Melalui unggahan di media sosial Instagram timnas Senegal, penyerang Iliman Ndiaye tampil mengenakan jersei dengan dua bintang di atas logo federasi, yang menandai kemenangan AFCON untuk Senegal pada edisi 2021 dan 2025. Presentasi trofi AFCON tersebut rencananya dilakukan beberapa jam sebelum laga persahabatan melawan Peru di Paris dimulai sebagai simbol harga diri bangsa.
Sebelumnya, dalam konferensi pers di Paris, presiden FSF Abdoulaye Fall mengecam keras keputusan CAF dengan menyebut pencabutan gelar juara Senegal sebagai "perampokan administratif" yang paling tidak adil dalam sejarah sepak bola dunia. Pihaknya menegaskan bahwa Senegal akan terus berjuang untuk membela kehormatan para pemainnya yang telah bertanding secara sportif di lapangan.
Kini, langkah hukum juga tengah ditempuh Senegal melalui Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) yang bermarkas di Lausanne, Swiss. Pengacara senior Seydou Diagne dari Senegal menyatakan bahwa pihaknya telah mengumpulkan tim pengacara internasional dari Swiss, Spanyol, Prancis, dan Senegal.
Tim hukum Senegal juga mengungkapkan adanya indikasi kecurangan dalam proses pengambilan keputusan di tingkat banding. Mereka saat ini tengah menyelidiki apakah anggota panel banding CAF terlibat dalam praktik suap untuk mempengaruhi status juara tersebut. Jika terbukti adanya kecurangan, FSF tidak akan ragu mengajukan tindakan hukum pidana terhadap oknum-oknum yang terlibat.
Meski prosedur di CAS biasanya memakan waktu berbulan-bulan, pengacara Senegal meminta agar persidangan dilakukan dengan waktu lebih cepat dari biasanya. Kemudian, timnas Senegal bakal tetap menganggap diri mereka sebagai juara sah AFCON 2025 dan memasang logo dua bintang di jersei hingga ada putusan tetap dari pengadilan. (Muhammad Zaidan Rizky)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News