Selebrasi Sadio Mane bersama timnas usai menjuarai Piala Afrika 2025. (AFP/Paul Ellis)
Selebrasi Sadio Mane bersama timnas usai menjuarai Piala Afrika 2025. (AFP/Paul Ellis)

Peran Krusial Sadio Mane Antar Senegal Juara Piala Afrika

Adri Prima • 19 Januari 2026 17:21
Jakarta: Final Piala Afrika (AFCON) antara Senegal kontra tuan rumah Maroko berlangsung dramatis. Tim berjuluk Singa Teranga itu sempat menolak melanjutkan pertandingan dan mencoba meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes atas keputusan penalti kontroversial yang diberikan wasit di masa injury time.
 
Pada menit ke-98 ketika skor masih imbang tanpa gol. Wasit Jean Jacques Ndala menunjuk titik penalti untuk Maroko usai meninjau tayangan VAR. Ia menilai bek Senegal, El Hadji Malick Diouf, melakukan pelanggaran terhadap Brahim Diaz di dalam kotak terlarang.
 

Aksi protes Senegal


Imbas dari keputusan wasit, pelatih Senegal, Pape Thiaw, terlihat meluapkan kemarahan dan bahkan menginstruksikan para pemainnya untuk meninggalkan lapangan. Penjaga gawang Edouard Mendy bahkan dikabarkan telah menuju ruang ganti sebagai bentuk protes.
 
Kekecewaan Thiaw dipicu oleh keputusan wasit sebelumnya yang menganulir gol Senegal. Ismaila Sarr sejatinya sempat membobol gawang Maroko, namun gol tersebut dianulir karena Abdoulaye Seck dianggap melanggar Achraf Hakimi dalam proses terjadinya gol.
 
Baca juga:
Menang Dramatis atas Maroko, Senegal Juara Piala Afrika 2025
 

Sadio Mano bujuk rekan tim kembali ke lapangan


Di tengah situasi yang memanas, Sadio Mane tampil sebagai figur pemimpin sejati. Eks Liverpool yang menjadi kapten Senegal itu menjadi satu-satunya pemain yang secara tegas menolak meninggalkan lapangan. Ia bahkan berinisiatif sendirian membujuk satu per satu rekan setimnya untuk menyelesaikan pertandingan dengan sportif.

Upaya Mane pun membuahkan hasil, para pemain akhirnya menurut dan kembali ke lapangan dan bersedia melanjutkan laga.
 

Kegagalan penalti dan kebangkitan Senegal


Saat laga berlanjut, Brahim Diaz maju sebagai algojo penalti. Namun, eksekusi panenka pemain Real Madrid itu berhasil dibaca dan digagalkan Edouard Mendy. Skor tetap imbang hingga waktu normal berakhir.
 
Momen ini menjadi awal kebangkitan Senegal. Memasuki babak tambahan, Senegal justru mampu bangkit. Empat menit setelah extra time dimulai, Pape Gueye mencetak gol yang memecah kebuntuan sekaligus membawa Senegal unggul.
 
Hingga akhir tambahan waktu, skor 1-0 untuk keunggulan Senegal tidak berubah sekaligus memastikan Mane dan kawan-kawan mengangkat trofil AFCON 2026.
 
Ini menjadi gelar kedua Piala Afrika bagi Senegal sepanjang sejarah setelah sebelumnya berhasil mereka menangkan pada edisi 2021 silam. Sedangkan bagi Maroko, hasil ini memperpanjang penantian Maroko untuk meraih gelar juara Piala Afrika setelah terakhir kali berhasil mereka menangkan pada 1976. 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan