Gelandang Boca Juniors #05 Leandro Paredes melambaikan tangan saat pertandingan leg pertama babak play-off knockout Copa Sudamericana antara Boca Juniors Argentina dan O'Higgins Chili di stadion La Bombonera, Buenos Aires, pada 23 Juli 2026. (Foto oleh Lu
Gelandang Boca Juniors #05 Leandro Paredes melambaikan tangan saat pertandingan leg pertama babak play-off knockout Copa Sudamericana antara Boca Juniors Argentina dan O'Higgins Chili di stadion La Bombonera, Buenos Aires, pada 23 Juli 2026. (Foto oleh Lu

Leandro Paredes Berharap FIFA Kurangi Hukuman 10 Pertandingan

Alfa Mandalika • 03 September 2026 01:56
Ringkasnya gini..
  • Leandro Paredes berharap FIFA mengurangi hukuman larangan bermain 10 pertandingan yang diterimanya setelah keributan final Piala Dunia 2026.
  • Gelandang Argentina itu menilai sanksi tersebut terlalu berat dan berencana mengajukan banding.
  • Selain larangan tampil, Paredes juga dikenai denda sebesar USD 90 ribu.
Jakarta: Gelandang Timnas Argentina, Leandro Paredes, berharap FIFA mengurangi hukuman larangan bermain 10 pertandingan yang diterimanya setelah terlibat keributan seusai final Piala Dunia 2026. Paredes menjadi pemain Argentina yang menerima hukuman paling berat dari FIFA setelah keributan seusai final Piala Dunia 2026 kontra Spanyol.
 
FIFA menjatuhkan larangan tampil dalam 10 pertandingan internasional kepada gelandang yang kini memperkuat Boca Juniors tersebut. Selain hukuman larangan bermain, Paredes juga dikenai denda sebesar USD90 ribu atau sekitar Rp1,5 miliar.
 
Sanksi diberikan setelah Paredes dinilai melakukan tindakan kekerasan terhadap pemain Spanyol. Ia disebut mencengkeram leher Eric Garcia dan menjatuhkan Gavi dalam keributan yang terjadi setelah pertandingan.

 
Paredes menganggap hukuman tersebut "berlebihan". Karena itu, ia memilih menempuh jalur banding dengan harapan jumlah pertandingan yang harus dijalaninya dapat dikurangi.
 
"Yang tersisa hanyalah mengajukan banding, melihat apakah kita bisa mengurangi hukumannya, dan selesai," kata Paredes, dikutip dari ESPN.
 

Keributan Terjadi Seusai Final Piala Dunia

 
Keributan tersebut terjadi setelah Argentina menghadapi Spanyol pada final Piala Dunia 2026, 20 Juli. Spanyol keluar sebagai juara setelah mengalahkan Argentina 1-0 melalui perpanjangan waktu.

Situasi memanas setelah pertandingan berakhir. Sejumlah pemain dan staf kedua tim terlibat dalam insiden yang kemudian menjadi perhatian Komite Disiplin FIFA.
 
FIFA kemudian melakukan penyelidikan terhadap insiden tersebut sejak Juli. Hasilnya, sejumlah pemain dan staf Argentina mendapatkan sanksi disiplin.

Secara keseluruhan, hukuman yang diberikan kepada kubu Argentina mencapai total 21 pertandingan larangan tampil di level internasional.

(Muhammad Zaidan Rizky)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ASM)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan