presiden FIFA Gianni Infantino melambaikan tangan saat tiba di upacara pelantikan presiden terpilih Abelardo de la Espriella di Cali, Kolombia, pada 7 Agustus 2026. (Foto oleh AFP)
presiden FIFA Gianni Infantino melambaikan tangan saat tiba di upacara pelantikan presiden terpilih Abelardo de la Espriella di Cali, Kolombia, pada 7 Agustus 2026. (Foto oleh AFP)

UEFA Siapkan Proses Hukum terhadap Gianni Infantino

Alfa Mandalika • 28 Agustus 2026 07:00
Ringkasnya gini..
  • UEFA sedang mempersiapkan proses hukum pidana di Swiss terhadap Presiden FIFA Gianni Infantino terkait rencana FIFA Forward Enterprise (FFE) yang kini telah dibatalkan.
  • UEFA menuding rencana penjualan saham kompetisi FIFA kepada investor swasta berpotensi menguntungkan Infantino dan lingkaran dekatnya dengan mengorbankan FIFA serta pihak lain dalam keluarga sepak bola.
  • UEFA juga mempertanyakan proses persetujuan internal rencana tersebut dan mempertimbangkan tindakan terhadap pejabat FIFA lainnya.
Jakarta: UEFA atau Union of European Football Associations sedang mempersiapkan proses hukum pidana terhadap Presiden FIFA atau Fédération Internationale de Football Association, Gianni Infantino, terkait rencana pembentukan perusahaan yang akan menjual saham kompetisi FIFA kepada investor swasta.
 
Berdasarkan laporan BBC Sport (British Broadcasting Corporation Sport), UEFA telah mengajukan permohonan untuk mengakses bukti dan dokumen yang akan digunakan dalam proses hukum di Swiss. UEFA menuding Infantino melakukan dugaan “pengelolaan yang buruk secara kriminal” terkait rencana tersebut.
 

UEFA Soroti Rencana Penjualan Saham FIFA kepada Investor Swasta

 
Persoalan ini bermula setelah Infantino mengusulkan pembentukan perusahaan baru bernama FIFA Forward Enterprise (FFE). Perusahaan tersebut dirancang untuk menjual saham dalam kompetisi sepak bola FIFA kepada investor swasta, termasuk saham terkait Piala Dunia 2030.
 
Menurut UEFA, rencana tersebut berpotensi merugikan FIFA, para anggotanya, serta pihak lain dalam ekosistem sepak bola. UEFA bahkan menilai skema tersebut dapat memberikan keuntungan kepada Infantino dan kelompok kecil di sekitarnya.
   
 
Dalam permohonan bukti yang dikutip BBC Sport pada Jumat (28/8/2026), UEFA menyebut FFE sebagai instrumen yang berpotensi membuat Infantino dan lingkaran dekatnya memperoleh kepemilikan tetap serta keuntungan dari aset berharga FIFA.
 

UEFA Pertanyakan Persetujuan Internal FIFA

 
UEFA juga mempersoalkan bagaimana rencana tersebut mendapatkan persetujuan internal di tubuh FIFA. Badan sepak bola Eropa itu menilai proses tersebut dilakukan secara terburu-buru dengan melibatkan sejumlah kecil pejabat dan karyawan manajemen FIFA.
 
Dalam dokumen yang sama, UEFA menyebut sebagian pihak yang terlibat bahkan belum pernah mendengar mengenai rencana tersebut sebelumnya. Mereka juga disebut hanya diberikan waktu beberapa jam untuk menandatangani skema bernilai miliaran dolar.
 
“Infantino memaksakan rencana tersebut melalui persetujuan internal FIFA hanya beberapa hari sebelumnya dalam pertemuan yang diadakan secara tergesa-gesa di mana sejumlah kecil pejabat dan karyawan manajemen FIFA. beberapa di antaranya belum pernah mendengar tentang rencana tersebut dan diberi waktu hanya beberapa jam untuk menandatangani skema bernilai miliaran dolar yang belum pernah terjadi sebelumnya,” demikian pernyataan UEFA yang dikutip BBC Sport.
 
UEFA menilai proses tersebut menjadi bagian penting dalam dugaan pengelolaan buruk yang mereka persoalkan. Karena itu, UEFA berupaya memperoleh bukti dan dokumen yang berkaitan dengan proses tersebut melalui jalur hukum di Swiss.
 

Pejabat FIFA Lain Ikut Disorot

 
Persoalan ini tidak hanya menyasar Infantino. UEFA menyatakan sedang mempertimbangkan tindakan pidana terhadap pejabat FIFA lainnya. Langkah tersebut menunjukkan bahwa UEFA ingin mengetahui secara menyeluruh pihak-pihak yang terlibat dalam perencanaan, pembahasan, hingga persetujuan FFE.
 
Upaya hukum yang sedang dipersiapkan menjadi bagian dari langkah UEFA dalam merespons rencana FFE yang telah dibatalkan. Selain jalur hukum, UEFA juga membuka kemungkinan menggunakan jalur kelembagaan dan politik untuk mendorong perubahan dalam tubuh FIFA.
 
Untuk saat ini, proses tersebut masih berada pada tahap persiapan dan pengumpulan bukti. Tuduhan yang disampaikan UEFA terhadap Infantino juga merupakan tudingan dari badan sepak bola Eropa tersebut dan belum merupakan putusan pengadilan.
 
(Muhammad Zaidan Rizky)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ASM)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan