Kegagalan tersebut membuat Aditya tak mampu melanjutkan persaingan untuk memperebutkan medali. Ia tidak mampu menahan air mata setelah pertandingan karena hasil tersebut datang ketika dirinya sudah mempersiapkan performa secara maksimal.
Meski kecewa, Aditya memilih menjadikan pengalaman tersebut sebagai bahan evaluasi. Atlet asal Jawa Tengah itu menilai pengelolaan diri dan emosi menjadi salah satu aspek yang harus diperbaiki untuk menghadapi pertandingan berikutnya.
Baca Juga :
Jadwal Atlet Indonesia di Asian Games Hari Ini, Jumat (2/10): Berburu Medali dari Panahan hingga Padel
Aditya False Start di Partai Penentu
Aditya sebenarnya berusaha tampil tenang ketika menjalani partai penentu nomor speed putra. Namun, persaingan di nomor tersebut sangat bergantung pada detail kecil, termasuk respons atlet ketika memulai pemanjatan.Dalam pertandingan di Portmesse Nagoya Exhibition Hall 1, Kamis (1/10), Aditya dinyatakan melakukan false start. Keputusan tersebut membuat perjuangannya di partai final berakhir lebih cepat.
“Semua variabel dalam nomor speed itu banyak sekali. Saya pikir saya sudah berusaha tenang, percaya diri, yakin, tapi hasilnya sepersekian detik saya false start,” ujar Aditya.
Aditya mengakui insiden tersebut menjadi pengalaman penting dalam perjalanan kariernya. Ia menyadari kemampuan mengontrol diri dalam situasi pertandingan besar perlu mendapatkan perhatian lebih dalam persiapannya.
Veddriq Beri Dukungan
Rekan setim Aditya, Veddriq Leonardo, turut memberikan dukungan setelah pertandingan. Menurut Veddriq, persaingan nomor speed di level Asia saat ini semakin ketat sehingga kesalahan sekecil apa pun dapat menentukan hasil akhir.Veddriq juga menyebut persiapan tim Indonesia sebenarnya sudah dilakukan secara maksimal. Para atlet bahkan beberapa kali mampu mencatatkan waktu terbaik ketika menjalani latihan sebelum pertandingan.
“Persaingan sekarang sudah sangat merata di level Asia. Nomor speed ini banyak faktor dan variabel yang menentukan. Proses latihan kami sudah maksimal, beberapa kali mencatatkan waktu terbaik, namun di final memang belum rezeki,” tutur Veddriq.
Dukungan tersebut menjadi bagian penting bagi Aditya setelah hasil mengecewakan di final. Ia kini harus mengalihkan fokus dari kegagalan tersebut dan menjadikannya sebagai bahan pembelajaran untuk kompetisi berikutnya.
Aditya Bidik Olimpiade
Aditya menegaskan kegagalan di Asian Games 2026 tidak membuat motivasinya menurun. Ia justru ingin menjadikan pengalaman di Nagoya sebagai pelecut untuk meningkatkan persiapan dan performanya.Menurut Aditya, evaluasi terutama akan diarahkan pada kemampuan mengelola diri ketika berada dalam tekanan pertandingan. Nomor speed memiliki margin kesalahan yang sangat kecil sehingga konsentrasi sejak awal menjadi bagian penting dalam perlombaan.
“Ini pelajaran berharga bagi saya untuk ke depan bisa jadi lebih baik lagi, dan terutama pengelolaan diri,” kata Aditya.
Setelah Asian Games 2026 selesai, Aditya bersama tim panjat tebing Indonesia akan mulai mengalihkan perhatian menuju target berikutnya. Perburuan tiket Olimpiade menjadi salah satu agenda utama yang ingin dikejar atlet tersebut.
(Mohammad Althaf Musyaffa)