Ekitike divonis menderita putus tendon Achilles, sebuah cedera yang tidak hanya mengakhiri musimnya bersama The Reds, tetapi juga mengubur mimpinya tampil di Piala Dunia 2026 mendatang.
Jatuh Tanpa Kontak
Momen memilukan tersebut terjadi pada menit ke-30. Ekitike terjatuh secara tiba-tiba tanpa ada kontak fisik dengan pemain lawan sebuah ciri khas dari cedera tendon Achilles. Ia langsung memegangi bagian belakang pergelangan kakinya dengan raut wajah kesakitan sebelum akhirnya ditandu keluar lapangan.Apa Itu Cedera Putus Tendon Achilles?
Putus Tendon Achilles (Rupture) terjadi ketika jaringan tersebut robek secara total. Dalam kasus atlet seperti Ekitike, cedera ini sering digambarkan seperti sensasi "ditendang" atau "dipukul" dari belakang, diikuti suara letupan yang menandakan putusnya tendon tersebut.
Mengapa Pemulihannya Sangat Lama?
Putus tendon Achilles menuntut proses rehabilitasi yang panjang karena beberapa alasan, yaitu:Operasi dan Imobilisasi: Tendon yang putus harus disambungkan kembali melalui prosedur bedah. Setelah itu, kaki harus dalam posisi diam (imobilisasi) selama berminggu-minggu agar jaringan bisa menyatu.
Kekuatan Otot Betis: Saat tendon tidak digunakan, otot betis akan mengalami penyusutan (atropi). Atlet harus membangun kembali kekuatan otot tersebut dari nol.
Elastisitas dan Reaksi: Mengembalikan kelincahan dan daya ledak (explosiveness) seperti semula adalah tantangan terbesar bagi pemain depan seperti Ekitike.
Secara medis, waktu pemulihan minimal biasanya memakan waktu 6 hingga 9 bulan, bahkan bisa lebih lama untuk kembali ke performa kompetitif tingkat tinggi.
Dampak bagi Timnas Prancis dan Liverpool
Kehilangan Ekitike adalah pukulan telak bagi pelatih Prancis, Didier Deschamps. Pasalnya, striker berusia 23 tahun ini diproyeksikan menjadi ujung tombak di Piala Dunia 2026. Bagi Liverpool, ini berarti mereka harus merombak strategi lini depan tanpa salah satu aset paling menjanjikan mereka hingga tahun depan.Cedera ini menjadi pengingat betapa rentannya karier seorang atlet profesional di tengah jadwal kompetisi yang padat. Kini, fokus utama Hugo Ekitike adalah menjalani operasi dan rehabilitasi panjang.
(Fany Wirda Putri)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News