Ilustrasi Kevin Lamour tinggalkan jabatan COO FIFA usai kritik Gianni Infantino. (Foto: ChatGPT)
Ilustrasi Kevin Lamour tinggalkan jabatan COO FIFA usai kritik Gianni Infantino. (Foto: ChatGPT)

Kevin Lamour Tinggalkan Jabatan COO FIFA Usai Kritik Infantino

Kautsar Halim • 18 Agustus 2026 17:15
Ringkasnya gini..
  • Kevin Lamour meninggalkan posisi COO FIFA** setelah sebelumnya mengkritik rencana Gianni Infantino terkait pengembangan bisnis dan investasi Piala Dunia.
  • Rencana komersialisasi Piala Dunia menuai kontroversi** karena dianggap menyangkut masa depan pengelolaan aset terbesar FIFA.
  • Kepergian Lamour menambah tekanan terhadap kepemimpinan Infantino, di tengah perdebatan mengenai tata kelola dan arah masa depan FIFA.
Jakarta: FIFA kembali menjadi sorotan setelah pejabat seniornya, Kevin Lamour, meninggalkan posisi sebagai Chief Operating Officer (COO) menyusul kritik terbukanya terhadap rencana Presiden FIFA Gianni Infantino terkait pengelolaan komersial Piala Dunia.
 
FIFA mengonfirmasi bahwa hubungan kerja dengan Lamour berakhir pada 17 Agustus 2026. Kepergian tersebut terjadi beberapa pekan setelah Lamour menyampaikan keberatan terhadap rencana Infantino yang disebut ingin membuka peluang investasi swasta dalam bisnis Piala Dunia. 
 
Lamour sebelumnya menjadi salah satu pejabat internal FIFA yang secara terbuka mempertanyakan rencana tersebut. Ia menilai keputusan besar terkait masa depan turnamen sepak bola terbesar dunia itu membutuhkan proses yang lebih transparan dan melibatkan lebih banyak pihak.
 

Kritik terhadap Rencana Komersialisasi Piala Dunia


Kontroversi bermula ketika Gianni Infantino mendorong gagasan untuk mengembangkan struktur bisnis baru yang berkaitan dengan hak komersial turnamen FIFA, termasuk peluang masuknya investor swasta.

Rencana tersebut menuai kritik dari sejumlah pihak karena dianggap dapat mengubah cara FIFA mengelola aset komersial utama mereka. Setelah muncul penolakan dan perdebatan internal, rencana tersebut akhirnya tidak dilanjutkan.
 
Lamour menjadi salah satu suara yang menyampaikan kekhawatiran mengenai arah kebijakan tersebut. Kritiknya kemudian meningkatkan perhatian publik terhadap dinamika internal organisasi sepak bola dunia itu. 
 

FIFA Sebut Kepergian Lamour sebagai Berakhirnya Hubungan Kerja


Dalam pernyataan resmi, FIFA menyebut kerja sama dengan Kevin Lamour telah berakhir, tetapi tidak memberikan rincian mengenai alasan spesifik di balik keputusan tersebut.
 
Lamour bergabung dengan FIFA pada 2024 setelah sebelumnya memiliki pengalaman di lingkungan sepak bola Eropa. Ia juga pernah menjabat sebagai pejabat di UEFA sebelum bergabung dengan badan sepak bola dunia tersebut. 
 
Kepergiannya menjadi perhatian karena Lamour bukan satu-satunya figur internal yang mengambil sikap berbeda terhadap rencana bisnis Infantino. Sebelumnya, penasihat senior FIFA Carlos Cordeiro juga meninggalkan posisinya setelah menyuarakan kritik terhadap proyek komersial tersebut. 
 

Tekanan Kepemimpinan Gianni Infantino Meningkat


Situasi ini menambah tekanan terhadap kepemimpinan Gianni Infantino yang dalam beberapa waktu terakhir menghadapi perdebatan terkait arah pengelolaan FIFA.
 
Sejumlah pihak mempertanyakan bagaimana FIFA menyeimbangkan ambisi komersial dengan prinsip tata kelola organisasi olahraga global. Kritik terhadap rencana investasi Piala Dunia menjadi salah satu isu terbesar yang muncul dalam periode kepemimpinan Infantino.
 
Meski demikian, Infantino masih mendapatkan dukungan dari sejumlah asosiasi sepak bola anggota FIFA. Persaingan politik internal menjelang agenda kepemimpinan FIFA berikutnya diperkirakan akan menjadi perhatian dunia sepak bola.
 

Masa Depan FIFA Jadi Sorotan


Kepergian Kevin Lamour memperlihatkan adanya perbedaan pandangan di tubuh FIFA terkait arah masa depan organisasi, terutama mengenai pengelolaan nilai ekonomi Piala Dunia.
 
Dengan Piala Dunia sebagai aset olahraga sekaligus komersial terbesar FIFA, setiap keputusan terkait investasi, hak siar, dan strategi bisnis akan terus mendapat perhatian dari komunitas sepak bola global.
 
Kini, FIFA menghadapi tantangan untuk menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan kepercayaan publik terhadap tata kelola organisasi.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KAH)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan