FIFA sebelumnya mengajukan pembentukan FIFA Forward Enterprise sebagai entitas komersial baru. Melalui perusahaan tersebut, federasi sepak bola dunia itu berencana melepas lebih dari 20 persen saham kepada investor swasta untuk memperoleh pendanaan sebesar 4,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp75 triliun.
UEFA Tegaskan Penolakan terhadap Proposal FIFA
Rencana tersebut langsung mendapat penolakan dari berbagai konfederasi sepak bola. UEFA menjadi pihak yang paling vokal dengan mengancam akan memboikot seluruh kompetisi resmi FIFA apabila proposal itu tetap dijalankan.
Dalam pertemuan darurat pada Kamis, 30 Juli 2026, seluruh 55 asosiasi anggota UEFA dilaporkan sepakat mendukung langkah boikot jika FIFA tidak membatalkan proposal tersebut.
Sikap tegas UEFA kemudian memperoleh dukungan dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) dan Konfederasi Sepak Bola Amerika Utara, Tengah, dan Karibia (CONCACAF). Dukungan dari tiga konfederasi tersebut semakin meningkatkan tekanan terhadap FIFA.
Tekanan yang terus menguat akhirnya membuat FIFA membatalkan proposal FIFA Forward Enterprise. Keputusan itu menjadi pukulan bagi Presiden FIFA, Gianni Infantino, yang sebelumnya menjadi penggagas utama proyek tersebut.
UEFA juga menyatakan telah kehilangan kepercayaan terhadap kepemimpinan Infantino. Organisasi itu bahkan dikabarkan tengah mempertimbangkan langkah lanjutan berupa mosi tidak percaya yang membutuhkan dukungan sedikitnya 43 negara anggota FIFA.
Real Madrid Beri Apresiasi kepada UEFA
Real Madrid menyampaikan apresiasi kepada UEFA, konfederasi, federasi nasional, serta seluruh lembaga yang mengambil sikap tegas menolak proyek FIFA Forward Enterprise. Klub berjuluk Los Blancos itu menilai persatuan seluruh pemangku kepentingan telah menjaga masa depan sepak bola.
"Real Madrid ingin menyampaikan rasa terima kasihnya kepada UEFA, konfederasi dan federasi, serta semua lembaga yang dengan tegas dan bertanggung jawab menentang proyek ini. Persatuan dan rasa tanggung jawab mereka telah melindungi sepak bola pada saat yang menentukan."
Klub asal ibu kota Spanyol tersebut juga menegaskan bahwa klub sepak bola memiliki peran fundamental dalam ekosistem olahraga, termasuk dalam pembinaan pemain hingga memperkuat tim nasional.
"Klub adalah fondasi tempat sepak bola tim nasional dan Piala Dunia dibangun," lanjut pernyataan Real Madrid.
"Merekalah yang menemukan, melatih, mengembangkan, dan menempatkan para pemain untuk membela tim nasional, sehingga kompetisi-kompetisi besar ini dapat terlaksana."
Menurut Real Madrid, kompetisi tim nasional dan Piala Dunia merupakan aset publik yang harus dijaga, bukan sekadar instrumen bisnis untuk menghasilkan keuntungan finansial.
"Sepak bola tim nasional dan Piala Dunia, di atas segalanya, adalah ajang yang menjadi kepentingan publik, dan keduanya merupakan warisan yang dimiliki oleh bangsa, penggemar, dan masyarakat secara keseluruhan."
"Oleh karena itu, kami percaya bahwa aset-aset tersebut tidak boleh diperlakukan sebagai aset keuangan sederhana yang ditujukan untuk dipasarkan demi keuntungan segelintir orang."
Pernyataan tersebut menegaskan dukungan Real Madrid terhadap sikap UEFA yang menolak komersialisasi berlebihan terhadap kompetisi sepak bola internasional serta menempatkan kepentingan olahraga dan para penggemar sebagai prioritas utama.
(Muhammad Zaidan Rizky)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda