Ilustrasi trofi sepak bola dunia dengan latar peta global dan stadion modern, menggambarkan perjalanan tuan rumah Piala Dunia 2030 di Spanyol, Portugal, Maroko, Argentina, Paraguay, serta Uruguay, kemudian berlanjut ke Arab Saudi pada 2034. (Foto: ChatGPT
Ilustrasi trofi sepak bola dunia dengan latar peta global dan stadion modern, menggambarkan perjalanan tuan rumah Piala Dunia 2030 di Spanyol, Portugal, Maroko, Argentina, Paraguay, serta Uruguay, kemudian berlanjut ke Arab Saudi pada 2034. (Foto: ChatGPT

Setelah Piala Dunia 2026, Turnamen Digelar di Mana? Ini Daftar Tuan Rumah hingga 2034

Kautsar Halim • 17 Juli 2026 23:29
Ringkasnya gini..
  • Piala Dunia 2030 akan berlangsung di enam negara pada tiga benua, dengan Spanyol, Portugal, dan Maroko sebagai tuan rumah utama.
  • Arab Saudi telah ditetapkan sebagai tuan rumah tunggal Piala Dunia 2034, dengan 15 stadion yang direncanakan tersebar di lima kota.
  • FIFA belum menentukan tuan rumah setelah 2034. Amerika Serikat, Selandia Baru, Fiji, dan Jerman baru berada dalam tahap penjajakan atau wacana awal.
Jakarta: Piala Dunia 2026 belum benar-benar menutup panggungnya, tetapi perhatian pencinta sepak bola mulai bergerak menuju destinasi berikutnya. Dua edisi setelah turnamen di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko bahkan telah memiliki tuan rumah resmi.
 
FIFA menetapkan tuan rumah Piala Dunia 2030 dan 2034 secara bersamaan dalam Kongres Luar Biasa yang diselenggarakan secara virtual pada 11 Desember 2024. Spanyol, Portugal, dan Maroko dipilih sebagai tuan rumah utama edisi 2030, sedangkan Arab Saudi memperoleh hak penyelenggaraan edisi 2034. 
 
Keputusan itu membentuk peta Piala Dunia yang belum pernah terlihat sebelumnya. Edisi 2030 akan menyentuh enam negara pada tiga benua, sementara edisi 2034 membawa turnamen kembali ke kawasan Timur Tengah.
 

Piala Dunia 2030 Digelar di Enam Negara


Piala Dunia 2030 akan diselenggarakan dengan format geografis paling luas dalam sejarah kompetisi. Spanyol, Portugal, dan Maroko menjadi pusat penyelenggaraan serta menggelar hampir seluruh pertandingan.

Tiga pertandingan khusus peringatan satu abad Piala Dunia akan berlangsung di Uruguay, Argentina, dan Paraguay. Setiap negara memperoleh satu pertandingan sebagai bagian dari perayaan seratus tahun sejak turnamen perdana digelar di Uruguay pada 1930. 
 
Dengan susunan tersebut, daftar negara tuan rumah Piala Dunia 2030 meliputi:
 
1. Spanyol
2. Portugal
3. Maroko
4. Uruguay
5. Argentina
6. Paraguay
 
Uruguay menempati posisi simbolis paling kuat. Pertandingan peringatan di negara tersebut akan dimainkan di Estadio Centenario, Montevideo, stadion yang menjadi tempat berlangsungnya final Piala Dunia pertama pada 1930.
 
Argentina dijadwalkan menggelar pertandingan peringatannya di Estadio Monumental, Buenos Aires. Paraguay akan menjadi tuan rumah pertandingan Piala Dunia untuk pertama kalinya melalui laga yang diselenggarakan di Asunción. 
 

Jadwal Piala Dunia 2030


Rancangan jadwal FIFA menempatkan seremoni peringatan dan tiga pertandingan pertama pada 8 sampai 9 Juni 2030. Pembukaan utama di wilayah Spanyol, Portugal, dan Maroko direncanakan berlangsung sekitar 13 sampai 14 Juni.
 
Tim-tim yang tampil di Amerika Selatan akan memperoleh jeda perjalanan dan pemulihan sebelum melanjutkan pertandingan berikutnya di Eropa atau Afrika Utara. FIFA menyatakan jadwal akan disesuaikan untuk menyediakan waktu perjalanan, istirahat, adaptasi, dan persiapan yang memadai.
 
Final Piala Dunia 2030 direncanakan berlangsung pada 21 Juli 2030. Stadion penyelenggara pertandingan puncak belum ditetapkan secara resmi.
 

Daftar Kota dan Stadion Piala Dunia 2030


Sebanyak 23 stadion masuk dalam proposal penyelenggaraan Piala Dunia 2030. Daftar tersebut terdiri dari 11 stadion di Spanyol, tiga di Portugal, enam di Maroko, serta masing-masing satu stadion di Argentina, Paraguay, dan Uruguay. 
 
Stadion di Spanyol
 
* Santiago Bernabéu, Madrid
* Estadio Metropolitano, Madrid
* Camp Nou, Barcelona
* RCDE Stadium, Barcelona
* San Mamés, Bilbao
* Anoeta, San Sebastián
* La Cartuja, Sevilla
* La Rosaleda, Málaga
* Nueva Romareda, Zaragoza
* Estadio de Gran Canaria, Las Palmas
* Riazor, A Coruña
 
Santiago Bernabéu menjadi salah satu kandidat kuat untuk pertandingan final. Stadion milik Real Madrid itu memiliki pengalaman historis setelah menyelenggarakan final Piala Dunia 1982.
 
Camp Nou juga menawarkan daya tarik besar. Stadion Barcelona tersebut direncanakan memiliki kapasitas lebih dari 100.000 penonton setelah proses renovasi selesai. Namun, keputusan final tetap berada di tangan FIFA dan panitia penyelenggara.
 
Stadion di Portugal
 
* Estádio da Luz, Lisbon
* Estádio José Alvalade, Lisbon
* Estádio do Dragão, Porto
 
Portugal akan mengandalkan Lisbon dan Porto sebagai pusat penyelenggaraan. Ketiga stadion tersebut sebelumnya telah digunakan untuk pertandingan besar kompetisi UEFA, termasuk final Kejuaraan Eropa dan Liga Champions.
 
Stadion di Maroko
 
* Grand Stade Hassan II, Casablanca
* Prince Moulay Abdellah Stadium, Rabat
* Ibn Batouta Stadium, Tangier
* Adrar Stadium, Agadir
* Fez Stadium, Fez
* Marrakesh Stadium, Marrakesh
 
Proyek paling mencolok berada di Casablanca. Grand Stade Hassan II dirancang memiliki kapasitas sekitar 115.000 penonton dan diproyeksikan menjadi salah satu stadion sepak bola terbesar di dunia.
 
Maroko berharap stadion tersebut dapat dipilih sebagai lokasi final. Harapan itu membuat Casablanca bersaing secara tidak langsung dengan Santiago Bernabéu serta stadion besar lain di Spanyol. 
 

Piala Dunia sebagai Proyek Besar Maroko


Bagi Maroko, Piala Dunia 2030 tidak sekadar pertandingan sepak bola. Turnamen tersebut menjadi bagian dari proyek pembangunan nasional yang mencakup stadion, bandara, jaringan kereta, jalan raya, transportasi perkotaan, dan fasilitas pariwisata.
 
Maroko diperkirakan mengalokasikan sekitar USD1,4 miliar untuk enam stadionnya. Negara itu juga berencana memperpanjang jaringan kereta cepat yang menghubungkan Tangier dan Casablanca menuju kawasan selatan, termasuk Marrakech serta Agadir. 
 
Ambisi tersebut tetap menghadapi kritik. Protes yang digerakkan kelompok anak muda pada 2025 memperlihatkan keresahan mengenai kualitas layanan kesehatan, pendidikan, kemiskinan, dan prioritas anggaran pemerintah.
 
Pembangunan stadion memang menghasilkan simbol yang mudah dipamerkan. Namun, warisan Piala Dunia nantinya akan lebih banyak dinilai dari dampaknya terhadap kehidupan masyarakat, lapangan pekerjaan, transportasi, dan pelayanan publik.
 

Piala Dunia 2034 Digelar di Arab Saudi


Empat tahun setelah edisi lintas benua, Piala Dunia 2034 akan digelar di Arab Saudi. Negara tersebut menjadi tuan rumah kedua dari kawasan Timur Tengah setelah Qatar menyelenggarakan turnamen pada 2022.
 
Arab Saudi merupakan satu-satunya peserta dalam tahap akhir pencalonan. Australia dan Indonesia sebelumnya sempat membicarakan kemungkinan proposal bersama, tetapi rencana itu tidak dilanjutkan. Hak penyelenggaraan kemudian diberikan kepada Arab Saudi melalui persetujuan dalam Kongres FIFA.
 
Turnamen 2034 direncanakan menggunakan 15 stadion yang tersebar di lima kota utama, yakni Riyadh, Jeddah, Al Khobar, Abha, dan Neom.
 
Selain stadion pertandingan, rencana penyelenggaraan mencakup pembangunan atau penyiapan 132 lapangan latihan. Piala Dunia 2034 juga akan menjadi edisi pertama dengan format 48 peserta yang diselenggarakan oleh satu negara.
 

Kapan Piala Dunia 2034 Digelar?


FIFA belum mengumumkan tanggal resmi Piala Dunia 2034. Kondisi suhu yang sangat tinggi pada musim panas membuat turnamen diperkirakan berlangsung pada periode yang lebih sejuk.
 
Pola serupa pernah diterapkan pada Piala Dunia 2022 di Qatar, yang diselenggarakan pada November dan Desember. Meski demikian, perkiraan penyelenggaraan pada musim dingin belum dapat diperlakukan sebagai jadwal resmi sebelum FIFA menerbitkan kalender pertandingan. 
 
Penentuan waktu juga harus mempertimbangkan kalender kompetisi domestik, Liga Champions, turnamen konfederasi, serta agenda keagamaan di Arab Saudi.
 

Kritik terhadap Penyelenggaraan di Arab Saudi


Penunjukan Arab Saudi memunculkan kritik dari organisasi hak asasi manusia, kelompok pekerja migran, dan serikat pekerja internasional.
 
Perhatian terutama diarahkan pada perlindungan pekerja yang akan terlibat dalam proyek stadion dan infrastruktur. Persoalan kebebasan berekspresi, hak perempuan, serta keselamatan kelompok tertentu juga menjadi bagian dari diskusi menjelang turnamen. 
 
Di sisi lain, pemerintah Arab Saudi menempatkan Piala Dunia sebagai proyek penting dalam transformasi ekonomi Vision 2030. Investasi di bidang olahraga dipakai untuk memperkuat sektor pariwisata, hiburan, transportasi, dan ekonomi nonminyak.
 
Pembangunan infrastrukturnya tetap menghadapi tantangan pembiayaan. Pada Juli 2026, pengembang milik negara dilaporkan mencari investor untuk Aramco Stadium di Al Khobar, salah satu arena yang disiapkan untuk Piala Dunia 2034. 
 

Tuan Rumah Piala Dunia Setelah 2034


FIFA belum menetapkan tuan rumah Piala Dunia 2038 maupun 2042. Proses pencalonan formal untuk kedua edisi tersebut juga belum dimulai.
 
Pembahasan yang beredar masih berupa penjajakan, pernyataan minat, serta analisis mengenai kemungkinan penerapan pola rotasi konfederasi.
 

Kandidat Piala Dunia 2038


Dalam proses pemilihan edisi 2034, FIFA membatasi kandidat kepada anggota Konfederasi Sepak Bola Asia atau AFC dan Konfederasi Sepak Bola Oseania atau OFC. Pembatasan itu diberlakukan karena Concacaf menjadi tuan rumah pada 2026, sementara UEFA, CAF, dan CONMEBOL terlibat dalam edisi 2030.
 
Apabila pola pembatasan dua edisi sebelumnya dipertahankan, negara dari Concacaf dan OFC berpeluang menjadi pihak paling terbuka untuk pencalonan 2038.
 
Salah satu gagasan yang muncul adalah proposal lintas Pasifik dengan melibatkan Selandia Baru, Fiji, dan Amerika Serikat. Pembicaraan tersebut masih bersifat eksploratif dan belum menjadi penawaran resmi kepada FIFA. 
 
Jarak antartuan rumah akan menjadi persoalan besar. Perjalanan dari Amerika Serikat menuju Fiji atau Selandia Baru memerlukan penerbangan panjang, sehingga format semacam ini harus dirancang melalui pembagian regional yang ketat.
 
Amerika Serikat juga mulai disebut sebagai calon kuat karena telah mempunyai stadion berkapasitas besar, jaringan penerbangan luas, dan pengalaman menyelenggarakan edisi 1994 serta 2026. Namun, belum ada keputusan resmi bahwa negara tersebut akan mengajukan pencalonan.
 

Kandidat Piala Dunia 2042


Jerman mulai mempertimbangkan kemungkinan pencalonan untuk edisi 2038 atau 2042. Federasi Sepak Bola Jerman telah membicarakan kebutuhan stadion serta dukungan politik, tetapi belum mengambil keputusan akhir. 
 
Peluang Jerman untuk 2038 masih bergantung pada aturan kelayakan yang nantinya diterbitkan FIFA. Edisi 2042 dapat menjadi jalur yang lebih realistis karena jaraknya lebih jauh dari penyelenggaraan 2030 di kawasan Eropa.
 
Jerman sebelumnya menjadi tuan rumah Piala Dunia pada 1974 dan 2006. Infrastruktur yang sudah tersedia membuat negara tersebut tidak perlu memulai seluruh persiapan dari nol, kendati renovasi stadion dan peningkatan fasilitas tetap akan dibutuhkan. (sportingnews)

 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KAH)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan