Keputusan tersebut diumumkan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) melalui laman resminya pada Jumat, 6 November 2026. Langkah ini diambil setelah mempertimbangkan penundaan Piala Asia 2027 dan perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah.
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, memastikan periode FIFA Matchday November tetap dimanfaatkan untuk menjaga kesinambungan persiapan tim. Fokus utamanya adalah memperkuat kedalaman skuad sekaligus membangun fondasi permainan yang lebih solid.
"Menyusul penundaan Piala Asia AFC serta mempertimbangkan eskalasi situasi regional di Timur Tengah, kami memutuskan untuk tidak melanjutkan agenda pertandingan yang sebelumnya direncanakan di kawasan tersebut," ujar Herdman dalam keterangan resmi PSSI.
"Kami akan memanfaatkan periode FIFA Matchday November untuk menggelar pemusatan latihan selama tujuh hari di Bali, dengan fokus pada penguatan kedalaman skuad dan melanjutkan persiapan menuju Kualifikasi Piala Dunia," lanjutnya.
Timnas Indonesia Batal Hadapi Yordania
Keputusan menggelar TC di Bali membuat Timnas Indonesia tidak melanjutkan agenda pertandingan yang sebelumnya direncanakan pada FIFA Matchday November.
Salah satu pertandingan yang batal adalah duel melawan Timnas Yordania. Kedua negara semula dijadwalkan bertemu pada 13 November 2026 di Amman, Yordania.
Namun, meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah membuat PSSI mempertimbangkan kembali rencana tersebut. Faktor keamanan menjadi pertimbangan penting sebelum memutuskan keberangkatan skuad Garuda.
PSSI sebelumnya juga sempat menjajaki kemungkinan menghadapi Hong Kong sebagai alternatif lawan. Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, bahkan mengungkapkan bahwa komunikasi dengan federasi sepak bola Hong Kong masih dilakukan.
Akan tetapi, hingga pengumuman pemusatan latihan di Bali disampaikan, belum ada kesepakatan pertandingan yang dapat direalisasikan.
Dengan demikian, Timnas Indonesia memilih mengalihkan agenda pertandingan menjadi program latihan terpusat selama jeda internasional 9-17 November 2026.
John Herdman Beri Kesempatan Pemain Baru
Salah satu hal menarik dari program TC di Bali adalah rencana John Herdman mengombinasikan pemain dari skuad utama dengan sejumlah pemain baru.
Kesempatan tersebut menjadi bagian dari proses evaluasi pelatih asal Inggris itu dalam mencari komposisi terbaik Timnas Indonesia.
Herdman ingin melihat secara langsung kemampuan para pemain, termasuk potensi wajah-wajah baru yang berpeluang memperkuat skuad Garuda pada agenda internasional berikutnya.
Selain mengevaluasi kualitas individu, pemusatan latihan juga akan dimanfaatkan untuk memperdalam pemahaman taktik dan meningkatkan kerja sama antarpemain.
"Kami akan melibatkan kombinasi pemain dari skuad utama dan sejumlah pemain baru. Ini menjadi kesempatan untuk mengevaluasi potensi mereka, memperdalam pemahaman taktik, serta memperkuat kerja sama antarpemain dalam tim nasional," kata Herdman.
Program tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran lebih lengkap kepada tim pelatih mengenai kedalaman skuad yang dimiliki Indonesia.
Dengan begitu, Herdman memiliki lebih banyak opsi pemain untuk membangun tim yang kompetitif dalam menghadapi turnamen mendatang.
Fokus Persiapan Piala Asia dan Kualifikasi Piala Dunia 2030
Pemusatan latihan di Bali juga menjadi bagian dari persiapan jangka panjang Timnas Indonesia menghadapi sejumlah agenda penting.
Salah satunya adalah Piala Asia 2027 yang mengalami perubahan jadwal penyelenggaraan. Penundaan turnamen tersebut membuat program persiapan Timnas Indonesia turut mengalami penyesuaian.
Di sisi lain, skuad Garuda juga mulai diarahkan untuk menghadapi Kualifikasi Piala Dunia 2030 zona Asia yang dijadwalkan bergulir pada 2027.
Karena itu, FIFA Matchday November tetap memiliki arti penting meskipun tidak diisi pertandingan internasional.
PSSI berharap program latihan selama tujuh hari di Bali dapat membantu meningkatkan kualitas permainan, memperkuat kedalaman skuad, serta membangun kekompakan tim.
Bagi Herdman, kesempatan tersebut juga menjadi momentum untuk mengenali lebih jauh potensi pemain yang bisa menjadi bagian dari proyek jangka panjang Timnas Indonesia.