Piala Dunia 1966 di Inggris menghadirkan banyak kontroversi, mulai dari piala yang hilang hingga gol hantu di partai final yang membuat Inggris juara (Ilustrasi: ChatGPT)
Piala Dunia 1966 di Inggris menghadirkan banyak kontroversi, mulai dari piala yang hilang hingga gol hantu di partai final yang membuat Inggris juara (Ilustrasi: ChatGPT)

Sejarah Piala Dunia 1966: Dari Misteri Hilangnya Trofi Juara Hingga Gol Hantu di Wembley

Friko Simanjuntak • 08 Juni 2026 18:50
Ringkasnya gini..
  • Piala Dunia 1966 digelar di Inggris yang notabene diklaim sebagai negara pencipta olahraga populer tersebut.
  • Piala Dunia 1966 sempat dihebohkan dengan berita yang menyebutkan trofi Piala Dunia hilang dan ditemukan oleh seekor anjing.
  • Laga final Piala Dunia 1966 antara Inggris dengan Jerman Barat berakhir dengan kontroversi menyusul gol hantu yang membuat Inggris meraih trofi Piala Dunia pertamanya.

Medcom.id - Piala Dunia 1966 yang digelar di Inggris adalah momen ketika sepak bola resmi "pulang ke rumahnya". Sebagai negara yang melahirkan aturan sepak bola modern, Inggris memikul beban ekspektasi yang luar biasa besar dari publik dan kerajaan mereka untuk menjadi yang terbaik di dunia.
 
Namun, sejarah mencatat bahwa edisi kedelapan ini tidak hanya diingat karena keberhasilan taktis tim tuan rumah, melainkan karena serangkaian drama di luar nalar yang terjadi bahkan sebelum bola pertama kali ditendang.
 

Skandal Hilangnya Trofi Jules Rimet dan Detektif Berkaki Empat


Empat bulan sebelum turnamen dimulai, publik Inggris dibuat malu setengah mati. Trofi emas asli Piala Dunia, Jules Rimet, dipamerkan di Westminster Central Hall, London. Tragisnya, meski dijaga ketat, trofi tersebut dicuri dari lemari pajangan pada 20 Maret 1966.
 
Kepolisian London (Scotland Yard) dikerahkan habis-habisan, namun pencarian menemui jalan buntu. Publik mulai panik membayangkan turnamen tanpa trofi juara.

 


 
Tujuh hari kemudian, keajaiban datang dari arah yang tak terduga. Seorang warga bernama David Corbett sedang berjalan-jalan di kawasan London Selatan bersama anjing peliharaannya yang bernama Pickles.
 
Pickles mendadak mengendus-endus sebuah bungkusan koran tua di bawah semak-semak pagar rumah. Ketika Corbett membukanya, ia terkejut melihat trofi Jules Rimet yang hilang ada di dalamnya.Sang detektif empat kaki seketika dinobatkan sebagai pahlawan nasional. Ia diberi hadiah pasokan makanan anjing gratis seumur hidup dan diundang ke pesta perayaan juara resmi bersama skuad Timnas Inggris.

Kejutan Magis Korea Utara Mengguncang Dunia


Dari sisi teknis lapangan, kejutan terbesar abad ini lahir dari kaki para pemain Korea Utara. Datang sebagai tim misterius yang sama sekali tidak diperhitungkan, Korea Utara justru menciptakan salah satu sensasi underdog terbesar dalam sejarah sepak bola.
 
Di fase grup, mereka secara mengejutkan mengalahkan raksasa Italia dengan skor 1-0 lewat gol tunggal Pak Do-ik. Hasil ini membuat skuad Italia yang bertabur bintang harus pulang lebih awal dan dilempari tomat busuk oleh suporter mereka sendiri saat tiba di bandara Roma.
 
Kejutan Korea Utara berlanjut di babak perempat final melawan Portugal. Hanya dalam waktu 25 menit babak pertama, Korea Utara sudah memimpin 3-0! Sayangnya, dongeng indah mereka harus dihentikan oleh kejeniusan Eusebio, striker legendaris Portugal berjuluk The Black Panther, yang mengamuk dengan mencetak 4 gol untuk membalikkan keadaan menjadi 5-3.
 

Kontroversi Abadi "Gol Hantu" di Final Wembley


Laga final mempertemukan dua musuh bebuyutan: Inggris vs Jerman Barat di Stadion Wembley yang dihadiri langsung oleh Ratu Elizabeth II. Pertandingan berjalan sangat sengit dan berakhir imbang 2-2 di waktu normal, memaksa laga berlanjut ke babak perpanjangan waktu.
 
Pada menit ke-101, momen paling diperdebatkan dalam sejarah sepak bola terjadi. Penyerang Inggris, Geoff Hurst, melepaskan tembakan keras. Bola kemudian membentur bagian bawah mistar gawang Jerman Barat, memantul ke bawah menumbuk tanah, lalu memantul keluar dan disapu bek lawan.
 
Perdebatan terjadi. Pemain Inggris merayakan gol, sementara pemain Jerman Barat bersikeras bola belum melewati garis gawang. Wasit utama Gottfried Dienst (Swiss) pun kebingungan untuk mengambil keputusan. Ia akhirnya berkonsultasi dengan hakim garis, Tofiq Bahramov (Uni Soviet) yang kemudian dengan yakin menunjuk titik putih.
 
Gol kontroversial ini meruntuhkan mental Jerman Barat. Di menit akhir, Geoff Hurst mencetak satu gol tambahan untuk melengkapi kemenangan Inggris menjadi 4-2, sekaligus mencatatkan dirinya sebagai pemain pertama dalam sejarah yang mencetak hat-trick di final Piala Dunia.
 
Perdebatan mengenai apakah bola tendangan Hurst benar-benar sudah melewati garis gawang atau belum terus bergulir selama puluhan tahun. Pada era modern, analisis video digital dan teknologi simulasi komputer tiga dimensi menunjukkan bahwa bola tersebut sebenarnya belum sepenuhnya melewati garis gawang.
 

Fakta Piala Dunia 1966


Tuan Rumah: Inggris
Juara: Inggris (Gelar ke-1 dan satu-satunya hingga kini)
Runner-up: Jerman Barat
Top Scorer: Eusébio (Portugal) – 9 Gol
Maskot Pertama: Edisi 1966 menjadi pelopor penggunaan maskot resmi turnamen sepanjang sejarah Piala Dunia, memperkenalkan singa ikonik bernama World Cup Willie.
Boikot Afrika: Tidak ada satu pun perwakilan benua Afrika yang tampil karena mereka memilih memboikot turnamen sebagai bentuk protes terhadap keputusan FIFA yang tidak memberikan jatah lolos otomatis langsung untuk zona Afrika.


 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ACF)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan