Pierre-Emerick Aubameyang pensiun dari timnas Gabon. (Foto: IG resmi Pierre-Emerick Aubameyang)
Pierre-Emerick Aubameyang pensiun dari timnas Gabon. (Foto: IG resmi Pierre-Emerick Aubameyang)

Merasa Dipermalukan Negaranya, Aubameyang Pilih Pensiun dari Timnas Gabon

Kautsar Halim • 02 September 2026 23:25
Ringkasnya gini..
  • Pierre-Emerick Aubameyang memutuskan meninggalkan Timnas Gabon setelah merasa dipermalukan usai kegagalan di Piala Afrika 2025.
  • Aubameyang sempat dicoret dan kemudian dipanggil kembali setelah pemerintah Gabon mencabut sanksi terhadap dirinya.
  • Aubameyang pergi sebagai top skor sepanjang masa Gabon dengan 40 gol dari 83 penampilan internasional.
Jakarta: Pierre-Emerick Aubameyang memutuskan mengakhiri kiprahnya bersama Timnas Gabon. Striker 37 tahun itu merasa dipermalukan setelah sempat disingkirkan dan kemudian dikembalikan ke skuad menyusul kegagalan Gabon di Piala Afrika 2025.

Aubameyang mengungkapkan keputusan tersebut dalam wawancara televisi yang ditayangkan Canal+ pada Selasa (1/9/2026). Ia mengaku kecewa dengan perlakuan yang diterimanya setelah Gabon tersingkir di fase grup Piala Afrika 2025 di Maroko.

"Mereka mempermalukan dan mencemarkan nama baik saya, meski saya bermain di Piala Afrika dalam kondisi cedera," kata Aubameyang.

"Ini adalah tetes terakhir yang membuat kesabaran saya habis. Saya memilih berhenti sampai di sini," lanjutnya.
 

Aubameyang Disalahkan atas Kegagalan Gabon


Keputusan Aubameyang tidak terlepas dari polemik yang muncul setelah perjalanan buruk Gabon di Piala Afrika 2025.

Gabon gagal meraih satu poin pun setelah menelan tiga kekalahan beruntun di Grup F. Mereka kalah dari Kamerun dan Mozambik sebelum kembali takluk 2-3 dari Pantai Gading pada pertandingan terakhir. 

Kegagalan tersebut membuat pemerintah Gabon mengambil tindakan keras. Tim nasional sempat ditangguhkan, staf pelatih dibubarkan, sementara Aubameyang dan bek senior Bruno Ecuele Manga dikeluarkan dari skuad.

Presiden Gabon, Brice Clotaire Oligui Nguema, bahkan menyebut kegagalan tersebut sebagai sesuatu yang melemahkan identitas nasional negara.

Situasi itu kemudian memicu kontroversi karena Aubameyang merasa dirinya dijadikan salah satu pihak yang bertanggung jawab atas kegagalan Gabon.

"Saya pikir, masalah tim nasional jauh lebih dalam daripada sosok kecil seperti saya," ujar mantan bintang Arsenal tersebut. 
 

Sempat Dicoret, Aubameyang Kemudian Dipanggil Lagi


Menariknya, keputusan menyingkirkan Aubameyang tidak bertahan lama. Pada Januari 2026, Federasi Sepak Bola Gabon mencabut sanksi pemerintah terhadap Timnas Gabon sekaligus mengakhiri hukuman terhadap Aubameyang dan Ecuele Manga. 

Keduanya kembali tersedia untuk tim nasional, meski staf pelatih tetap diberhentikan. Namun bagi Aubameyang, hubungan tersebut tampaknya sudah telanjur rusak.

Setelah sempat kembali memperkuat Gabon, ia kini memilih mundur secara definitif. Keputusan itu menjadi akhir pahit dari perjalanan panjang Aubameyang bersama negara yang selama bertahun-tahun menjadikannya ikon sepak bola.
 

Aubameyang Pensiun sebagai Top Skor Gabon


Aubameyang meninggalkan Timnas Gabon dengan status sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Les Pantheres.

Menurut laporan AFP yang dikutip sejumlah media, Aubameyang telah mencetak 40 gol dalam 83 penampilan untuk Gabon. Ia juga menjadi salah satu pemain paling penting dalam sejarah sepak bola negara tersebut.

Bahkan pada Oktober 2025, tidak lama sebelum Piala Afrika, Aubameyang masih menunjukkan ketajamannya. Ia mencetak empat gol ketika Gabon mengalahkan Gambia 4-3 dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026. FIFA mencatat performa tersebut sebagai salah satu penampilan paling impresif dalam perjalanan kualifikasi zona Afrika. 

Karier internasionalnya kini berakhir dengan cerita yang jauh dari ideal. Bukan perpisahan dengan seremoni besar, melainkan keputusan yang diambil setelah Aubameyang merasa perlakuan terhadap dirinya sudah melewati batas.
 

Gabon Harus Memulai Era Baru


Kepergian Aubameyang menjadi kehilangan besar bagi Gabon. Pelatih baru Sebastien Migne kini harus menyiapkan tim tanpa pemain yang selama bertahun-tahun menjadi wajah sekaligus sumber gol utama Les Pantheres.

Gabon dijadwalkan menghadapi rangkaian pertandingan kualifikasi Piala Afrika berikutnya pada bulan ini. Mereka berada di Grup A bersama Maroko, Niger, dan Lesotho. 

Setelah bertahun-tahun menjadi tumpuan, Aubameyang akhirnya memilih menutup babak tersebut. Ia pergi sebagai pencetak gol terbanyak Gabon, tetapi sangat kecewa dengan perlakuan pemerintah negaranya setelah kegagalan di Piala Afrika 2025.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(KAH)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan