Mengenal Strategi W-M di sepak bola dan siapa pencetusnya (Ilustrasi: ChatGPT)
Mengenal Strategi W-M di sepak bola dan siapa pencetusnya (Ilustrasi: ChatGPT)

Menguak Sejarah Formasi W-M: Taktik Kuno yang Jadi Kiblat Sepak Bola Modern

Friko Simanjuntak • 08 Juni 2026 19:15
Ringkasnya gini..
  • Jauh sebelum era modern, dunia sepak bola sempat dikejutkan dengan formasi tidak biasa yang kemudian dikenal dengan sebutan taktik W-M
  • Taktik atau formasi W-M merupakan formasi sepak bola yang menempatkan tiga pemain di belakang dan di depan, dengan ditopang empat pemain gelandang yang membentuk kotak di lini tengah
  • Formasi WM diciptakan oleh Herbert Chapman yang kemudian membawa Arsenal berjaya di era 1920an. Setelah sekitar 100 tahun berselang, formasi ini kembali tren dan digunakan oleh pelatih top seperti Pep Guardiola.
Medcom.id - Pernahkah kamu melihat Manchester City atau Arsenal modern menumpuk empat gelandang di tengah hingga membentuk kotak (box midfield) saat menyerang? Strategi canggih (3-2-2-3) yang sering dipuji para pandit saat ini sebenarnya bukan barang baru. Jauh sebelum era digital, dunia sepak bola telah diguncang oleh sebuah mahakarya taktik bernama Formasi W-M.
 
Sebagai salah satu formasi paling legendaris dalam sejarah sepak bola, taktik W-M tidak hanya mengubah cara bermain di lapangan, tetapi juga menjadi fondasi lahirnya posisi-posisi pemain modern yang kita kenal hari ini.
 
Mari kita bedah sejarah, cara kerja, hingga bagaimana formasi jadul ini kembali hidup di sepak bola modern.
 

Siapa Penemu Formasi W-M dan Mengapa Diciptakan?


Sejarah formasi W-M bermula pada pertengahan tahun 1920-an di Inggris. Taktik ini diciptakan oleh Herbert Chapman, manajer legendaris Arsenal, bersama kapten timnya, Charlie Buchan.

Lahirnya formasi ini dipicu oleh satu momen krusial: perubahan aturan offside oleh FIFA pada tahun 1925.
 
Sebelum tahun tersebut, seorang pemain penyerang baru dinyatakan on-side jika ada tiga pemain lawan (termasuk kiper) di depannya. Ketika FIFA mengubah aturan tersebut menjadi minimal dua pemain, lini pertahanan tim-tim di seluruh dunia langsung kelimpungan. Hujan gol terjadi di mana-mana karena formasi dominan saat itu, yaitu 2-3-5, menjadi terlalu rapuh.
 
Chapman memutar otak. Ia sadar sepak bola butuh keseimbangan baru antara bertahan dan menyerang. Dari sanalah rumus taktis 3-2-2-3 atau yang kita kenal sebagai Formasi W-M lahir.
 

Cara Kerja dan Struktur Formasi W-M (3-2-2-3)


Disebut WM karena jika ditarik garis di atas kertas, posisi ke-10 pemain sepak bola tersebut secara harfiah membentuk huruf W dan M. Chapman membagi timnya menjadi dua kelompok besar yang seimbang: 5 pemain bertahan dan 5 pemain menyerang.
 

1. Pola Huruf M (Lini Belakang ke Tengah)


Chapman menarik satu gelandang tengah mundur ke belakang untuk berdiri sejajar di antara dua bek sayap. Ini adalah lahirnya posisi bek tengah murni (center-back) dalam sejarah sepak bola. Di depan tiga bek tersebut, berdiri dua gelandang bertahan (half-backs) sejajar. Kelima pemain ini membentuk huruf M yang solid untuk meredam serangan lawan.
 

2. Pola Huruf W (Lini Tengah ke Depan)


Untuk menyerang, Chapman mengandalkan dua gelandang serang (inside forwards) yang bertugas mengalirkan bola. Di lini depan, ada tiga penyerang yang melebar: satu penyerang tengah (striker) dan dua penyerang sayap (wingers). Kelima pemain kreatif ini membentuk huruf W.
 
Pertemuan antara dua gelandang bertahan (di pola M) dan dua gelandang serang (di pola W) membentuk sebuah kotak di lini tengah (box midfield). Struktur inilah yang membuat tim pengguna W-M bisa mendominasi penguasaan bola.
 

Runtuhnya Era W-M: Tragedi Piala Dunia 1958


Formasi W-M menjadi standar emas sepak bola dunia selama hampir tiga dekade (1930-an hingga 1950-an). Arsenal mendominasi Inggris, dan tim-tim Eropa mengadopsinya secara massal.
 
Namun, setiap taktik pasti menemui penawarnya. Piala Dunia 1958 di Swedia menjadi kuburan massal bagi formasi W-M.
 
Saat tim-tim Eropa masih kaku menggunakan patron 3 bek dalam formasi W-M, Timnas Brasil datang membawa revolusi taktik baru: formasi 4-2-4.
 
Gaya main Joga Bonito Brasil yang sangat dinamis berhasil mengeksploitasi kelemahan W-M. Dengan menempatkan 4 penyerang, Brasil otomatis membuat 3 bek dalam formasi WM kalah jumlah (overload).
 
Dipimpin oleh pemuda 17 tahun bernama Pele dan kejeniusan Garrincha, Brasil mengacak-acak pertahanan Eropa dan keluar sebagai juara dunia. Sejak saat itu, formasi W-M perlahan ditinggalkan.
 

Mengapa Taktik W-M Kembali Populer di Sepak Bola Modern?


Jika kamu berpikir formasi W-M sudah mati dan terkubur di buku sejarah, kamu keliru. Cetak biru taktik Herbert Chapman ini justru mengalami renaissance (kelahiran kembali) di tangan pelatih-pelatih jenius modern, salah satunya Pep Guardiola.
 
Saat Manchester City meraih treble-winner, Pep kerap mengubah formasi timnya saat menguasai bola. Dari formasi dasar 4-3-3, satu bek (seperti John Stones) akan naik menjadi gelandang bertahan mendampingi Rodri. Di depan mereka, ada Kevin De Bruyne dan Ilkay Gündogan, sementara tiga penyerang mengisolasi lini belakang lawan.
 
Secara tidak sadar, struktur yang dimainkan Manchester City tersebut adalah modifikasi modern dari formasi 3-2-2-3 alias formasi W-M!
 
Prinsip box midfield (lini tengah berbentuk kotak) dan penciptaan ruang di area sayap yang diciptakan Chapman 100 tahun lalu terbukti masih menjadi senjata paling mematikan untuk membongkar pertahanan rapat di era sepak bola modern.
 

Warisan Abadi Herbert Chapman


Formasi W-M bukan sekadar susunan angka di atas papan taktik. Ia adalah bukti bahwa sepak bola adalah permainan evolusi yang dinamis. Dari perubahan aturan offside yang sederhana, lahir sebuah mahakarya taktis yang tidak hanya menyelamatkan pertahanan sepak bola pada zamannya, tetapi juga tetap menjadi inspirasi para pelatih top dunia satu abad kemudian.
 
Nah, menurut kalian pada gelaran Piala Dunia 2026 yang tinggal menghitung hari lagi, apakah akan ada tim atau negara yang tampil dengan formasi W-M atau modifikasinya?
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ACF)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan