Pele (tengah). (Foto: AFP/Gerard Malie)
Pele (tengah). (Foto: AFP/Gerard Malie)

10 Kelakuan Aneh Pesepak Bola yang Bikin Geleng-geleng (Bagian 2 - Habis)

Friko Simanjuntak • 10 Agustus 2022 14:35

 
Roberto Baggio yang sebelumnya memang acapkali jadi algojo penalti Juventus, diprediksi akan mengambil tendangan itu. Bak memakan buah simalakama, Baggio dalam posisi serba salah. Di satu sisi ia ingin membantu klub barunya, tapi di sisi lain ia tak ingin mengecewakan klub lamanya.
 
Saat profesionalitas dihadapkan pada rasa cinta, Baggio akhirnya memilih yang kedua. Ia menolak maju sebagai algojo penalti. Luigi de Agostini akhirnya maju sebagai algojo dan membawa Juve imbang 1-1.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Momen aneh atau lebih tepatnya menyentuh terjadi saat Baggio dtarik keluar oleh pelatih Luigi Maifredi, 13 menit setelah ia menolak melakukan tendangan penalti.
 
Saat keluar lapangan, ia disambut lemparan botol dan caci maki dari fan. Sampai pada satu momen ada seorang fan yang melempar syal Fiorentina di hadapannya. Baggio lagi-lagi mengedepankan rasa cintanya ketimbang profesionalitasnya.

Baca: 10 Kelakuan Aneh Pesepak Bola yang Bikin Geleng-geleng (Bagian 1)

Ia mengambil syal itu dan memegangnya di tangannya. Ia tidak marah atau kecewa dengan perlakuan yang diberikan fan Fiorentina sepanjang ia bermain. Aksi Baggio ini sontak mengubah sikap Fiorentina. Dari sebelumnya mendapat caci maki, kali ini Baggio berjalan menuju lorong ganti dengan sambutan meriah dari tifosi Fiorentina yang akhirnya sadar bahwa kepindahan Baggio ke Juventus bukan atas kemauannya. So sweet.

3. Ketika Koin 1 Poundsterling Berharga 40.000 Poundsterling

Duel panas melibatkan Arsenal vs Liverpool pada putaran empat Piala FA pada 27 Januari 2002. Wasit bahkan harus mengeluarkan tiga kartu merah dalam laga di Stadion Highbury, markas Arsenal sebelum Emirates Stadium.
 
Pertandingan kedua tim sejatinya berjalan cukup normal pada awalnya. Dennis Bergkamp membawa Arsenal unggul 1-0 pada babak pertama. Tensi pertandingan mulai panas memasuki babak kedua. Martin Keown menerima kartu merah karena melakukan pelanggaran terhadap Michael Owen pada menit ke-67.
 
Suasana makin panas setelah Arsenal harus kembali bermain dengan 9 pemain menyusul kartu merah yang diterima Bergkamp karena melanggar Jamie Carragher, empat menit setelah kartu merah Keown.
 
Namun, yang justru jadi pembicaraan di pertandingan ini adalah Carragher yang juga mendapat kartu merah, sesaat setelah Bergkamp. Lho, mengapa Carragher juga mendapat kartu merah?
 
Jadi ceritanya begini, setelah kartu merah Bergkamp, ada oknum fan Arsenal yang melempar koin 1 pounds ke arah Carragher. Nah, bek asal Inggris itu tidak mampu menahan emosinya dan melemparkan balik koin tersebut ke arah penonton.
 
Wasit Mike Riley terpaksa memberikan kartu merah kepada Carragher karena tidak bisa mengontrol emosinya. Tak hanya dikartu merah, pria yang saat ini berprofesi sebagai komentator sepak bola itu juga diganjar sanksi denda.
 
Karena uang koin 1 pounds, Carragher harus membayar 40 ribu poundsterling. Selain itu, ia juga harus kehilangan posisinya di Timnas Inggris kala itu.

2. Pelatih "Jual diri" Sebagai Pemain

Peristiwa atau momen aneh dalam sepak bola terjadi pada tahun 1949. Ivor Broadis seorang pemain yang juga merangkap pelatih melakukan hal yang bikin geleng-geleng. Menjual dirinya ke klub lain.
 
Broadis yang kala itu berusia 23 tahun, memiliki jabatan unik di klubnya, Carlisle United pada tahun 1946. Meski usianya masih sangat muda, ia sudah dipercaya merangkap jabatan. Selain bermain, ia juga bertugas sebagai pelatih.
 
Sebuah pengorbanan besar dilakukan Broadis saat klubnya, Carlisle mengalami krisis finansial. Ia memutuskan menjual dirinya ke klub lain demi menyelamatkan keuangan Carlisle.
 
Pengorbanannya itu tidak sia-sia. Broadis kemudian berhasil menjual dirinya ke Sunderland dengan biaya transfer 18 ribu poundsterling. Ia berhasil menyelamatkan Carlisle United dari kebangkrutan.

1. Kaos Keramat Pele

Percaya atau tidak, pesepak bola hebat sekaliber Pele ternyata percaya dengan hal-hal berbau klenik. Dalam hal ini, Pele percaya bahwa sebuah kaos atau jersey bisa mempengaruhi performanya di lapangan.
 
Momen aneh ini terjadi pada era pertengahan 1960. Saat itu, performa Pele bersama klubnya Santos tengah merosot, dan itu membuat para pendukung dan anggota staf kebingungan. Apa yang membuat pemain sehebat Pele bisa tampil buruk di lapangan.
 
Tak hanya fan dan klub, Pele juga sangat khawatir dan berusaha mengetahui penyebab penurunan performanya. Setelah banyak berpikir, Pele menyimpulkan bahwa performa buruknya itu karena ia telah memberikan kaos atau jersey "keberuntungannya" kepada salah seorang penggemar Santos.
 
Pencarian besar-besaran untuk menemukan "kaos keramat" itu pun dilakukan. Pele bahkan sampai melibatkan seorang detektif untuk menemukan fans yang diberikannya kaos keramat tersebut.
 
Setelah serangkaian pencarian, sang detektif akhirnya menemukan "kaos keramat" tersebut. Dan percaya atau tidak, setelah kaos keramat itu ditemukan, Pele langsung menemukan kembali sentuhan emasnya. Kariernya pun kembali meroket.
 
Namun, belakangan diketahui fakta bahwa bukan "kaos keramat" yang telah mengembalikan performa Pele. Melainkan karena mindset legenda Brasil tersebut. Sebab, "kaos keramat" yang katanya ditemukan detektif dan dikembalikan ke Pele itu ternyata bukan "kaos keramat" yang dia berikan kepada seorang fans, melainkan kaos (jersey) yang dipakai Pele di pertandingan sebelumnya. Ada-ada aja.. 
 
(ASM)
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif