Pele. (Foto: Dok. AFP)
Pele. (Foto: Dok. AFP)

Daftar Pemain Muda Terbaik Piala Dunia di Tiap Edisi (Bagian - 1)

Friko Simanjuntak • 03 Oktober 2022 10:00
Jakarta: Piala Dunia tidak hanya menjadi panggung pembuktian bagi para pemain terbaik di dunia. Lebih dari itu, turnamen sepak bola empat tahunan ini juga merupakan momentum unjuk gigi buat para pemain muda.
 
Sejak 2006, FIFA mulai memberikan apresiasi besar kepada taleta-talenta muda yang berlaga di Piala Dunia dengan menambah satu kategori dalam penghargaan individu, yakni pemain muda terbaik (FIFA Best Young Player Award).
 
Penghargaan Pemain Muda Terbaik diberikan kepada pemain yang berusia 21 tahun ke bawah (saat penyelenggaraan Piala Dunia).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Untuk menentukan para pemain muda terbaik di pergelaran Piala Dunia edisi sebelumnya, FIFA melakukan jajak pendapat (polling) melalui internet, mulai dari Piala Dunia 1958 di Swedia hingga Piala Dunia 2002 di Korea Selatan-Jepang.
 
Tahun ini, gelaran Piala Dunia 2022 di Qatar juga akan menjadi panggung unjuk gigi para pemain muda yang selama ini sudah menunjukkan kualitasnya di level klub. Beberapa pemain yang berpotensi meraih gelar Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2022 di antaranya; Pedri (Spanyol), Jude Bellingham (Inggris), Jamal Musiala (Jerman) hingga wonderkid AC Milan yang tergabung di Timnas Belgia, Charles De Ketelaere.
 
Lalu, siapa sajakah pemain muda yang sempat menyandang predikat Pemain Muda Terbaik di tiap edisi Piala Dunia? Berikut daftarnya (Piala Dunia 1958 – Piala Dunia 1986):

PIALA DUNIA 1958 - SWEDIA

Pemain Muda Terbaik: Pele (Brasil)
Usia: 17 Tahun
Penampilan (Gol): 4 Laga (6 Gol)
 
Awalnya, tidak ada yang menyangka bahwa Pele akan bersinar pada Piala Dunia 1958. Pasalnya, ia datang ke Swedia dalam kondisi cedera dan harus melewatkan dua laga perdana Brasil pada babak grup. Pele akhirnya memainkan debut pada laga pamungkas pada babak grup melawan Uni Soviet dan langsung menunjukkan potensi besarnya dengan menyumbangkan satu assist dalam kemenangan 2-0 Brasil.
 
Setelah itu, Pele langsung masuk starting XI Brasil dan penampilannya terus menuai decak kagum. Penampilan gemilang ditampilkan Pele pada babak semifinal. Ia mencetak hattrick dan membawa Selecao menyingkirkan Prancis 5-2 yang kala itu diperkuat Just Fontaine –yang menyabet trofi topskor Piala Dunia 1958.
 
Secara total, Pele memainkan empat penampilan di Piala Dunia 1958 dan mengemas enam gol.

PIALA DUNIA 1962 - CILE

Pemain Muda Terbaik: Florian Albert (Hungaria)
Usia: 20 Tahun
Penampilan (Gol): 3 Laga (4 Gol)
 
Florian Albert merupakan salah satu striker hebat yang dimiliki Hungaria. Di usia 16 tahun ia sudah dipercaya masuk ke timnas senior. Pada Piala Dunia 1962, Albert sudah dipercaya untuk menjadi ujung tombak Hungaria, padahal saat itu usianya baru 20 tahun.
 
Albert langsung menunjukkan kapasitasnya dengan mencetak gol kemenangan Hungaria (2-1) atas Inggris yang dilanjutkan dengan lesakkan hattrick ke gawang Bulgaria (6-1) yang membawa Hungaria lolos ke babak perempat final.
 
Sayangnya, aksi brilian Florian Albert harus terhenti pada babak perempat final usai Hungaria takluk 0-1 dari Republik Ceko.
 
Meski tak mampu membawa Hungaria melangkah lebih jauh di Piala Dunia 1962, aksi Floriant Albert tetap pantas mendapat acungan jempol. Terbukti, ia menduduki posisi teratas dalam polling untuk menentukan Pemain Muda Terbaik di Piala Dunia 1962.

PIALA DUNIA 1966 - INGGRIS

Pemain Muda Terbaik: Franz Beckenbauer (Jerman Barat)
Usia: 20 Tahun
Penampilan (Gol): 6 Laga (4 Gol)
 
Franz Beckenbauer mengawali legasinya sebagai legenda sepak bola Jerman pada Piala Dunia 1966 di Inggris. Berposisi sebagai libero, Beckenbauer membuktikan bahwa dirinya tak hanya jago dalam mengawal lini pertahanan, tapi juga punya kemampuan di atas rata-rata dalam menyerang, lebih khusus lagi; mencetak gol.
 
Meski secara posisi ia berada jauh dari gawang, Beckenbauer nyatanya sukses mencetak empat gol pada Piala Dunia 1966. Salah satu yang paling mengesankan adalah ketika tendangan bebasnya menentukan lolosnya Jerman Barat ke babak final usai menaklukkan Uni Soviet dengan skor 2-1.
 
Sayangnya, pada babak final, Beckenbauer yang berusia 20 tahun gagal membendung kehebatan Geoff Hurst yang mencetak hattrick untuk membantu Inggris menang 4-2 (2-2) pada babak extra time.

PIALA DUNIA 1970 - MEKSIKO

Pemain Muda Terbaik: Teofilo Cubillas (Peru)
Usia: 21 Tahun
Penampilan (Gol): 4 Laga (5 Gol)
 
Teofilo Cubillas merupakan salah satu andalan Timnas Peru saat tampil pada Piala Dunia 1970 di Meksiko. Bermain di posisi gelandang serang, Cubillas dikenal memiliki teknik yang luar biasa serta kemampuan melepaskan tendangan bebas akurat.
 
Di Meksiko, penampilannya juga sangat menonjol. Cubillas selalu mencetak gol di setiap laga yang ia mainkan. Ia mencetak satu gol saat timnya mengalahkan Bulgaria 3-2, dua gol saat mengandaskan Maroko 3-0, dan satu gol penghibur saat timnya ditaklukkan Jerman 1-3.
 
Lolos ke perempat final, performa gemilang Cubillas akhirnya dihentikan tim terkuat saat itu, Brasil dengan Pele-nya. Dalam pertandingan yang cukup menghibur tersebut, Cubillas mencetak satu gol kendati itu tak cukup untuk menyelamatkan timnya dari kekalahan 2-4.
 
Selama Piala Dunia 1970, Cubillas memainkan empat laga dan mengemas lima gol. Berkat aksi ciamiknya, Cubillas tak hanya dinobatkan sebagai Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 1970, tapi secara umum ia disebut-sebut salah satu gelandang serang terbaik dalam sejarah sepak bola.

PIALA DUNIA 1974 - JERMAN BARAT

Pemain Muda Terbaik: Wladyslaw Zmuda (Polandia)
Usia: 20 Tahun
Penampilan (Gol): 7 Laga (0 Gol)
 
Wladyslaw Zmuda adalah salah satu pilar di balik kesuksesan Polandia membuat kejutan besar di Piala Dunia 1974 di Jerman Barat. Selain Gregorz Lato yang merengkuh gelar topskor dengan tujuh gol, Zmuda adalah andalan Polandia di posisi bek.
 
Menjadi andalan lini belakang Polandia di usia 20 tahun, Zmuda mampu menjalankan perannya dengan sangat baik. Di fase grup, ia sukses membuat penyerang top Argentina, Mario Kempes mati kutu dan membantu Polandia mengalahkan Argentina 3-2. Zmuda juga jadi tembok kokoh yang sulit ditembus penyerang-penyerang Italia sehingga harus menyerah 1-2. Ia mencatatkan cleansheet ketika Polandia menghancurkan Haiti 7-0.
 
Di putaran kedua fase grup, Zmuda membantu Polandia mengalahkan Swedia dan Yugoslavia. Sayangnya, di partai terakhir Polandia ditaklukkan tuan rumah Jerman Barat (1-0) sehingga harus puas jadi runner-up dan gagal lolos ke final.
 
Dalam perebutan tempat ketiga, Zmuda kembali membuktikan kapasitasnya sebagai bek tangguh. Kali ini giliran bomber Brasil, Jairzinho yang dibuat frustrasi. Polandia akhirnya menang 1-0 lewat gol tungal Lato. Hingga kini, prestasi yang dicatatkan Polandia pada Piala Dunia 1974 adalah yang terbaik.

PIALA DUNIA 1978 - ARGENTINA

Pemain Muda Terbaik: Antonio Cabrini (Italia)
Usia: 20 Tahun
Penampilan (Gol): 7 Laga (0 Gol)
 
Antonio Cabrini merupakan satu dari sedikit pemain muda yang ambil bagian dan tampil bersinar pada Piala Dunia 1974 yang juga dikenal sebagai Piala Dunia Piala Dunia paling politis dan kontroversial sepanjang sejarah.
 
Berposisi sebagai bek kiri, Cabrini yang berusia 20 tahun digadang-gadang sebagai penerus pemain legendaris Giacinto Fachetti. Cabrini yang saat itu memperkuat Juventus selalu jadi pilihan utama pelatih Enzo Bearzot.
 
Cabrini bermain di tujuh (seluruh) pertandingan Italia dan membawa Azzurri mencatatkan tiga cleansheet dan finish di urutan keempat turnamen setelah kalah 1-2 dari Brasil dalam perebutan tempat ketiga.

PIALA DUNIA 1982 - SPANYOL

Pemain Muda Terbaik: Manuel Amoros (Prancis)
Usia: 21 Tahun
Penampilan (Gol): 5 Laga (0 Gol)
 
Manuel Amoros merupakan pemain keturunan Spanyol yang berposisi sebagai bek kanan. Dia dikenal karena kecepatannya dan juga kemampuannya naik membantu serangan seperti seorang wing back. Pada era 80an, pemain belakang memang tidak terlalu lazim naik membantu penyerangan seperti yang diperankan bek-bek sayap di era modern seperti sekarang ini.
 
Di Piala Dunia 1982, Amoros jadi salah satu andalan Prancis dan memainkan lima pertandingan. Salah satu aksi terbaiknya adalah penyelamatan di garis gawang yang dilakukannya saat Prancis berhadapan dengan Republik Ceko pada laga pamungkas babak grup. Andai ia tidak menggagalkan peluang tersebut, Prancis dipastikan gagal lolos ke fase berikutnya.
 
Amoros juga nyaris menjadi pahlawan Prancis saat menghadapi Jerman Barat di babak semifinal. Saat melakukan overlap, Amoros melepaskan sebuah tembakan yang membentur mistar pada menit ke-89. Andai sepakannya masuk, maka, Prancis dipastikan melaju ke final.
 
Sayangnya, sepakannya tidak masuk sehingga Prancis harus melakoni babak adu penalti yang baru diperkenalkan di Piala Dunia 1982. Pada momen tos-tosan, Amoros sukses menjalankan tugasnya dengan baik, tapi karena dua rekannya gagal, maka Prancis harus menyerah dari Jerman Barat.

PIALA DUNIA 1986 - MEKSIKO

Pemain Muda Terbaik: Enzo Scifo (Belgia)
Usia: 20 Tahun
Penampilan (Gol): 7 Laga (2 Gol)
 
Enzo Scifo merupakan pemain Belgia asal Italia. Ia dinaturalisasi pada usia 18 tahun dan kemudian masuk ke Timnas Belgia. Dua tahun setelah memainkan debutnya, Scifo akhirnya memperkuat Timnas Belgia pada Piala Dunia 1986 di Meksiko.
 
Keputusan Federasi Sepak Bola Belgia merekrutnya ternyata tidak salah. Scifo jadi salah satu aktor utama dalam kesuksesan Belgia mencatatkan sejarah kala itu, yakni menembus babak semifinal.
 
Scifo memainkan tujuh pertandingan Belgia di Piala Dunia 1986 dan mengoeksi dua gol. Ia maju sebagai salah satu algojo penalti saat Belgia menyingkirkan Spanyol di perempat final. Sayangnya, perjuangan Scifo dan Belgia harus terhenti di semifinal usai ditaklukkan Argentina lewat megabintangnya Diego Armando Maradona yang memborong dua gol.
 

 
 
 
(ASM)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif