Meski mengalami peningkatan cukup tajam, posisi Liga Indonesia masih berada di bawah sejumlah kompetisi negara Asia Tenggara lainnya.
Malaysia menempati posisi ke-11, Singapura berada di peringkat ke-14, sementara Kamboja ada di posisi ke-19. Adapun Thailand menjadi satu-satunya wakil Asia Tenggara yang mampu menembus 10 besar dengan menempati posisi ketujuh Asia.
Di level Asia, Liga Arab Saudi masih mempertahankan status sebagai kompetisi terbaik. Posisi berikutnya ditempati Liga Jepang dan Liga Korea Selatan yang terus mendominasi persaingan antarklub Asia dalam beberapa musim terakhir.
Peningkatan ranking Indonesia tidak lepas dari kontribusi klub-klub Tanah Air di kompetisi Asia musim ini. Persib Bandung menjadi penyumbang poin terbesar setelah sukses melangkah hingga babak 16 besar AFC Champions League Two (ACL 2).
Selain Persib, Dewa United FC juga memberikan kontribusi besar usai berhasil melaju hingga babak perempat final AFC Challenge League di musim ini.
Peluang Indonesia untuk kembali memperbaiki posisi ranking Asia pada musim depan masih terbuka lebar. Persib Bandung dipastikan kembali tampil di ACL 2 setelah sukses menjadi juara Super League 2025/2026.
Sementara itu, Borneo FC akan tampil di AFC Challenge League musim depan. Kiprah kedua klub tersebut diharapkan mampu kembali menyumbang poin penting agar posisi Liga Indonesia di ranking kompetisi Asia semakin meningkat.
Jika mampu menjaga konsistensi prestasi di turnamen Asia, bukan tidak mungkin Liga Indonesia dapat menembus posisi yang lebih kompetitif dan mendekati jajaran elite Asia Tenggara dalam beberapa musim mendatang.
Ranking 20 Besar kompetisi klub Asia yang Dirilis Oleh AFC

(Muhammad Zaidan Rizky)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News