Sejarah Piala Dunia 2022, Messi vs Argentina menghadirkan final yang luar biasa terutama pertarungan dua individu, lionel messi dan mbappe (Ilustrasi: ChatGPT)
Sejarah Piala Dunia 2022, Messi vs Argentina menghadirkan final yang luar biasa terutama pertarungan dua individu, lionel messi dan mbappe (Ilustrasi: ChatGPT)

Sejarah Final Piala Dunia 2022: Final “Gila” Messi vs Mbappe

Friko Simanjuntak • 22 Juni 2026 16:30
Ringkasnya gini..
  • Piala Dunia 2022 di Qatar dikenal bersejarah karena untuk pertama kali dimainkan di kawasan Arab, stadion ber AC dan di bulan November-Desember.
  • Timnas Argentina keluar sebagai juara usai menaklukkan Prancis di laga final yang sengit dan disebut-sebut salah satu yang terbaik sepanjang sejarah.
  • Cristiano Ronaldo juga berhasil mencetak rekor di Piala Dunia 2022 dengan menjadi pemain pertama yang sukses mencetak gol di lima edisi Piala Dunia beruntun.
Medcom.id - Piala Dunia 2022 di Qatar adalah edisi penuh terobosan yang menuntut dunia sepak bola untuk beradaptasi. Ini adalah kali pertama dalam sejarah turnamen sepak bola terbesar bumi digelar di tanah Arab dan kawasan Timur Tengah.
 
Menolak tunduk pada tradisi, Piala Dunia edisi ke-22 ini juga menjadi yang pertama kalinya dimainkan di musim dingin (November–Desember) demi menghindari suhu panas ekstrem gurun pasir Qatar, sebuah keputusan yang sempat memicu perdebatan sengit di liga-liga top Eropa.
 
Namun, begitu peluit pertama dibunyikan di stadion-stadion megah bertenaga pendingin udara buatan, Qatar 2022 bermutasi menjadi sebuah teater drama yang luar biasa intens. Turnamen ini menyuguhkan dongeng bersejarah benua Afrika, keruntuhan para raksasa, hingga puncaknya: sebuah pertunjukan final bergaya rollercoaster yang menasbihkan akhir paling agung bagi sang raja sepak bola modern.

Kejutan Singa Atlas dan Runtuhnya Tatanan Tradisional

Sama seperti edisi-edisi sebelumnya, kejutan langsung meledak di hari-hari awal fase grup. Argentina, yang datang dengan rekor 36 laga tak terkalahkan, secara mengejutkan ditumbangkan oleh Arab Saudi dengan skor 2-1 di laga perdana. Di grup lain, tim bertabur bintang Jerman dan Belgia secara tragis harus angkat koper lebih awal sejak fase grup.

Pusat romansa turnamen kali ini sepenuhnya dicuri oleh Maroko. Dijuluki The Atlas Lions (Singa Atlas), Maroko bertransformasi menjadi benteng pertahanan paling kokoh di bawah asuhan Walid Regragui.
 
Didukung oleh gemuruh suporter Arab di stadion, Maroko menorehkan tinta emas yang sangat sakral: menjadi negara Afrika dan Arab pertama dalam sejarah yang mampu menembus babak semifinal Piala Dunia. Langkah heroik mereka dilalui dengan menyingkirkan raksasa-raksasa Eropa.
 
Babak 16 Besar: Menahan imbang Spanyol sebelum mempermalukan mereka di babak adu penalti lewat aksi heroik kiper Yassine Bounou.
Perempat Final: Menumbangkan Portugal 1-0 lewat sundulan terbang Youssef En-Nesyri, yang sekaligus menyudahi mimpi Piala Dunia seorang Cristiano Ronaldo dengan tetesan air mata di lorong stadion.

120 Menit Babak Final yang Gila

Laga final yang digelar di Stadion Ikonik Lusail pada tanggal 18 Desember 2022 mempertemukan Argentina vs Prancis. Laga ini bukan sekadar benturan dua negara peraih dua bintang, melainkan panggung takdir antara dua generasi jenius yang bermain di klub yang sama: Lionel Messi yang mencari kepingan puzzle terakhir dalam karier agungnya, melawan Kylian Mbappé, sang pangeran baru yang ingin mempertahankan takhta dunia.
 
Pertandingan berjalan berat sebelah di 75 menit pertama. Argentina tampil spartan dan unggul nyaman 2-0 lewat penalti Lionel Messi dan penyelesaian klinis Ángel Di María. Prancis tampak loyo dan bahkan tidak mencatatkan satu pun tembakan ke gawang. Publik mengira laga akan selesai dengan mudah.
 
Namun, apa yang terjadi di sisa waktu pertandingan adalah sebuah kegilaan taktis dan mentalitas yang belum pernah terlihat di final mana pun.
 
Mbappe memimpin kegilaan Prancis di 10 menit pertandingan tersisa. Bayangkan, raut wajah para pemain Argentina yang tadinya santai, langsung berganti tegang lantaran Mbappe mencetak dua gol kilat yang terjadi hanya dalam tempo 97 detik!
 
Drama tak sampai di situ. Di babak extra time, Mbappe kembali menunjukkan kematangannya setelah mencetak hattrick di menit ke-118 untuk membalas gol Messi sepuluh menit sebelumnya. Skor 3-3 membuat laga berlanjut ke babak adu penalti. Inilah yang kemudian membuat banyak orang menyebut final Piala Dunia 2022 antara Argentina vs Prancis adalah yang terbaik sepanjang sejah Piala Dunia.

Provokasi Emiliano Martinez

Dalam drama tos-tosan, keberuntungan Mbappe dan Prancis akhirnya berakhir. Ketenangan mental Argentina dan aura provokatif Emiliano Martínez terbukti menjadi pembeda. Martínez berhasil menepis tendangan Kingsley Coman, sementara sepakan Aurélien Tchouaméni melebar ke samping gawang.
 
Di sisi lain, seluruh empat eksekutor Argentina; Lionel Messi, Leandro Paredes, Gonzalo Montiel, dan Paulo Dybala, menjalankan tugasnya dengan dingin tanpa cela. Ketika sepakan Montiel menggetarkan jala gawang Hugo Lloris, Argentina resmi keluar sebagai Juara Dunia 2022 dengan kemenangan adu penalti 4-2. Lionel Messi jatuh berlutut di tengah lapangan sambil dipeluk rekan-rekan setimnya.

Messi The GOAT

Saat upacara penyerahan piala, Messi dipakaikan jubah tradisional Arab berwarna hitam transparan berlapis emas bernama Bisht oleh Emir Qatar sebelum mengangkat tinggi FIFA World Cup Trophy ke langit Lusail.
 
Dengan raihan trofi emas ini, perdebatan panjang mengenai siapa pemain terbaik di era modern resmi berakhir. Messi menuntaskan takdirnya, menyandingkan dirinya dengan Diego Maradona, dan menobatkan dirinya sebagai GOAT (Greatest of All Time) sejati di panggung sepak bola dunia.

Fakta Piala Dunia 2022

Tuan Rumah: Qatar
Juara: Argentina (Gelar ke-3)
Runner-up: Prancis
Top Scorer: Kylian Mbappé (Prancis) – 8 Gol (Termasuk hat-trick di final)
 
Turnamen Paling Subur: Edisi Qatar 2022 resmi memecahkan rekor sebagai Piala Dunia dengan jumlah gol terbanyak sepanjang sejarah, yaitu menghasilkan total 172 gol sepanjang turnamen, melewati rekor 171 gol yang tercipta pada edisi 1998 dan 2014.
 
Fakta Unik: Kapten Portugal, Cristiano Ronaldo, mengukir rekor individu yang unik di fase grup dengan menjadi manusia pertama yang mampu mencetak gol di lima edisi Piala Dunia yang berbeda secara beruntun (2006, 2010, 2014, 2018, dan 2022).
 
Halo sobat Medcom, buat kalian yang suka nonton bola dan nebak skor pertandingan, yuk ikutan lomba tebak skor Medcom.id yang akan hadir setiap hari dari fase grup hingga final. Nah, kita udah siapin hadiah menarik senilai jutaan rupiah buat kalian yang paling banyak menebak skor pertandingan dengan benar. So, tunggu apa lagi, yuk, daftar di sini.

 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ACF)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan