Sesi latihan Timnas Iran. (Foto: GUILLERMO ARIAS / AFP)
Sesi latihan Timnas Iran. (Foto: GUILLERMO ARIAS / AFP)

Piala Dunia 2026

Timnas Iran Kembali Dipersulit Jelang Lawan Belgia, FFIRI Siap Lapor FIFA

Kautsar Halim • 19 Juni 2026 15:26
Ringkasnya gini..
  • Iran akan mengajukan keluhan resmi kepada FIFA karena merasa dipersulit selama Piala Dunia 2026.
  • Tim Melli gagal mendapatkan izin tiba lebih awal di Los Angeles untuk persiapan menghadapi Belgia.
  • Pemerintah AS menegaskan aturan tersebut telah diberitahukan sebelumnya dan akan tetap berlaku hingga akhir fase grup.
Los Angeles: Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) berencana melayangkan protes resmi kepada FIFA setelah kembali mengalami kendala perjalanan selama Piala Dunia 2026. Tim Melli menilai pembatasan yang diterapkan telah mengganggu persiapan mereka menjelang laga penting melawan Belgia di Grup D.
 
Keluhan tersebut menjadi babak terbaru dari serangkaian persoalan yang dihadapi Iran sejak tiba di Amerika Utara untuk mengikuti turnamen sepak bola terbesar di dunia itu.
 

Iran Gagal Dapat Izin Tiba Lebih Awal di Los Angeles


Federasi Sepak Bola Iran mengungkapkan bahwa mereka telah mengajukan permohonan agar skuad dapat terbang dari markas latihan di Tijuana, Meksiko, menuju Los Angeles dua hari sebelum pertandingan melawan Belgia.
 
Permintaan tersebut diajukan demi memberikan waktu lebih banyak bagi para pemain untuk beradaptasi dengan kondisi pertandingan, menjalani sesi latihan terakhir, sekaligus menyempurnakan persiapan taktik. amun, permohonan itu ditolak.

Menurut juru bicara federasi, keputusan tersebut kembali menghambat rencana yang telah disusun staf pelatih jauh sebelum turnamen dimulai.
 
"Meski jadwal persiapan telah disampaikan sejak lama, tim nasional Iran kembali menghadapi pembatasan yang memengaruhi pelaksanaan program teknis tim,"* ujar juru bicara FFIRI seperti dikutip dari RTE.
 
Ia menegaskan bahwa federasi akan menyampaikan keberatan secara resmi kepada FIFA melalui jalur yang tersedia.
 

Keluhan Iran Sudah Muncul Sejak Laga Perdana


Ini bukan kali pertama Iran mengeluhkan perlakuan yang mereka terima selama Piala Dunia 2026.
 
Setelah bermain imbang 2-2 melawan Selandia Baru pada laga pembuka, skuad Iran diwajibkan meninggalkan Amerika Serikat pada malam yang sama dan kembali ke Tijuana, kota yang berada di perbatasan Meksiko-AS.
 
Kebijakan tersebut dinilai menyulitkan karena tim tidak memiliki kesempatan untuk menjalani pemulihan dan persiapan secara normal di kota tempat pertandingan berlangsung.
 
Selain itu, federasi juga mengungkapkan bahwa sejumlah anggota delegasi mengalami kendala administratif untuk memasuki wilayah Amerika Serikat.
 
Menurut laporan yang disampaikan pihak Iran, hingga 15 anggota ofisial tim disebut tidak memperoleh visa masuk selama turnamen berlangsung.
 

Pemerintah Amerika Serikat Bantah Tudingan Iran


Pemerintah Amerika Serikat membantah bahwa Iran diperlakukan secara tidak adil.
 
Direktur Eksekutif White House FIFA Task Force, Andrew Giuliani, menyatakan bahwa seluruh prosedur telah disampaikan kepada Iran jauh sebelum turnamen dimulai.
 
Menurut Giuliani, skuad Iran hanya diperbolehkan memasuki Amerika Serikat satu hari sebelum pertandingan dan diwajibkan meninggalkan negara tersebut pada malam setelah laga selesai dimainkan.
 
"Tim akan diizinkan masuk sehari sebelum pertandingan dan diminta meninggalkan Amerika Serikat pada malam setelah pertandingan berakhir," kata Giuliani kepada CBS News.
 
Ia menambahkan bahwa prosedur serupa juga akan diterapkan ketika Iran menghadapi Mesir pada laga terakhir Grup D yang digelar di Seattle pada 26 Juni mendatang.
 

Konflik Timur Tengah Ikut Ganggu Persiapan Tim Melli


Persiapan Iran menuju Piala Dunia 2026 memang tidak berjalan ideal. Ketegangan yang terjadi di kawasan Timur Tengah sempat memengaruhi agenda tim sebelum keberangkatan ke turnamen.
 
Awalnya Iran berencana menjadikan Tucson, Arizona, sebagai pusat latihan selama Piala Dunia. Namun menjelang turnamen, mereka memutuskan memindahkan markas ke Tijuana yang berada di wilayah perbatasan Meksiko dan Amerika Serikat.
 
Perubahan mendadak tersebut membuat proses adaptasi serta pengaturan logistik menjadi lebih rumit bagi tim asuhan Amir Ghalenoei.
 

Laga Belgia Jadi Penentu Nasib Iran


Di tengah polemik yang belum mereda, Iran kini harus mengalihkan fokus ke pertandingan melawan Belgia.
 
Laga tersebut berpotensi menentukan peluang Team Melli untuk melangkah ke fase gugur Piala Dunia 2026.
 
Hasil positif akan membuka jalan bagi Iran menuju babak berikutnya. Namun di luar urusan lapangan, sengketa terkait pembatasan perjalanan diperkirakan masih akan terus membayangi perjalanan mereka selama turnamen berlangsung.
 
Dengan protes resmi yang segera diajukan, FIFA kini menghadapi tekanan untuk merespons keluhan Iran yang merasa dirugikan oleh kebijakan yang berlaku selama Piala Dunia 2026.

 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KAH)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan