Herdman menyampaikan pernyataan tersebut dalam konferensi pers setelah Indonesia menang 2-0 atas Singapura pada laga pembuka Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat (25/9/2026).
Sorotan muncul setelah Herdman menurunkan 11 pemain pertama yang tidak memiliki pemain asli lokal atau yang lahir di Indonesia. Pelatih asal Inggris tersebut meminta narasi yang membedakan pemain lokal dan diaspora dihentikan.
“Saya pikir tidak ada perbedaan antara pemain lokal. Tidak ada pemain lokal, tidak ada diaspora. Kami adalah Indonesia. Kami mewakili bendera, kami menyanyikan lagu kebangsaan, dan kami berdiri bersama setiap saat,” ujar Herdman dalam konferensi pers seusai laga melawan Singapura, Jumat (25/9).
Herdman Ungkap Alasan Pilih Starting Lineup
Herdman menjelaskan bahwa pemilihan starting lineup didasarkan pada kesiapan teknis, semangat bertarung, dan komitmen pemain untuk memberikan kemampuan terbaik demi suporter Merah Putih.
Pelatih berusia 51 tahun itu menegaskan setiap pemain yang mengenakan seragam tim nasional memiliki beban dan tanggung jawab yang sama di lapangan.
Baca Juga :
Bukan Abaikan Suporter, Ini Alasan Herdman Hentikan Tradisi Sapa Penonton Timnas Indonesia
“Ini adalah susunan pemain yang ingin mewakili negara ini, yang bersedia bekerja keras, melakukan duel di lapangan, bermain dengan semangat, dan hati untuk para suporter di sini,” jelasnya.
Uji Komitmen Lewat Perjuangan
Mantan pelatih Timnas Kanada itu menilai perbedaan latar belakang baru relevan dipertanyakan jika ada pemain yang tidak menunjukkan perjuangan atau tampil setengah hati.
Selama para pemain memberikan seluruh kemampuan di lapangan, Herdman menegaskan akan melindungi anak asuhnya dari stigma publik.
“Para pemain sekarang adalah orang Indonesia. Mereka senang bermain untuk kalian. Ketika mereka mulai berhenti melakukan tekel, ketika mereka berhenti berlari dalam pertandingan, barulah kalian bisa mempertanyakan hal itu,” pungkas Herdman.
(Ahmad Raul)