akan memamerkan secara resmi trofi African Cup of Nations (AFCON) kepada para penggemar di Paris, Prancis, Sabtu 28 Maret. Ini dilakukan sebagai bentuk perlawanan atas sikap Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) yang memberikan gelar juara AFCON 2025 milik Senegal kepada Maroko. Kemudian, timnas Senegal juga bersikeras menambahkan logo bintang di seragam resmi mereka.
 
Melalui unggahan di media sosial Instagram timnas Senegal, penyerang Iliman Ndiaye tampil mengenakan jersei dengan dua bintang di atas logo federasi, yang menandai kemenangan AFCON untuk Senegal pada edisi 2021 dan 2025. Presentasi trofi AFCON tersebut rencananya dilakukan beberapa jam sebelum laga persahabatan melawan Peru di Paris dimulai sebagai simbol harga diri bangsa.
 
Sebelumnya, dalam konferensi pers di Paris, presiden FSF Abdoulaye Fall mengecam keras keputusan CAF dengan menyebut pencabutan gelar juara Senegal sebagai "perampokan administratif" yang paling tidak adil dalam sejarah sepak bola dunia. Pihaknya menegaskan bahwa Senegal akan terus berjuang untuk membela kehormatan para pemainnya yang telah bertanding secara sportif di lapangan.

Kini, langkah hukum juga tengah ditempuh Senegal melalui Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) yang bermarkas di Lausanne, Swiss. Pengacara senior Seydou Diagne dari Senegal menyatakan bahwa pihaknya telah mengumpulkan tim pengacara internasional dari Swiss, Spanyol, Prancis, dan Senegal. 
 
Tim hukum Senegal juga mengungkapkan adanya indikasi kecurangan dalam proses pengambilan keputusan di tingkat banding. Mereka saat ini tengah menyelidiki apakah anggota panel banding CAF terlibat dalam praktik suap untuk mempengaruhi status juara tersebut. Jika terbukti adanya kecurangan, FSF tidak akan ragu mengajukan tindakan hukum pidana terhadap oknum-oknum yang terlibat.
 
Meski prosedur di CAS biasanya memakan waktu berbulan-bulan, pengacara Senegal meminta agar persidangan dilakukan dengan waktu lebih cepat dari biasanya. Kemudian, timnas Senegal bakal tetap menganggap diri mereka sebagai juara sah AFCON 2025 dan memasang logo dua bintang di jersei hingga ada putusan tetap dari pengadilan. (Muhammad Zaidan Rizky)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KAH)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan