Permintaan maaf tersebut disampaikan dalam rapat Dewan FIFA di Zurich, Swiss, pada Kamis, 15 Oktober 2026. Infantino mengakui adanya kesalahan dalam penanganan proposal FFE, tetapi menegaskan rencana itu belum pernah menjadi keputusan final.
Sementara itu, sejumlah pejabat sepak bola Eropa menilai penjelasannya belum menjawab persoalan mendasar di balik kontroversi tersebut.
Infantino Akui Kesalahan dalam Proposal Investasi FIFA
Kontroversi FFE mencuat setelah rencana pembentukan entitas baru untuk mengelola kepentingan komersial FIFA mendapat penolakan dari sejumlah pemangku kepentingan sepak bola, terutama di Eropa.
Proposal tersebut dirancang untuk mengelola hak komersial kompetisi FIFA, termasuk Piala Dunia, sekaligus membuka peluang bagi investor swasta untuk mengambil kepemilikan saham minoritas.
FIFA menyatakan langkah itu bertujuan meningkatkan pendapatan komersial agar investasi untuk pengembangan sepak bola di seluruh dunia dapat diperbesar.
Namun, proses penyusunan dan komunikasi rencana tersebut menuai kritik. Sejumlah pihak mempertanyakan transparansi, mekanisme konsultasi, serta keterlibatan Dewan FIFA dalam pengambilan keputusan.
Dalam video yang dipublikasikan FIFA setelah rapat Dewan FIFA, Infantino secara terbuka menyampaikan permintaan maaf.
“Pertama-tama, saya meminta maaf atas kesalahan yang kami lakukan terkait proses komunikasi dan konsultasi mengenai proyek FIFA Forward Enterprise, yang kemudian menimbulkan banyak konsekuensi,” kata Infantino.
“Namun, yang penting untuk diingat adalah bahwa itu merupakan sebuah proposal dan sama sekali belum menjadi kesepakatan final,” tambahnya.
Infantino menjelaskan bahwa tujuan FFE adalah memungkinkan FIFA meningkatkan investasi bagi asosiasi anggotanya, bukan menggantikan dukungan yang sudah tersedia melalui sumber pendanaan sebelumnya.
Meski demikian, proposal tersebut akhirnya ditarik secara permanen setelah mendapat penolakan luas. FIFA memastikan FFE tidak akan diajukan kembali dalam bentuk apa pun.
Pejabat Inggris dan Jerman Belum Puas
Permintaan maaf Infantino belum meredakan seluruh kritik. Sejumlah pejabat sepak bola Eropa menilai persoalan utama bukan hanya cara proposal FFE dikomunikasikan, melainkan juga kurangnya transparansi dan jawaban atas pertanyaan yang telah diajukan.
Ketua Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB), Bernd Neuendorf, mengaku kecewa setelah mengikuti rapat tersebut.
“Kami mengajukan banyak pertanyaan kritis, tetapi dari sudut pandang saya, tidak ada jawaban yang memuaskan,” kata Neuendorf.
Ia juga menyerukan pembaruan menyeluruh dalam tata kelola FIFA. Menurut Neuendorf, reformasi organisasi yang dibutuhkan tidak dapat berjalan dengan baik jika Infantino tetap memimpin.
Sikap serupa disampaikan Ketua Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA), Debbie Hewitt, yang juga merupakan salah satu wakil presiden FIFA.
Hewitt menilai Infantino masih harus menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan para anggota Dewan FIFA. Ia bahkan mempertanyakan kelayakan Infantino untuk terus memimpin organisasi tersebut apabila jawaban yang diminta tidak diberikan.
Kritik itu memperlihatkan bahwa permintaan maaf belum sepenuhnya memulihkan kepercayaan sebagian pemangku kepentingan, terutama dari Eropa.
FIFA Usulkan Dana Pengembangan USD6,35 Miliar
Di tengah polemik FFE, FIFA mengusulkan peningkatan investasi untuk pengembangan sepak bola global melalui program baru bernama FIFA Surplus Solidarity Programme.
Total dana yang diusulkan mencapai USD6,35 miliar untuk periode 2027–2030. Program ini dirancang untuk mendukung 211 asosiasi anggota FIFA, konfederasi, serta pemangku kepentingan sepak bola lainnya.
Dalam skema tersebut, setiap asosiasi anggota FIFA diusulkan menerima dana hingga USD25 juta selama empat tahun. Nilai itu meningkat dibandingkan alokasi USD10 juta yang disebut dalam skema sebelumnya.
FIFA menilai peningkatan tersebut dimungkinkan oleh hasil komersial Piala Dunia 2026 yang melibatkan 48 tim dan diselenggarakan di Amerika Serikat, Meksiko, serta Kanada.
FIFA memperkirakan surplus keuangan untuk siklus 2023–2026 berada di kisaran USD5,2 miliar hingga USD5,6 miliar. Angka tersebut masih berupa proyeksi dan belum diaudit.
Meski demikian, rencana pendanaan USD6,35 miliar belum dapat dianggap sebagai dana yang sudah disetujui atau dicairkan. Rincian program masih harus diselesaikan dan diajukan melalui mekanisme persetujuan FIFA.
Melalui rencana tersebut, FIFA berupaya menunjukkan komitmen untuk memperluas dukungan terhadap asosiasi anggota, terutama dalam pengembangan infrastruktur, pembinaan pemain, serta peningkatan kualitas sepak bola di berbagai negara.
Tata Kelola FIFA Ikut Dievaluasi
Selain membahas proposal investasi dan pendanaan, Dewan FIFA menyepakati pembentukan kelompok kerja untuk mengevaluasi kerangka tata kelola organisasi.
FIFA juga menugaskan komite terkait untuk meninjau prosedur disipliner dan FIFA Peace Prize. Evaluasi tersebut menjadi bagian dari respons organisasi terhadap sejumlah kontroversi yang melibatkan kepemimpinan Infantino.
Salah satu persoalan lain yang mendapat sorotan adalah keputusan terkait hukuman pemain Amerika Serikat, Folarin Balogun, pada Piala Dunia 2026. FIFA menyatakan prosedur disipliner akan ditinjau setelah muncul kontroversi mengenai keputusan yang diambil dalam kasus tersebut.
Pemberian FIFA Peace Prize kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga menuai kritik dari sejumlah pihak. FIFA menyatakan komite terkait akan mengevaluasi penghargaan tersebut.
Rangkaian evaluasi ini menunjukkan bahwa tekanan terhadap FIFA tidak hanya berkaitan dengan proposal FFE, tetapi juga menyangkut transparansi dan mekanisme pengambilan keputusan organisasi.
Infantino Hadapi Tekanan Jelang Pemilihan Presiden FIFA
Kontroversi FFE menjadi tantangan bagi Infantino menjelang pemilihan presiden FIFA pada Maret 2027. Ia telah memimpin organisasi tersebut sejak 2016 dan berencana kembali mencalonkan diri.
Sejumlah asosiasi sepak bola Eropa menyuarakan ketidakpuasan terhadap kepemimpinannya. Di sisi lain, Infantino masih mendapat dukungan dari sejumlah anggota FIFA, sehingga dinamika menjelang pemilihan diperkirakan akan terus berkembang.
Permintaan maaf dan rencana peningkatan dana pengembangan menjadi dua langkah yang diambil FIFA di tengah tekanan tersebut. Namun, keberhasilan langkah itu dalam memulihkan kepercayaan akan bergantung pada keterbukaan organisasi dan tindak lanjut terhadap pertanyaan para anggotanya.
Untuk saat ini, FIFA telah memastikan proposal FFE tidak dilanjutkan. Fokus berikutnya adalah penyelesaian rencana pendanaan baru dan evaluasi tata kelola yang diharapkan dapat memperkuat kepercayaan terhadap badan sepak bola dunia tersebut.