Asosiasi Sepak Bola Afrika Selatan (SAFA) mengonfirmasi bahwa rombongan tim awalnya dijadwalkan bertolak pada Minggu waktu setempat.
Namun, rencana tersebut berujung batal lantaran paspor milik sejumlah pemain pilar dan jajaran ofisial tim belum mendapatkan stempel persetujuan visa dari otoritas terkait.
Selama menunggu kejelasan dokumen, seluruh anggota skuad diinstruksikan untuk tetap bertahan dan menjalani sesi pemusatan latihan di kota Johannesburg.
Menteri Olahraga Murka
Kekacauan logistik yang dialami oleh SAFA langsung memicu reaksi keras dari jajaran pemerintah setempat. Menteri Olahraga Afrika Selatan, Gayton McKenzie, secara terbuka mengecam keras ketidakbecusan pihak-pihak yang bertanggung jawab atas pengurusan dokumen perjalanan tim nasional.
“Kekacauan perjalanan dan visa yang melibatkan SAFA ini memalukan dan sangat tidak adil bagi para pemain serta staf pelatih. Kita dibuat terlihat seperti orang bodoh di mata internasional,” ujar McKenzie, seperti dikutip melalui The Athletic.
“Saya telah meminta SAFA memberikan laporan lengkap dan tindakan tegas harus diambil terhadap pihak yang bertanggung jawab atas kekacauan ini,” tegasnya.
Pihak SAFA sendiri kabarnya langsung bergerak cepat dengan menggelar rapat darurat guna membahas jalan keluar dari situasi pelik ini dan berjanji akan segera memberikan pembaruan informasi secara berkala kepada publik.
Persiapan Timnas Terganggu
Situasi penundaan ini dipastikan merugikan masa persiapan timnas Afrika Selatan di lokasi tujuan. Sesuai jadwal yang dirilis FIFA, Afrika Selatan akan menempati markas latihan utama di Universidad del Fútbol, San Juan Tilcuautla.
Rombongan Afrika Selatan kini harus berkejaran dengan waktu yang kian menipis untuk menyelesaikan urusan paspor tersebut.
Mereka sudah dinanti oleh pertandingan krusial, yakni melakoni laga pembuka turnamen melawan salah satu tim tuan rumah, Meksiko, pada 11 Juni mendatang.
(Ahmad Raul)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News