Pertandingan yang berlangsung di kendang Nottingham Forest, City Ground Stadium diwarnai kontroversi pada babak pertama. Gelandang Forest, Elliot Anderson, lolos dari kartu merah usai melakukan tekel keras terhadap Ollie Watkins. Wasit João Pinheiro tidak memberikan sanksi, sementara tinjauan VAR berlangsung singkat sebelum insiden dinyatakan bukan merupakan pelanggaran yang serius.
Forest kemudian memastikan kemenangan melalui penalti hasil intervensi VAR yang sukses dieksekusi oleh Chris Wood.
Emery mengaku tidak mempermasalahkan keputusan penalti tersebut, tetapi mempertanyakan keputusan VAR yang tidak memberikan kartu merah kepada Anderson.
“Saya merasa sangat nyaman dengan cara wasit memimpin pertandingan selama 90 menit, tetapi setelah menonton tayangan VAR dengan Ollie Watkins... Ini adalah kesalahan besar,” ujar Emery, dikutip dari ESPN.
Eks pelatih Paris Saint-Germain tersebut menilai bahwa tekel yang dilakukan oleh Anderson tersebut sangat berbahaya dan berpotensi menyebabkan cedera serius bagi Watkins.
“Karena Ollie Watkins hampir mengalami patah pergelangan kaki dan VAR, itu adalah tanggung jawabnya dan saya tidak mengerti mengapa mereka tidak campur tangan,” ujarnya.
Emery juga menegaskan bahwa keselamatan pemain harus menjadi prioritas utama di setiap keputusan yang diambil dalam sebuah pertandingan.
“Yang terpenting adalah para pemain, satu tindakan seperti itu bisa menyebabkan pergelangan kakinya patah dan itu sangat, sangat jelas di VAR,” tegas Emery.
Pelatih asal Spanyol tersebut juga mempertanyakan konsistensi penggunaan teknologi VAR dalam sepak bola modern saat ini.
“VAR masuk akal jika adil. Saya menontonnya, saya tidak mengerti apa pun, dalam sepak bola saya telah menjadi pelatih selama 20 tahun dan terkadang mereka membuat kesalahan tetapi selalu keputusannya sangat ketat,” ungkapnya.
Dalam konferensi pers pascalaga, Emery kembali menegaskan dukungannya terhadap VAR, meski tetap mengkritik cara penggunaannya.
“Saya selalu mendukung VAR 100%, tetapi kita harus mengelola VAR dengan baik dan dengan cara yang benar,” tambahnya.
Pelatih berusia 54 tahun itu pun menutup kritiknya dengan mempertanyakan kesalahan keputusan wasit VAR yang dianggapnya sangat jelas dalam pertandingan tersebut.
“Tindakan seperti itu tidak masuk akal karena sangat jelas, tidak ada keraguan, di mana letak keraguannya? Di mana VAR, di mana wasitnya? Gila,” pungkasnya.
(Muhammad Zaidan Rizky)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News