Jakarta: Bek timnas Inggris Harry Maguire mengatakan ayahnya mengalami cedera tulang rusuk dan kesulitan bernapas setelah terinjak-injak suporter saat terjadi keributan di Stadion Wembley sebelum final Euro 2020 melawan Italia.
Para pendukung sempat dikabarkan bentrok satu sama lain dan menjebol batas keamanan untuk menyerbu area perimeter Wembley sebelum Inggris kalah dari Italia lewat adu penalti pada Senin 12 Juli dini hari WIB.
Polisi Inggris mengungkapkan, terdapat 19 petugasnya yang terluka. Kemudian, 86 orang termasuk 53 orang suporter yang berada di TKP telah ditangkap.
Badan sepak bola Eropa UEFA membuka penyelidikan disipliner dan mendakwa Asosiasi Sepak Bola Inggris atas terjadinya keributan itu.
"Saya kira dia terlibat dalam penyerbuan dan menderita luka pada tulang rusuknya. Saya sudah berbicara dengannya, dan dia bilang menakutkan," kata Maguire kepada The Sun.
"Saya tak ingin ada yang mengalami hal itu saat menonton sepak bola, terutama final besar," tambahnya.
Beberapa hari lalu, FA menyatakan bakal melakukan tinjauan penuh terhadap pelanggaran keamanan dan mengutuk perilaku para penggemar yang memaksa memasuki stadion kala itu. (ANT)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan