"Saya tersanjung orang-orang membicarakan saya. Itu membuat saya bangga dan bahagia. Saya senang mendapat pengakuan dari pendukung klub tempat saya menghabiskan sebagian besar karier saya," tutur Motta kepada RMC Sport.
Motta memang bukan sosok asing bagi PSG. Pria 38 tahun itu memperkuat Les Parisiens pada 2012 hingga pensiun pada 2018.
Tapi pengalaman melatih Motta masih minim. Ia sempat melatih Genoa pada Oktober 2019, tapi dipecat dua bulan kemudian setelah 10 pertandingan.
Meski demikian, Motta pede bisa sukses di PSG. Menurutnya, strategi yang berusaha ia terapkan akan lebih sukses dengan pemain-pemain yang dimiliki PSG saat ini.
"Saya suka sepak bola menyerang. Tapi untuk memainkan sepak bola menyerang, anda harus dinamis, menciptakan ruang, dan mengambil risiko," ujar mantan gelandang Barcelona tersebut.
"Untuk membawa dinamisme ke dalam sepak bola, anda harus merebut bola dengan cepat. Ketika anda memiliki bola, anda dapat memilih apa yang harus dilakukan dan tim seperti PSG cocok dengan itu," tutup eks penggawa Inter Milan itu.
PSG dikabarkan sedang mencari sosok pelatih anyar sebagai pengganti Thomas Tuchel. Cekcok dengan manajemen soal transfer membuat posisi arsitek asal Jerman itu menjadi spekulasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News