Kereta NJ Transit. (Foto: LUKE HALES / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / GETTY IMAGES VIA AFP)
Kereta NJ Transit. (Foto: LUKE HALES / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / GETTY IMAGES VIA AFP)

Piala Dunia 2026

Jelang Piala Dunia 2026: Tiket Kereta Naik hingga Rp1,6 Juta, FIFA Disebut Lakukan Pemerasan

Kautsar Halim • 16 April 2026 06:07
Ringkasnya gini..
  • Tarif kereta NJ Transit rute New York ke Stadion MetLife naik dari USD12,90 (Rp200 ribu) menjadi USD100 (Rp1,6 juta) per perjalanan selama Piala Dunia 2026.
  • Senator Chuck Schumer mengecam kebijakan ini dan menyebut FIFA, yang meraup pendapatan triliunan rupiah, justru membebankan biaya operasional pengamanan kepada warga dan suporter.
  • Kebijakan di Amerika Serikat ini berbanding terbalik dengan Piala Dunia 2022 Qatar dan Euro 2024 Jerman yang menyediakan akses transportasi umum gratis bagi pemegang tiket pertandingan.
New Jersey: Para suporter yang berencana menghadiri pertandingan Piala Dunia 2026 di Stadion MetLife harus bersiap mengeluarkan biaya lebih besar seiring lonjakan harga tiket selama turnamen berlangsung.
 
NJ Transit, operator transportasi negara bagian New Jersey, berencana menaikkan tarif tiket kereta pulang-pergi dari Stasiun Pennsylvania, New York, menjadi lebih dari USD100 (sekitar Rp1,6 juta) selama turnamen berlangsung.
 
Harga ini melonjak sangat signifikan mengingat tarif normal untuk rute sejauh 18 mil tersebut hanya USD12,90 (sekitar Rp200 ribu). Artinya, terdapat kenaikan lebih dari tujuh hingga delapan kali lipat.

Dilansir dari The Athletic, kenaikan harga yang mencapai tujuh kali lipat ini diberlakukan untuk menutup biaya operasional dan keamanan ekstra yang diperkirakan mencapai USD48 juta (sekitar Rp823 miliar) untuk delapan pertandingan.
 

Kritik dari Pemimpin Daerah


Senator New York, Chuck Schumer, melayangkan kritik keras terhadap kebijakan ini. Ia menegaskan tidak ingin membebankan biaya kepada wajib pajak, sehingga kenaikan tarif tiket dianggap sebagai solusi untuk menutup biaya operasional dan bukan mencari keuntungan.
 
"FIFA diperkirakan meraup pendapatan USD11 miliar. Namun, warga dan komuter di wilayah New York justru yang harus menanggung biayanya," ujar Schumer.
 
Schumer secara tegas menyebut kebijakan FIFA sebagai bentuk "pemerasan" terhadap kota-kota tuan rumah di Amerika Serikat. Sebab, FIFA tetap mengantongi pendapatan dari tiket pertandingan dan hak siar.
 
Gubernur New York, Kathy Hochul, menyebut tarif yang diusulkan itu "terlalu tinggi". Sementara, Gubernur New Jersey Mikie Sherrill yang baru menjabat awal tahun ini tak ingin biaya Piala Dunia membebani pembayar pajak di negaranya.
 

Berbanding Terbalik dengan Piala Dunia dan Euro Sebelumnya


Kondisi di Amerika Serikat ini berbanding terbalik dengan penyelenggaraan Piala Dunia 2022 di Qatar dan Euro 2024 di Jerman. Di kedua negara tersebut, pemegang tiket pertandingan mendapatkan akses transportasi umum secara gratis sebagai bagian dari layanan penyelenggara. (Ahmad Raul)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KAH)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan