Diego Maradona. (Foto: Dok. AFP)
Diego Maradona. (Foto: Dok. AFP)

10 Skandal dan Kontroversi Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia (Bagian - 1)

Friko Simanjuntak • 13 September 2022 10:00
Jakarta: Piala Dunia selalu menghadirkan cerita dalam setiap gelarannya. Mulai dari gol-gol indah, gocekan maut para pemain, keributan antarpemain, hingga momen-momen kontroversial atau skandal yang kerap terjadi di dalamnya.
 
Dalam sejarahnya, kita sudah pernah mendengar berbagai kontroversi yang mengiringi perhelatan Piala Dunia. Piala Dunia 2022 di Qatar yang rencananya digelar pada 20 November mendatang juga tak luput dari kontroversi.
 
Pada awal pengumuman Qatar sebagai tuan rumah, FIFA dituding menerima sogokan dari negara Timur Tengah tersebut. Yang terbaru, Qatar dituding melakukan praktik perbudakan dalam proses pembangunan stadion baru untuk Piala Dunia 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebuah lembaga anti kekerasan Hak Asasi Manusia (HAM), Amnesty International menyebut, pekerja yang bekerja membangun stadion diperlakukan secara tidak layak. Mulai dari upah yang kecil dan kerap terlambat, hingga tempat tinggal yang tidak manusiawi.
 
Di luar dinamika yang terjadi jelang Piala Dunia 2022 di Qatar, pada artikel ini kita akan melihat kembali apa-apa saja kejadian kontroversial atau skandal yang pernah terjadi dalam sejarah Piala Dunia.
 
10 Skandal dan Kontroversi Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia (Bagian - 1):

10. Gol Tangan Tuhan Maradona (Piala Dunia 1986)

Selain Perang Falkland (Malvinas), gelaran Piala Dunia 1986 Meksiko menjadi salah satu faktor yang membuat pertandingan Inggris dan Argentina selalu berlangsung dalam tensi tinggi. Di Piala Dunia 1986, publik Inggris dibuat senewen oleh bintang Argentina saat itu, Diego Armando Maradona yang mencetak gol dengan tangan.
 
Momen kontroversial tersebut tersaji saat kedua tim bentrok pada perempat final, tepatnya pada menit ke-55 saat skor masih 0-0. Dalam sebuah momen di mana bola halauan Steve Hodge mengarah ke gawang sendiri, Maradona kemudian melompat ke udara mendahului Peter Shilton dan sekilas seperti melakukan sundulan, namun ternyata ia menggunakan tangannya untuk mengarahkan bola ke gawang Ingggris.
 
Gol itu lantas membuat para pemain Inggris marah karena kecurangan Maradona luput dari perhatian wasit. Gol tersebut kemudian dikenal dengan sebutan "gol tangan tuhan" merujuk pada komentar Maradona usai pertandingan di mana ia menyebut bahwa gol tersebut merupakan andil tuhan.
 
Gol tersebut sontak meruntuhkan mental bermain para pemain Inggris. Sebaliknya, Maradona justru makin percaya diri. Empat menit berselang, Maradona kembali mengoyak gawang Shilton, tapi kali ini dilakukan dengan cara yang indah. Ia berlari meliuk-liuk melewati adangan beberapa pemain Inggris dan membawa Argentina menang 2-1 yang kemudian tampil sebagai juara usai menumbangkan Jerman 3-2 di final.

9. Raymond Domenech vs Anelka di Piala Dunia 2010

Datang ke Piala Dunia 2010 dengan status finalis, Timnas Prancis justru gagal menunjukkan performa yang menjanjikan. Alih-alih bertarung memperebutkan trofi, pasukan Ayam Jantan justru mempertontonkan skandal yang mencoreng nama besar mereka.
 
Melihat skuat Prancis kala itu yang diperkuat sejumlah pemain top macam Thierry Henry, Florent Malouda, Franck Ribery dan Nicolas Anelka, tentunya sulit membayangkan mereka gagal lolos dari fase penyisihan grup. Namun itulah faktanya. Prancis tersingkir setelah jadi juru kunci di Grup A, kalah bersaing dengan Uruguay, Meksiko dan tuan rumah Afrika Selatan.
 
Lantas, apa yang membuat Timnas Prancis gagal total di Piala Dunia 2010? Semua dipicu oleh keributan yang terjadi antara pelatih Raymond Domenech dengan Nicolas Anelka yang digantikan pada babak kedua karena melontarkan kata-kata kasar kepada sang pelatih. Dalam laga itu, Prancis kalah 0-2 dari Meksiko pada pertandingan kedua Grup A. Kekalahan itu mempertipis peluang Prancis lolos ke fase knock out karena sebelumnya hanya bermain imbang 0-0 lawan Uruguay pada laga perdana.
 
Buntut dari keributan itu, Domenech meminta Anelka meminta maaf di hadapan publik jika ingin mempertahankan posisinya di timnas. Namun, Anelka menolaknya dan akhirnya striker yang kala itu memperkuat Chelsea itu dikeluarkan dari timnas.
 
Keputusan Domenech memulangkan Anelka sontak memicu reaksi besar dari para pemain Prancis. Tak hanya dengan pelatih, keributan kemudian jadi lebih besar. Pemain terlibat keributan dengan staff pelatih. Para pemain menolak untuk berlatih dan menuntut agar Domenech segera menarik keputusannya terkait Anelka.
 
Saking seriusnya permasalahan pemain dengan staf pelatih, Direktur pelaksana Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) Jean-Louis Valentin memutuskan mengundurkan diri. Ia merasa malu karena para pemain dan staff pelatih tidak bisa bersikap dewasa dalam menyikapi permasalahan tersebut. Domenech akhirnya dilengserkan dari jabatannya usai Piala Dunia 2010.

8. Misteri Kondisi Ronaldo di Final Piala Dunia 1998

Kisah di balik misteri kondisi kesehatan Ronaldo Luiz Nazario de Lima jelang final Piala Dunia 1998 hingga kini masih misteri. Belum ada penyataan resmi yang bisa menjawab, bagaimana nama Ronaldo yang sempat tidak ada dalam daftar susunan pemain, tiba-tiba masuk dalam line-up Brasil dan tampil sebagai starter di laga final?
 
Ya, publik khususnya media-media peliput sempat dibuat bingung oleh manajemen Timnas Brasil yang merilis daftar pemain yang akan bermain dalam laga melawan tuan rumah Prancis pada babak final. Pada daftar susunan pemain yang pertama, mereka tidak memasukkan nama Ronaldo. Tidak ada juga penjelasan mengapa Ronaldo yang kala itu tampil cukup tajam dengan koleksi empat gol, tidak masuk dalam susunan pemain.
 
Namun, sekitar 30 menit sebelum kick-off pertandingan, Brasil tiba-tiba memasukkan nama Ronaldo dalam daftar pemain. Ia bahkan dipercaya main sebagai starter oleh pelatih Mario Zagallo. Namun, penampilan Ronaldo di pertandingan tersebut terlihat berbeda. Ia tidak bermain sebagus seperti di pertandingan-pertandingan sebelumnya. Alhasil, Brasil harus menyerah dengan skor 0-3 dari Prancis.
 
Hingga kini, alasan valid di balik kondisi Ronaldo belum terkonfirmasi. Rekan setim Ronaldo yang juga satu kamar dengannya, Roberto Carlos mengatakan bahwa Ronaldo mengalami keracunan. Ia mengaku, Ronaldo sempat mengalami kejang-kejang sampai mengeluarkan busa dari mulutnya usai makan siang di hotel. Ronaldo kemudian dilarikan ke rumah sakit, dan kemudian dinyatakan fit beberapa saat sebelum pertandingan dan akhirnya dimainkan.
 
Namun, cerita Roberto Carlos tidak lantas membuat orang percaya. Sejumlah orang masih berpandangan miring bahwa penampilan Ronaldo di final itu bukan karena ia baru pulih dari keracunan. Tapi ada hal lain yang disembunyikan oleh pihak Federasi Sepak Bola Brasil.

7. Maradona Diusir dari Piala Dunia 1994

Selain Gol Tangan Tuhan, ada satu kontroversi besar lain yang dibuat Diego Armando Maradona di pentas Piala Dunia. Kali ini terjadi pada Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat. Maradona diusir dari Piala Dunia karena terbukti menggunakan doping.
 
Di penghujung kariernya, Maradona yang sudah berusia 33 tahun masih dipercaya memperkuat Timnas Argentina dan jadi kapten di Piala Dunia 1994. Ia sebenarnya tampil cukup apik di turnamen ini di mana Maradona sukses mencetak satu gol dan satu assist dalam dua laga penyisihan grup melawan Yunani dan Nigeria.
 
Namun, usai laga melawan Nigeria, Maradona akhirnya diusir dari panggung Piala Dunia karena terbukti positif mengonsumsi doping dalam tes doping acak yang dilakukan FIFA. Kecurigaan FIFA muncul setelah Maradona melakukan selebrasi dengan mata terbelalak usai mencetak gol ke gawang Yunani.
 
Setelah dilakukan tes, FIFA mendapati Maradona positif menggunakan zat terlarang efedrin yang bertindak sebagai stimulant adrenalin untuk meningkatkan energy dan menurunkan berat badan. Akibat kejadian ini, Maradona langsung dikeluarkan dari Piala Dunia 1994 dan kemudian mendapat sanksi tambahan berupa skorsing selama 15 bulan.

6. Bobby Moore Dituduh Mencuri Gelang Jelang Piala Dunia 1970

Tamasya belanja menjadi pilihan duo pentolan Timnas Inggris, Bobby Moore dan Bobby Carlton jelang Piala Dunia 1970 di Meksiko. Keduanya menyempatkan diri mengunjungi Kolombia untuk cuci mata dan mencari souvenir untuk keluarga.
 
Bobby Moore dan Bobby Charlton kemudian mengunjungi sebuah toko perhiasan untuk membeli hadiah buat istri Charlton. Entah bagaimana kejadiannya secara detil, namun saat keduanya pergi meninggalkan toko perhiasan tersebut, Bobby Moore dituduh telah mencuri sebuah gelang seharga 600 poundsterling atau setara 10 juta (kurs 1 Pounds = Rp17.300)
 
Alhasil, Moore harus menjalani status sebagai tahanan rumah selama sekitar empat hari. Berita ini pun kemudian ramai diberitakan media massa dan jadi salah satu insiden yang mencoreng nama besar Inggris, khususnya Bobby Moore lantaran ia menjabat sebagai kapten timnas Inggris kala itu.
 
Setelah tertahan sekitar satu minggu di Bogota, Kolombia, Bobby Moore akhirnya terbukti tidak bersalah dan dibebaskan. Ia pun akhirnya bisa bermain pada pertandingan pertama Inggris di babak penyisihan grup Piala Dunia 1970 melawan Rumania.
 
(ASM)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif