FIFA menjatuhkan larangan tampil dalam 10 pertandingan internasional kepada gelandang yang kini memperkuat Boca Juniors tersebut. Selain hukuman larangan bermain, Paredes juga dikenai denda sebesar USD90 ribu atau sekitar Rp1,5 miliar.
Sanksi diberikan setelah Paredes dinilai melakukan tindakan kekerasan terhadap pemain Spanyol. Ia disebut mencengkeram leher Eric Garcia dan menjatuhkan Gavi dalam keributan yang terjadi setelah pertandingan.
Paredes menganggap hukuman tersebut "berlebihan". Karena itu, ia memilih menempuh jalur banding dengan harapan jumlah pertandingan yang harus dijalaninya dapat dikurangi.
"Yang tersisa hanyalah mengajukan banding, melihat apakah kita bisa mengurangi hukumannya, dan selesai," kata Paredes, dikutip dari ESPN.
Keributan Terjadi Seusai Final Piala Dunia
Keributan tersebut terjadi setelah Argentina menghadapi Spanyol pada final Piala Dunia 2026, 20 Juli. Spanyol keluar sebagai juara setelah mengalahkan Argentina 1-0 melalui perpanjangan waktu.
Situasi memanas setelah pertandingan berakhir. Sejumlah pemain dan staf kedua tim terlibat dalam insiden yang kemudian menjadi perhatian Komite Disiplin FIFA.
FIFA kemudian melakukan penyelidikan terhadap insiden tersebut sejak Juli. Hasilnya, sejumlah pemain dan staf Argentina mendapatkan sanksi disiplin.
Secara keseluruhan, hukuman yang diberikan kepada kubu Argentina mencapai total 21 pertandingan larangan tampil di level internasional.
(Muhammad Zaidan Rizky)