Insiden ini terjadi saat Barcelona menjamu Real Oviedo dalam lanjutan La Liga. Meski di lapangan skuad asuhan Hansi Flick berhasil meraih kemenangan telak 3-0, perhatian publik justru teralihkan oleh kegagalan infrastruktur stadion yang baru saja dibuka kembali tersebut.
Pada pertandingan ini, hujan deras menyebabkan air mengalir ke beberapa bagian stadion. Dari video yang beredar, menunjukkan aliran air bocor seperti air terjun dari celah bangunan ke area stadion. Parahnya, area tamu VIP yang berada kursi korporat juga tidak luput dari kebocoran.
Foto dan video yang tersebar luas di media sosial menunjukkan kondisi memprihatinkan di area tribun pers dan komentator. Air hujan tampak mengucur deras dari atap yang bocor, membasahi laptop jurnalis, peralatan siaran, dan area kerja teknis.
Kondisi ini membuat para awak media kesulitan menjalankan tugasnya. Ironisnya, Camp Nou baru saja dibuka kembali untuk publik setelah menjalani proses pemugaran besar-besaran yang memakan waktu lebih dari dua tahun dengan biaya investasi mencapai miliaran euro.

(Stadion Camp Nou bocor. Tangkapan layar X)
Saat ini, Camp Nou memang masih dalam tahap pembukaan secara bertahap. Stadion hanya menampung sekitar 45.000 penonton dari total kapasitas final 105.000 kursi yang ditargetkan rampung pada Juni mendatang.
Namun, kebocoran di area yang dianggap sudah "siap" pakai ini memicu kritik keras. Beberapa pihak membandingkan insiden ini dengan kejadian di Old Trafford milik Manchester United pada tahun 2024 lalu. Netizen bahkan menjuluki Camp Nou dengan sebutan "spa" karena banyaknya air yang masuk ke dalam gedung.
Pihak klub kini menghadapi tekanan besar untuk mengevaluasi pengerjaan atap dan sistem drainase stadion. Di tengah ambisi menjadi stadion paling modern di dunia, insiden kebocoran ini menjadi pengingat bahwa kemegahan desain harus dibarengi dengan fungsionalitas yang mumpuni, terutama dalam menghadapi cuaca ekstrem.
(Fany Wirda Putri)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News