Di sisi kiri pertahanan, ia tampil dinamis sepanjang laga. Sejak peluit awal hingga akhir menggema di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), ia terus bergerak, membaca, dan menutup setiap celah yang coba dimanfaatkan lawan.
Dalam fase bertahan, Dony menunjukkan kedewasaannya. Ia tak hanya kuat dalam duel satu lawan satu, tetapi juga piawai membaca arah serangan, hadir pada waktu yang tepat untuk memutus alur permainan.
Baca Juga :
Update Final FIFA Series: Bulgaria Terkesan dengan Indonesia, Siap Sajikan Duel Sengit di Senayan
Usai laga, Dony merasa lega karena mampu memberikan kontribusi nyata untuk Indonesia. Ia pun mengapresiasi para pemain senior yang telah membantunya beradaptasi dengan cepat dalam skema permainan tim.
“Sejujurnya, saya tidak memiliki ekspektasi yang berlebihan sebelum pertandingan. Saya hanya memandang ini sebagai sebuah kesempatan, sehingga saya bertekad untuk bekerja keras dan memberikan yang terbaik," kata Dony.
"Alhamdulillah, proses adaptasi berjalan dengan lancar. Hal itu tidak terlepas dari peran para pemain senior yang banyak membantu saya selama berada di tim. Ke depannya kami harus jauh lebih baik lagi," sambung Dony.
Dony telah menunjukkan bahwa di balik kerja keras dan proses panjang, ada potensi besar yang perlahan menemukan bentuk terbaiknya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News