Shin Tae-yong. (tengah). (Foto: medcom.id/Rendy Renuki)
Shin Tae-yong. (tengah). (Foto: medcom.id/Rendy Renuki)

Shin Tae-yong tentang Jadwal Latihan Molor dan Rencana TC ke Eropa

Olahraga liga dunia
Alfa Mandalika • 08 Agustus 2020 13:31
Jakarta: Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong memulai latihan perdana bersama Timnas U-19 dan Timnas Indonesia senior di Stadion Madya, Senayan, kemarin.
 
Sejatinya, jadwal pemusatan latihan direncanakan digelar pada akhir Juli. Akan tetapi, sempat berubah pada 1 Agustus. Namun faktanya, baru pada 7 Agustus pemusatan latihan bisa dilakukan.
 
Latihan pun berjalan dengan protokol kesehatan ketat. Pantauan medcom.id, sejak turun dari bus, para pemain kompak mengenakan masker dan dicek suhu tubuhnya dan kemudian menggunakan hand sanitizer, sebelum akhirnya masuk ke lapangan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Para awak media yang ingin meliput juga tak luput dari standar kesehatan yang ketat. Bahkan, jurnalis yang datang wajib menyertakan surat hasil rapid test untuk melakukan peliputan.
 
Sesi latihan selama kurang dua jam berjalan dengan intensitas ringan. Selesai latihan, Shin Tae-yong sempat berujar bahwa roadmap yang sudah disiapkan terganggu karena jadwal pemusatan latihan molor.
 
"Memang karena adanya situasi korona, roadmapmenjadi berantakan. Tetapi, tidak akan ada masalah juga, kalau susun roadmap baru yang baik dari sekarang" ujar Shin.
 
Pelatih Timnas Korsel di Piala Dunia 2018 itu juga enggan menjawab secara tegas mengenai isu ada pemain yang terpapar virus korona.
 
"Saya juga tidak tahu (soal isu covid pemain). Memang lama sekali (memulai TC) sampai keluar hasil swab test. Jadi, percaya saja sama Ketum PSSI untuk ini," kata Shin.
 
Selain itu, Ketum PSSI, Mochamad Iriawan sempat mengatakan, pemusatan latihan berencana akan dilakukan di luar negeri. Namun, lokasi pastinya di mana, belum diketahui. Sebab, ada informasi yang beredar, pemusatan latihan belum tentu di Korea Selatan.
 
"Ya kami memang maunya secepatnya agar cepat TC di luar. Pertimbangan besarnya ke Korea, tapi kalau tidak bisa ya negara Eropa, ada Belanda, Prancis, dan Jerman. Jadi kita lihat saja bagaimana perkembangannya nanti," ujar pria yang karib disapa Iwan Bule.
 
"Kalau mau ke Korea harus ada syarat tertentu, salah satunya karantina 14 hari. Kami sampai saat ini sedang komunikasi dengan Kedutaan (Korsel). Plan lainnya kami juga akan menjajaki Belanda, yang jelas Shin Tae-yong ingin TC keluar negeri yaitu ke Korea atau ke negara Eropa, hal ini baru tadi malam kita rapat," tutur Iriawan.
 
Senada dengan Iriawan, Shin juga mengatakan bahwa masalah karantina selama dua minggu yang diterapkan Korsel, menjadi masalah tersendiri.
 
"Pertama, kenapa kami pilih TC di Korsel, karena di sana sangat aman dan juga tim-tim di sana lebih kuat dibanding di sini. Jadi bisa meningkatkan kemampuan para pemain," kata Shin Tae-yong.
 
"Tapi karena ada masalah karantina dua minggu di sana, jadi kami bicarakan TC di Eropa. Karena ada beberapa negara yang tidak perlu karantina dua minggu," sambung mantan pelatih Timnas Korsel itu.
 
(ASM)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif