Kepolisian setempat menginvestigasi penembakan di toko swalayan mertua Lionel Messi. (STR / AFP)
Kepolisian setempat menginvestigasi penembakan di toko swalayan mertua Lionel Messi. (STR / AFP)

Messi Diteror, Toko Swalayan Mertuanya Ditembaki Belasan Peluru

Medcom • 03 Maret 2023 19:03
Jakarta: Sejumlah pria bersenjata meneror Lionel Messi dengan menembaki toko swalayan yang dimiliki oleh mertuanya di Argentina, Kamis 2 Maret 2023. Setelah itu, para pelakunya meninggalkan pesan tertulis untuk megabintang Paris Saint-Germain (PSG) tersebut. 
 
Tidak ada yang terluka dalam serangan itu dan belum diketahui lebih lanjut alasan terjadinya penyerangan di toko bernama Supermarket Unico tersebut. Namun, Pablo Javkin selaku Walikota Rosario menyebut otoritas federal telah gagal menahan lonjakan kekerasan akibat narkoba di wilayahnya. 
 
Polisi mengatakan, dua pria dengan sepeda motor menembakkan setidaknya selusin tembakan ke Unico dan meninggalkan pesan di kertas yang berbunyi: "Messi, kami menunggumu. Javkin juga pengedar narkoba, jadi dia tidak akan menjagamu."

Javkin, seorang politikus kiri-tengah yang menentang koalisi Peronis yang berkuasa tampak mencurigai keterlibatan geng kriminal dan pejabat keamanan federal atas serangan yang terjadi.
 
"Saya meragukan semua orang, bahkan mereka yang seharusnya melindungi kami," kata Javkin dalam sebuah wawancara dengan stasiun radio lokal dikutip dari The Age.
 
Saat ini, Federico Rebola selaku jaksa setempat sedang meninjau rekaman kamera keamanan dan menyelidiki kasus penembakan tersebut. Menurutnya, ini adalah tindakan kriminal pertama kali yang ditujukan kepada mertua Messi. 
 
Sementara itu, Menteri Kehakiman Provinsi Santa Fe (tempat Kota Rosario berada), Celia Arena, menilai bahwa serangan tersebut merupakan aksi terorisme yang dilakukan sekelompok mafia. 
 
"Tujuannya adalah untuk dengan sengaja menimbulkan teror pada penduduk dan mematahkan semangat kita yang berjuang melawan kekerasan kriminal. Mereka tahu bahwa ini akan menjadi peristiwa penting global," tulis Arena di media sosial.
 
Untuk mengantisipasi hal serupa terjadi lagi, Javkin langsung mengadakan diskusi yang sangat intens dengan anggota pasukan keamanan federal. Dia meminta agar rakyatnya mendapat perlindungan dengan benar.
 
"Di mana orang-orang yang perlu menjaga kita? Jelas bahwa mereka (aparat keamanan) yang memiliki senjata dan memiliki kemungkinan untuk menyelidiki para penjahat tidak melakukannya. Jadi, sangat mudah bagi geng mana pun untuk melakukan hal seperti ini," tutur Javkin.
 
Menteri Keamanan pemerintah Argentina, Anibal Fernandez, mengatakan kekerasan terkait narkoba bukanlah fenomena baru di kota itu dan serangan yang dialami keluarga Messi adalah hal yang lumrah terjadi di sana dalam 20 tahun terakhir. 
 
Dia mengatakan, insiden itu adalah contoh bagaimana pengedar narkoba menang di Rosario. Tapi, ia merasa harus membalikkan keadaan sekarang. 
 
Politisi oposisi menyalahkan pemerintahan Presiden Alberto Fernandez atas kekerasan yang terus berlanjut di Rosario. Pendahulunya, Mauricio Macri, menganggap
peristiwa itu sebagai peringatan bahwa negaranya tidak bisa hidup berdampingan dengan pengedar narkoba. (Jennifer Carorine Gouw/The Age)

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

Viral! 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id
(KAH)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan