Setelah sempat menjabat sebagai Kepala Sepak Bola Global Red Bull sejak Januari 2025, Klopp kini kembali ke dunia kepelatihan dengan target mengembalikan kejayaan Die Mannschaft sekaligus mempererat hubungan antara tim nasional dan para pendukungnya.
“Saya ingin menciptakan situasi di mana para suporter pulang setelah pertandingan dan berkata, ‘Luar biasa, itu sangat menyenangkan' Saya pernah merasakan bagaimana sepak bola bisa mengubah sebuah kota, dan saya percaya sepak bola juga dapat mengubah sebuah negara,” kata Klopp, seperti dikutip dari The Guardian.
Tegaskan Batas untuk Media
Meski telah menandatangani kontrak hingga Piala Dunia 2030, Jurgen Klopp menyampaikan peringatan tegas kepada media terkait batasan antara kritik profesional dan kehidupan pribadinya.
Belajar dari pengalaman para pendahulunya, seperti Julian Nagelsmann dan Thomas Tuchel, Klopp menegaskan bahwa keluarganya tidak boleh menjadi sasaran pemberitaan yang melanggar privasi.
“Silakan kritik saya jika pekerjaan saya tidak berjalan baik. Namun, jika kalian mulai mengganggu keluarga saya dan tidak menghormati privasi mereka, saya akan langsung pergi pada hari itu juga,” tegas Klopp.
Timnas Jerman Jadi Puncak Karier
Pelatih berusia 59 tahun tersebut juga mengisyaratkan bahwa menangani Timnas Jerman kemungkinan akan menjadi tugas terakhirnya sebagai pelatih di level tertinggi sepak bola profesional.
“Setelah melatih timnas Jerman, saya mungkin tidak akan melanjutkan karier sebagai pelatih lagi. Ini adalah puncak karier saya dan saya akan memberikan segalanya,” pungkasnya.
Baca Juga :
Ganti Pelatih Bukan Solusi untuk Jerman
Jurgen Klopp akan melakukan debut resmi bersama Der Panzer pada 24 September mendatang saat menghadapi Belanda di Amsterdam dalam lanjutan UEFA Nations League.
(Ahmad Raul)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda