Jakarta: Klub sepak bola papan atas Ukraina, Shakhtar Donetsk mendesak FIFA mengeluarkan Iran dari Piala Dunia 2022 pada Senin 24 Oktober waktu setempat. Itu mereka sampaikan karena terdapat dugaan bahwa Iran mendukung invasi Rusia ke Ukraina.
Kepala eksekutif Shakhtar, Sergei Palkin, menuduh Iran "berperan langsung dalam serangan teroris terhadap Ukraina" dan meminta Ukraina dijadikan pengganti Iran dalam Piala Dunia di Qatar itu.
"Ini akan menjadi keputusan adil yang mesti menjadi pengingat bagi dunia mengenai sebuah rezim yang membunuh orang-orang terbaiknya dan membantu membunuh warga Ukraina," kata Palkin sehari sebelum timnya bermain melawan Celtic dalam lanjutan Liga Champions seperti dikutip ESPN.
Amerika Serikat (AS) sempat dikabarkan memiliki bukti bahwa pasukan Iran "terlibat langsung" di Krimea dalam mendukung serangan drone ke berbagai infrastruktur dan penduduk sipil Ukraina.
Kepala dinas intelijen Ukraina, Kyrylo Budanov, juga sempat mengatakan bahwa Rusia telah menggunakan sekitar 330 drone "Shahed" buatan Iran pada Sabtu pekan lalu. Namun, Rusia dan Iran sama-sama menyangkal kabar tersebut.
Iran mengawali petualangan Grup B Piala Dunia 2022 pada 21 November melawan Inggris, yang dilanjutkan dengan menghadapi Wales dan Amerika Serikat. Wales sendiri lolos ke putaran final setelah mengalahkan Ukraina pada fase playoff Juni lalu.
FIFA tak menanggapi kabar ini, namun mereka telah menskors timnas Rusia akibat invasi di Ukraina dan melarang Rusia bermain dalam playoff Kualifikasi Piala Dunia pada Maret lalu. Kemudian, FIFA biasanya menangguhkan timnas yang pemerintah negaranya ikut campur menjalankan federasi sepak bola nasional. (ANT)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan