Menurut laporan sejumlah media Australia, Volpato dihentikan polisi di Jembatan Anzac, Sydney, pada Jumat (24/7) dini hari waktu setempat setelah mobil BMW yang dikendarainya melaju 109 km/jam di kawasan dengan batas kecepatan 60 km/jam.
Saat menjalani tes narkoba di lokasi, hasil awal disebut menunjukkan dugaan adanya kandungan kokain dalam tubuhnya. Sampel lanjutan kemudian diambil untuk pemeriksaan laboratorium guna mengonfirmasi hasil tersebut.
Dua Kali Terjaring Razia dalam Satu Malam
Laporan kepolisian menyebut Volpato sebenarnya sudah lebih dulu dihentikan sekitar dua jam sebelumnya karena melaju di atas batas kecepatan di lokasi yang sama.
Setelah kembali tertangkap dengan pelanggaran yang lebih serius, surat izin mengemudi internasional miliknya langsung ditangguhkan selama enam bulan.
Namun hingga kini, belum ada dakwaan pidana yang dijatuhkan karena masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan.
Federasi Sepak Bola Australia Beri Dukungan
Federasi Sepak Bola Australia mengonfirmasi telah mengetahui insiden tersebut dan menyatakan sedang berkomunikasi dengan Volpato. Federasi juga menegaskan akan memberikan dukungan kepada sang pemain selama proses penyelidikan berlangsung. Hal senada disampaikan oleh Professional Footballers Australia (PFA), serikat pemain profesional di negara tersebut.
Apabila hasil pemeriksaan laboratorium menguatkan dugaan penggunaan kokain, Volpato berpotensi menghadapi proses disiplin berdasarkan aturan antidoping yang berlaku. Sanksi yang dijatuhkan nantinya akan bergantung pada hasil investigasi dan ketentuan yang diterapkan otoritas terkait.
Karier Sedang Menanjak
Kasus ini menjadi ironi bagi Volpato yang sedang menikmati perkembangan pesat dalam kariernya. Pemain milik klub Serie A, Sassuolo, itu sebelumnya memutuskan membela Australia setelah sempat memperkuat tim kelompok umur Italia.
Keputusan tersebut langsung membuahkan hasil ketika ia dipercaya tampil bersama Australia di Piala Dunia 2026. Penampilannya membuat Volpato digadang-gadang sebagai salah satu wajah baru sepak bola Australia untuk beberapa tahun ke depan.
Namun, dugaan kasus narkoba dan pelanggaran lalu lintas ini kini mengancam reputasi sekaligus masa depannya di level internasional. Hingga berita ini diturunkan, Volpato maupun pihak Sassuolo belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden tersebut.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda