Benfica memastikan kemenangan melalui gol Dodi Lukébakio pada babak pertama dan Jakub Kaminski pada awal babak kedua. Hasil tersebut menjadi pukulan bagi Milan dalam pertandingan Eropa pertama mereka setelah absen selama satu musim.
Amorim mengakui timnya belum mampu menciptakan cukup banyak peluang, meski sempat berusaha meningkatkan penguasaan bola pada babak kedua. Ia menegaskan akan menyesuaikan taktik untuk mengatasi persoalan tersebut.
Amorim Akui Milan Kekurangan Kreativitas
Amorim menilai AC Milan masih kesulitan membangun serangan secara efektif. Menurutnya, tim memang sempat mampu menguasai bola lebih banyak di area kotak penalti lawan, tetapi tidak berhasil mengubah situasi tersebut menjadi peluang berbahaya.
"Kami mencoba menciptakan pola permainan untuk menguasai bola lebih banyak di dalam kotak penalti, kami sempat melakukannya di babak kedua, tetapi kami tidak menciptakan peluang, kami kekurangan kreativitas di dekat kotak penalti," kata Amorim.
Pelatih asal Portugal itu menegaskan bahwa membangun identitas permainan menjadi salah satu fokusnya bersama Milan. Namun, ia menyadari tim juga harus mampu meraih kemenangan di tengah proses penyesuaian taktik.
"Saya selalu berubah, kita perlu memulai dari dasar, kita punya waktu dua bulan untuk bekerja," kata Amorim kepada Sky Sports Italia.
"Kami kalah malam ini, tetapi kami akan menemukan solusi untuk beradaptasi dengan pertandingan-pertandingan seperti ini, karena kami perlu menciptakan sebuah ide, tetapi kami juga perlu menang, jadi tentu saja kami bisa beradaptasi," tegasnya.
Milan Kehilangan Kendali saat Menguasai Bola
Selain minimnya kreativitas, Amorim menyoroti kesulitan Milan mengendalikan jalannya pertandingan. Ia menilai timnya terlalu terburu-buru dalam membangun serangan sehingga kehilangan kualitas permainan.
"Di babak pertama, saat kami kebobolan, kami benar-benar kehilangan kendali atas apa yang seharusnya kami lakukan, kami ingin melakukan semuanya dengan sangat cepat dan tanpa kualitas," ungkapnya.
Amorim juga menilai penguasaan bola justru menjadi situasi yang berisiko bagi Milan. Kehilangan bola di area berbahaya membuat lawan memiliki kesempatan untuk melancarkan serangan yang mengancam gawang.
"Jika kita melihat jalannya pertandingan, saat kita menguasai bola, saat itulah kita harus siap menghadapi bahaya, karena kita sering kehilangan bola dalam situasi berbahaya yang mengancam gawang kita," ujarnya.
Ia mengakui Milan mengalami kesulitan mengendalikan permainan pada babak pertama dalam dua pertandingan beruntun. Meski belum memastikan penyebabnya, Amorim menyebut persoalan tersebut perlu segera dibenahi.
"Saya tidak tahu apakah ini masalah mental, tetapi ini pertandingan kedua berturut-turut di mana di babak pertama kami tidak mampu mengendalikan permainan," tambahnya.
Kekalahan dari Benfica menjadi bahan evaluasi bagi Milan untuk memperbaiki kreativitas, penguasaan bola, dan efektivitas serangan dalam pertandingan berikutnya.
(Muhammad Zaidan RIzky)