Tugas Ten Hag sebagai Direktur Teknik FC Twente mulai efektif pada Februari mendatang. Dia dikontrak hingga 2028 dan akan mulai menjalani tugas penuh pada awal musim depan. Bagi pelatih berusia 55 tahun itu, kembali Twente bukan sekadar keputusan profesional, melainkan perjalanan emosional yang sarat makna.
"Menurut saya, ini sesuatu yang indah dan istimewa bisa kembali ke FC Twente, klub yang sudah saya dukung sejak kecil di Het Diekman," ujar Ten Hag seperti dilansir Antara dari laman resmi klub, Rabu (7/1/2026).
FC Twente adalah tempat Ten Hag mengawali sekaligus menutup kariernya sebagai pemain profesional. Tercatat, ia menjalani tiga periode sebagai pemain klub asal Enschede tersebut sebelum akhirnya beralih ke dunia kepelatihan. Dari sanalah fondasi pemahaman sepak bola dan nilai profesionalisme dibentuk, sesuatu yang kini ingin ia kembalikan kepada klub yang membesarkan namanya.
Baca juga: Terungkap, Ini Alasan MU Pecat Ruben Amorim
Dengan pengalaman panjang di level elite Eropa, Ten Hag datang membawa misi besar. Ia menekankan pentingnya pengembangan pemain muda, pembentukan tim yang solid, serta pembangunan budaya olahraga berstandar tinggi.
"Dengan pengalaman saya dalam pengembangan pemain muda, pembentukan tim, dan budaya olahraga elite, saya ingin memperkuat fondasi teknis FC Twente bersama Dewan Pengawas, manajemen, dan staf agar klub ini dapat secara berkelanjutan mewujudkan potensinya sebagai kebanggaan regional," tutur Ten Hag.
Kepulangan Ten Hag ke Belanda terjadi setelah fase karier yang penuh dinamika. Ia sempat ditunjuk sebagai pelatih Bayer Leverkusen, namun hanya bertahan tiga pertandingan sebelum dipecat pada September tahun lalu. Itu terjadi setelah Ten Hag diberhentikan lebih dulu oleh Manchester United pada Oktober 2024.
Selama hampir dua setengah tahun menangani Setan Merah, Ten Hag sempat menghadirkan secercah harapan dengan mempersembahkan Piala Liga Inggris 2022 dan Piala FA 2023. Namun, performa inkonsisten di liga membuat MU hanya finis di posisi kedelapan Premier League musim 2022/2023. Situasi memburuk pada awal musim berikutnya ketika MU terpuruk di peringkat ke-14 klasemen sementara setelah hanya meraih tiga kemenangan dari sembilan laga.
Padahal sebelum berkarier di Inggris, Ten Hag dikenal sebagai pelatih yang sukses bersama Ajax Amsterdam. Sebab, dalam empat setengah tahun masa tugasnya, Ten Hag mampu mengantarkan Ajax meraih tiga gelar liga Belanda dan mencatatkan prestasi bersejarah dengan menembus semifinal Liga Champions 2018/2019.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News