Pada pertandingan terakhir Grup G, Iran menghadapi Mesir dengan misi wajib menang demi mengamankan tiket ke fase gugur. Sempat tertinggal lebih dulu, Iran menunjukkan mental pantang menyerah meski penalti Mehdi Taremi gagal berbuah gol.
Iran akhirnya mampu menyamakan kedudukan melalui penyelesaian cerdas Ramin Rezaeian dari sudut sempit. Skor 1-1 bertahan hingga memasuki masa tambahan waktu babak kedua.
Drama VAR Hancurkan Mimpi Iran
Harapan Iran sempat memuncak ketika Shoja Khalilzadeh mencetak gol setelah memanfaatkan kemelut di depan gawang Mesir. Gol tersebut diyakini menjadi penentu kelolosan Iran ke babak 32 besar.
Namun, kegembiraan itu hanya berlangsung sesaat. Wasit meninjau tayangan ulang melalui Video Assistant Referee (VAR) sebelum memutuskan gol Khalilzadeh dianulir karena offside. Skor kembali menjadi 1-1 hingga peluit panjang dibunyikan.
Nasib Iran Bergantung pada Hasil Tim Lain
Hasil imbang membuat Iran finis di peringkat ketiga Grup G. Nasib mereka kemudian bergantung pada hasil pertandingan dari grup lain untuk menentukan peringkat ketiga terbaik.
Harapan pertama muncul ketika Ghana menghadapi Kroasia. Iran membutuhkan kemenangan Ghana, tetapi Kroasia justru mencetak gol penentu pada 10 menit terakhir.
Skenario berikutnya bergantung pada hasil Republik Demokratik Kongo. Iran berharap Kongo gagal meraih kemenangan, tetapi mereka bangkit dari ketertinggalan dan sukses membalikkan keadaan pada 15 menit terakhir.
Peluang terakhir hadir pada laga Austria kontra Aljazair. Iran hanya membutuhkan salah satu tim meraih kemenangan. Saat Aljazair mencetak gol pada menit ke-93, pendukung Iran mulai merayakan peluang lolos. Namun, Austria membuyarkan harapan tersebut lewat gol penyeimbang pada menit ke-96 yang membuat pertandingan berakhir imbang dan memastikan Iran tersingkir.
Lolos dari Berbagai Rintangan, Tetap Gagal ke Fase Gugur
Perjalanan Iran di Piala Dunia 2026 menjadi semakin luar biasa jika melihat berbagai hambatan yang mereka hadapi di luar lapangan. Tim asuhan Amir Ghalenoei menjalani turnamen di tengah situasi konflik negaranya dengan Amerika Serikat dan Israel.
Selain itu, Iran juga menghadapi kendala logistik selama turnamen. Lokasi pemusatan latihan dipindahkan dari Arizona ke Tijuana, Meksiko, sebelum kompetisi dimulai. Pembatasan perjalanan membuat mereka hanya diizinkan memasuki Amerika Serikat sehari sebelum dua pertandingan pertama dan harus langsung kembali ke Tijuana setelah laga selesai.
Aturan tersebut baru sedikit dilonggarkan menjelang pertandingan terakhir sehingga Iran bisa tiba dua hari lebih awal. Meski berhasil melewati berbagai tantangan dan mengakhiri fase grup tanpa kekalahan, kisah mereka harus berakhir pahit. Iran menjadi salah satu tim paling disayangkan di Piala Dunia 2026 karena gagal lolos ke babak gugur hanya akibat selisih gol.
*Halo sobat Medcom, buat kalian yang suka nonton bola dan nebak skor pertandingan, yuk ikutan lomba tebak skor Medcom.id yang akan hadir setiap hari dari fase grup hingga final. Nah, kita udah siapin hadiah menarik senilai jutaan rupiah buat kalian yang paling banyak menebak skor pertandingan dengan benar. So, tunggu apa lagi, yuk, daftar di sini.
(Muhammad Zaidan Rizky)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda