Pemain Górnik Zabrze, Lukas Podolski (Foto: Instagram @lukaspodolski)
Pemain Górnik Zabrze, Lukas Podolski (Foto: Instagram @lukaspodolski)

Podolski Bawa Górnik Zabrze Akhiri Puasa Gelar Selama 54 Tahun

Alfa Mandalika • 03 Mei 2026 15:09
Ringkasnya gini..
  • Górnik Zabrze mencetak sejarah dengan menjuarai Piala Polandia 2026 setelah menunggu selama 54 tahun.
  • Lukas Podolski menjadi sosok kunci dalam kemenangan ini sekaligus mewujudkan mimpinya bersama klub masa kecil.
  • Emosi haru menyelimuti sang pemain yang menangis usai memastikan trofi bersejarah tersebut.
Warsaw: Sejarah sepak bola Polandia tercipta saat Górnik Zabrze berhasil meraih gelar Piala Polandia 2026. Kemenangan ini mengakhiri paceklik gelar selama 54 tahun bagi klub tersebut.
 
Pada laga final yang digelar di PGE Narodowy, Sabtu, 2 Mei 2026, Górnik tampil efektif dan menundukkan Raków Częstochowa dengan skor 2-0. Hasil ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan panjang klub di kompetisi domestik.
 
Podolski Wujudkan Mimpi Masa Kecil
 
Sorotan utama tertuju pada Lukas Podolski yang menjadi simbol emosional kemenangan ini. Pada usia 41 tahun, Podolski terlihat menangis di lapangan saat merayakan keberhasilan timnya.
 
Bagi Podolski, trofi ini memiliki makna khusus. Ia lahir di Gliwice, wilayah yang dekat dengan Zabrze, dan sejak kecil telah menjadi pendukung setia Górnik. Kepulangannya ke Polandia pada 2021 bukan sekadar melanjutkan karier, tetapi untuk mewujudkan ambisi membawa klub masa kecilnya meraih kejayaan.
  Perjalanan Karier dan Ambisi Terakhir
 
Sebelum kembali ke Polandia, Podolski memiliki karier gemilang di Eropa bersama klub-klub besar seperti Arsenal dan Bayern Munich. Ia juga merupakan bagian dari skuad Timnas Jerman yang menjuarai Piala Dunia FIFA 2014.
 
Podolski berulang kali menyatakan bahwa membawa Górnik meraih trofi besar merupakan ambisi profesional terakhirnya. Momen di PGE Narodowy menjadi puncak perjalanan tersebut, sekaligus menandai akhir penantian panjang klub selama setengah abad.
 
Usai peluit panjang dibunyikan, Podolski tak mampu menahan air mata. Ia dipeluk oleh rekan-rekan setimnya dalam suasana haru. Kemenangan ini tidak hanya menjadi milik klub, tetapi juga kisah personal seorang pemain yang kembali ke tanah kelahirannya untuk menuntaskan mimpinya.
 
(Muhammad Zaidan Rizky)

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ASM)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan