Saran keras itu muncul setelah Mainoo tidak memperoleh satu pun menit bermain dalam tujuh pertandingan Timnas Inggris di sepanjang turnamen. Namanya terus berada di bangku cadangan, bahkan ketika Tuchel melakukan sejumlah perubahan di lini tengah dan menggunakan beberapa pemain pada posisi yang bukan peran alaminya.
Inggris dijadwalkan menghadapi Prancis di Miami pada Minggu 19 Juli pukul 04.00 dini hari WIB. Pertandingan tersebut menjadi kesempatan terakhir kedua tim untuk menutup perjalanan Piala Dunia dengan medali perunggu. Beredar kabar bahwa Tuchel akan merotasi susunan pemain dalam laga tersebut dan Mainoo berpeluang mendapati debut Piala Dunia.
Nicky Butt Minta Mainoo Menolak Bermain
Butt menilai kesempatan bermain dalam laga perebutan tempat ketiga tidak sepadan dengan perlakuan yang diterima Mainoo selama turnamen. Ia juga mengkhawatirkan risiko cedera ketika sang pemain diminta turun dalam pertandingan terakhir setelah cukup lama kehilangan atmosfer kompetitif.
“Saya akan menolak bermain apabila menjadi Kobbie Mainoo,” tegas Butt dalam komentarnya yang disampaikan kepada Paddy Power.
Menurut Butt, memainkan Mainoo hanya pada pertandingan perebutan tempat ketiga terasa tidak adil. Sang pemain sebelumnya tidak pernah dipilih ketika Inggris menjalani pertandingan penting, tetapi kini berpotensi diturunkan saat peluang menjadi juara telah tertutup.
Butt bahkan menyebut laga tersebut tidak memiliki nilai yang sebanding dengan risiko yang harus ditanggung Mainoo. Cedera dalam pertandingan terakhir Piala Dunia bisa mengganggu persiapan pemain muda itu menjelang musim baru bersama Manchester United.
Meski demikian, komentar tersebut merupakan pendapat pribadi Butt. Belum ada pernyataan dari Mainoo bahwa dirinya akan menolak bermain atau berpura-pura mengalami cedera seperti yang disarankan mantan pemain Inggris tersebut.
Thomas Tuchel Dihujani Kritik
Kemarahan Butt tidak berhenti pada persoalan Mainoo. Ia juga meminta Federasi Sepak Bola Inggris mempertimbangkan pemecatan Tuchel setelah Inggris tersingkir pada semifinal. Seperti diketahui, The Three Lions sempat unggul 1-0 atas Argentina sebelum kehilangan kendali permainan dan akhirnya kalah 1-2.
Pergantian pemain yang dinilai terlalu defensif membuat Tuchel menjadi sasaran kritik karena Inggris terlihat semakin pasif menjelang akhir pertandingan.
Butt menilai pendekatan tersebut bertolak belakang dengan kualitas pemain menyerang yang dimiliki Inggris. Menurutnya, Tuchel merupakan pelatih klub berkelas, tetapi gaya permainan tim nasional di bawah arahannya terlalu berhati-hati ketika menghadapi Argentina yang masih mungkin dikalahkan.
Tuchel sendiri menegaskan tidak menyesali keputusan yang dibuatnya dalam semifinal. Pelatih asal Jerman itu mengatakan setiap pergantian dilakukan berdasarkan insting, pengalaman, serta kebutuhan pertandingan ketika Inggris mulai kehilangan kontrol. Ia juga menolak anggapan bahwa perubahan tersebut mencerminkan sikap pengecut.
Bagi Tuchel, duel kontra Prancis tetap merupakan pertandingan resmi Piala Dunia, bukan sekadar laga persahabatan. Kemenangan juga akan membawa Inggris mencatatkan hasil terbaik di Piala Dunia sejak menjadi juara pada 1966.
Eddie Howe dan Pochettino Masuk Daftar Butt
Apabila Inggris memilih berpisah dengan Tuchel, Butt mengajukan dua nama sebagai calon pengganti. Pelatih Newcastle United, Eddie Howe, disebut memiliki kemampuan membangun tim serta memahami karakter sepak bola Inggris.
Nama lain yang dijagokan adalah Mauricio Pochettino. Butt menyoroti hubungan baik Pochettino dengan Direktur Teknik FA, John McDermott, yang pernah bekerja bersamanya di Tottenham Hotspur.
Menurut Butt, Pochettino merupakan sosok yang disukai pemain dan memiliki kecenderungan memainkan sepak bola progresif. Namun, ia juga mengakui tekanan ketika menangani tim nasional Inggris dapat mengubah pendekatan seorang pelatih, sebagaimana yang menurutnya terjadi kepada Tuchel. (The Sun)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda