Amerika Serikat sempat memberikan perlawanan setelah Malik Tillman menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke-31. Namun, momentum tersebut hanya bertahan singkat.
Dua menit kemudian, De Ketelaere kembali mencetak gol untuk membawa Belgia unggul 2-1. Setan Merah semakin menjauh pada babak kedua lewat Vanaken sebelum Lukaku menutup kemenangan telak pada masa tambahan waktu.
Hasil tersebut memastikan Belgia melaju ke perempat final dengan kemenangan meyakinkan. Sementara itu, ambisi Amerika Serikat untuk melangkah lebih jauh di depan publik sendiri berakhir pahit.
De Ketelaere Bungkam Amerika Serikat Sejak Awal
Belgia langsung menunjukkan intensitas tinggi sejak pertandingan dimulai.
Pada menit pertama, Timothy Castagne sudah mengancam melalui tembakan jarak jauh yang mengarah ke sisi kiri gawang. Kiper Amerika Serikat Matt Freese masih mampu menggagalkan peluang tersebut.
Tekanan Setan Merah akhirnya membuahkan hasil pada menit kesembilan.
Charles De Ketelaere memanfaatkan umpan Nicolas Raskin di dalam kotak penalti dan menyelesaikannya dari jarak dekat untuk membawa Belgia unggul 1-0.
Amerika Serikat mencoba merespons, tetapi Belgia terus menunjukkan ancaman melalui pergerakan Leandro Trossard, Dodi Lukebakio, dan para pemain tengahnya.
Tillman Hidupkan Harapan Tuan Rumah
Amerika Serikat akhirnya menemukan jalan kembali ke pertandingan pada menit ke-31.
Berawal dari pelanggaran Brandon Mechele, tuan rumah memperoleh tendangan bebas di posisi berbahaya.
Malik Tillman mengambil tanggung jawab sebagai eksekutor. Bola tendangannya sempat mengenai pemain Belgia, berubah arah, dan membuat Thibaut Courtois tidak mampu melakukan penyelamatan.
Skor berubah menjadi 1-1.
Gol tersebut sempat menghidupkan atmosfer pertandingan dan memberi Amerika Serikat harapan untuk membalikkan keadaan. Namun, respons Belgia datang nyaris seketika.
De Ketelaere Cetak Gol Kedua
Hanya dua menit setelah gol Tillman, Belgia kembali memimpin.
Leandro Trossard mengirim umpan silang akurat ke dalam kotak penalti. De Ketelaere menyambut bola dengan sundulan jarak dekat ke sudut kanan atas gawang untuk membawa Belgia kembali unggul 2-1 sekaligus melengkapi brace-nya.
Setan Merah masih memiliki peluang memperbesar keunggulan sebelum turun minum. Namun, sejumlah kesempatan gagal dikonversi menjadi gol.
Amerika Serikat juga mendapat peluang besar melalui Folarin Balogun, tetapi tembakannya melambung jauh di atas mistar.
Keunggulan 2-1 Belgia tidak berubah hingga jeda.
Kesalahan Freese Dimanfaatkan Hans Vanaken
Pelatih Amerika Serikat Mauricio Pochettino berusaha mengubah pertandingan pada awal babak kedua.
Giovanni Reyna masuk menggantikan Sergino Dest pada menit ke-46 untuk menambah kreativitas serangan.
Namun, situasi justru semakin buruk bagi tuan rumah.
Pada menit ke-57, kesalahan dalam distribusi bola dari lini belakang Amerika Serikat menjadi petaka.
Operan buruk Matt Freese berhasil diintersepsi Hans Vanaken. Gelandang Belgia itu tidak menyia-nyiakan kesempatan dan langsung melepaskan tembakan sentuhan pertama dari jarak menengah.
Bola masuk ke gawang.
Belgia unggul 3-1.
Vanaken sendiri memulai pertandingan dari bangku cadangan. Ia masuk pada menit ke-21 menggantikan Amadou Onana yang mengalami cedera, kemudian berkembang menjadi salah satu pemain paling menentukan bagi Belgia.
Pulisic Cedera, Amerika Serikat Kehilangan Motor Serangan
Masalah Amerika Serikat bertambah pada menit ke-59.
Christian Pulisic tidak mampu melanjutkan pertandingan karena mengalami cedera. Kapten sekaligus salah satu pemain terpenting tuan rumah itu kemudian digantikan Sebastian Berhalter.
Kehilangan Pulisic semakin mempersulit upaya Amerika Serikat untuk mengejar ketertinggalan.
Pochettino mencoba meningkatkan daya serang dengan memasukkan Ricardo Pepi menggantikan Tyler Adams. Di kubu Belgia, Rudi Garcia merespons dengan menurunkan Romelu Lukaku dan Jeremy Doku pada menit ke-67.
De Ketelaere meninggalkan lapangan setelah mencetak dua gol, sementara Belgia tetap mampu menjaga kontrol pertandingan.
Courtois Gagalkan Peluang Balogun
Amerika Serikat belum menyerah.
Pada menit ke-79, Sebastian Berhalter mencoba peruntungan melalui tembakan langsung, tetapi bola hanya melebar tipis dari sisi kiri gawang.
Tiga menit kemudian, Balogun menciptakan salah satu peluang terbaik tuan rumah pada babak kedua.
Sang striker melakukan aksi individu sebelum melepaskan tembakan menjanjikan ke arah sisi kiri gawang.
Namun, Courtois menunjukkan kualitasnya.
Kiper Belgia tersebut melakukan penyelamatan penting untuk mempertahankan keunggulan 3-1.
Peluang itu menjadi salah satu kesempatan terakhir Amerika Serikat untuk kembali ke pertandingan.
Lukaku Tutup Pesta Belgia
Ketika pertandingan tampak akan berakhir dengan skor 3-1, Belgia kembali menghukum pertahanan Amerika Serikat.
Pada menit 90+3, Hans Vanaken mengirim bola kepada Romelu Lukaku di dalam kotak penalti.
Lukaku tidak membutuhkan waktu lama untuk menyelesaikan peluang.
Striker Belgia itu melepaskan tembakan ke sudut kanan bawah gawang dan memastikan skor berubah menjadi 4-1.
Gol tersebut menjadi penutup sempurna bagi Setan Merah.
Belgia pun memastikan kemenangan telak sekaligus menyingkirkan Amerika Serikat dari Piala Dunia 2026.
Susunan Pemain
Amerika Serikat: Matt Freese; Antonee Robinson (Max Arfsten 90+2'), Tim Ream, Chris Richards, Alex Freeman, Malik Tillman, Tyler Adams (Ricardo Pepi 72'), Weston McKennie, Christian Pulisic (Sebastian Berhalter 59'), Folarin Balogun (Haji Wright 90+2'), Sergino Dest (Giovanni Reyna 46').
Belgia: Thibaut Courtois; Timothy Castagne, Nathan Ngoy, Brandon Mechele, Maxim De Cuyper, Amadou Onana (Hans Vanaken 21'), Nicolas Raskin (Axel Witsel 89'), Dodi Lukebakio (Jeremy Doku 67'), Youri Tielemans, Leandro Trossard (Alexis Saelemaekers 89'), Charles De Ketelaere (Romelu Lukaku 67').
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda