Taruhannya tidak lagi sekadar tiga poin atau gelar domestik, melainkan tiket menuju perempat final Piala Dunia. Gabriel menjadi salah satu tumpuan lini belakang Brasil. Di seberangnya, Haaland datang sebagai mesin gol utama Norwegia setelah mencetak lima gol sepanjang turnamen.
Pertarungan keduanya pun menjadi salah satu duel individual paling menarik dalam laga Brasil vs Norwegia. Gabriel mengenal kekuatan, kecepatan, dan agresivitas Haaland dari persaingan di Inggris. Sebaliknya, penyerang Manchester City itu sudah berulang kali menghadapi permainan fisik bek Arsenal tersebut.
Menurut laporan ESPN, rivalitas mereka berkembang melalui sederet pertandingan panas antara Arsenal dan Manchester City dalam beberapa musim terakhir. Kini, tensi itu berpindah ke fase gugur Piala Dunia 2026.
Rivalitas Gabriel dan Haaland Memanas di Etihad
Salah satu momen paling dikenang dalam rivalitas Gabriel dan Haaland terjadi ketika Manchester City menjamu Arsenal di Stadion Etihad pada September 2024.
Arsenal yang bermain dengan 10 pemain nyaris membawa pulang kemenangan. Namun, John Stones mencetak gol penyeimbang pada menit ke-98 dan membuat pertandingan berakhir 2-2.
Ketegangan kemudian meningkat saat para pemain City merayakan gol tersebut.
Haaland melempar bola ke arah belakang kepala Gabriel yang saat itu membelakangi permainan. Insiden tersebut langsung menyita perhatian dan menjadi salah satu simbol memanasnya persaingan kedua pemain.
Tensi tidak berhenti di sana. Seusai pertandingan, Haaland juga terlibat percakapan panas dengan pelatih Arsenal Mikel Arteta dan penyerang Gabriel Jesus.
Sejak momen itu, setiap pertemuan Arsenal dan Manchester City semakin lekat dengan duel fisik serta persaingan emosional antara Gabriel dan Haaland.
Gabriel Balas Provokasi saat Arsenal Hancurkan Manchester City
Rivalitas keduanya kembali mendapat sorotan pada pertemuan berikutnya di markas Arsenal. The Gunners menghancurkan Manchester City dengan skor 5-1. Gabriel kembali menjadi pusat perhatian setelah merayakan gol pembuka Martin Odegaard di depan Haaland.
Laga tersebut semakin sarat tensi ketika pemain muda Arsenal, Myles Lewis-Skelly, mencetak gol dan menirukan selebrasi meditasi yang identik dengan penyerang Norwegia tersebut.
Rangkaian momen itu membuat duel Gabriel-Haaland berkembang menjadi lebih dari sekadar pertarungan bek tengah melawan penyerang.
Keduanya menjadi representasi dari rivalitas Arsenal dan Manchester City yang dalam beberapa musim terakhir bersaing di level tertinggi sepak bola Inggris.
Persaingan Berlanjut dalam Perburuan Gelar
Ketegangan kembali meningkat pada musim 2025/2026. Dalam salah satu pertemuan penting pada April 2026, Haaland mencetak gol kemenangan ketika Manchester City menundukkan Arsenal 2-1. Hasil tersebut kembali memanaskan persaingan gelar Premier League. Menjelang akhir pertandingan, Gabriel dan Haaland kembali terlibat benturan fisik.
Persaingan keduanya kemudian terus menjadi bagian dari narasi perburuan gelar. Gabriel dan Haaland tidak hanya berhadapan sebagai pemain penting di posisi masing-masing, tetapi juga membawa ambisi dua klub yang bersaing memperebutkan supremasi domestik.
Menurut ESPN, serangkaian insiden dalam beberapa musim terakhir membuat rivalitas mereka berkembang dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya.
Brasil vs Norwegia Hadirkan Tekanan Lebih Besar
Kini, panggungnya berbeda. Gabriel tidak lagi mengenakan seragam Arsenal. Haaland juga tidak membawa identitas Manchester City. Keduanya membela negara masing-masing dalam pertandingan fase gugur Piala Dunia 2026.
Brasil mengincar gelar dunia keenam, sementara Norwegia berusaha menciptakan sejarah baru. Tim yang kalah harus angkat koper, sedangkan pemenang melangkah ke babak perempat final.
Tekanan tersebut membuat duel Gabriel dan Haaland memiliki konsekuensi yang jauh lebih besar dibanding pertemuan mereka di Premier League.
Brasil datang dengan pengalaman panjang di Piala Dunia. Namun, Selecao menghadapi catatan sejarah yang tidak menguntungkan ketika bertemu Norwegia.
Dalam empat pertemuan senior sebelumnya, Brasil belum pernah menang. Norwegia mencatat dua kemenangan, sementara dua laga lainnya berakhir imbang.
Salah satu hasil paling terkenal terjadi pada Piala Dunia 1998. Ketika itu, Norwegia mengejutkan Brasil dengan kemenangan 2-1 pada fase grup.
Haaland Jadi Ancaman Utama Pertahanan Brasil
Erling Haaland menjadi salah satu pemain yang paling disorot menjelang duel fase gugur tersebut. Penyerang Manchester City itu telah mencetak lima gol di Piala Dunia 2026 dan menjadi pusat kekuatan serangan Norwegia. Ketajamannya turut membantu tim asuhan Stale Solbakken memenangkan tiga dari empat pertandingan mereka sepanjang turnamen.
Norwegia melaju ke fase berikutnya setelah menyingkirkan Pantai Gading dengan skor 2-1. Hasil tersebut memberi mereka kemenangan pertama dalam pertandingan fase gugur Piala Dunia.
Haaland membawa ancaman lengkap. Ia memiliki kekuatan fisik, kecepatan, agresivitas di kotak penalti, serta kemampuan memanfaatkan ruang dalam situasi transisi.
Bagi Gabriel, pertandingan ini menjadi ujian besar. Bek Brasil itu harus menghadapi pemain yang sangat dikenalnya dari Premier League. Pengalaman tersebut dapat menjadi keuntungan, tetapi juga menunjukkan betapa berbahayanya Haaland ketika mendapatkan ruang dan suplai bola yang tepat.
Gabriel Punya Modal untuk Redam Haaland
Gabriel memiliki karakter permainan yang cocok untuk menghadapi duel fisik. Bek Arsenal tersebut dikenal agresif, kuat dalam duel udara, dan tidak ragu menghadapi penyerang secara langsung. Kemampuannya membaca pergerakan lawan juga menjadi bagian penting dari struktur pertahanan Brasil.
Namun, menghentikan Haaland tidak dapat dilakukan seorang diri. Brasil perlu membatasi suplai bola menuju penyerang Norwegia itu. Martin Odegaard menjadi salah satu pemain yang dapat menentukan kualitas serangan Norwegia melalui kreativitas dan distribusi dari lini tengah.
Situasi tersebut menciptakan lapisan menarik lain. Gabriel sangat mengenal Odegaard karena keduanya bermain bersama di Arsenal. Pada saat yang sama, ia juga telah berkali-kali menghadapi Haaland dalam pertandingan Premier League.
Pengetahuan terhadap dua figur penting Norwegia itu dapat menjadi modal bagi Brasil. Namun, fase gugur Piala Dunia menuntut konsentrasi penuh karena satu kesalahan dapat mengakhiri perjalanan turnamen.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda