Formasi Timnas Italia. (Foto: @italyprop)
Formasi Timnas Italia. (Foto: @italyprop)

Banjir Talenta Muda, Sejauh Mana Italia Melangkah?

Olahraga timnas italia Piala Eropa 2020 Euro 2020
A. Firdaus • 11 Juni 2021 07:28
BERMODALKAN 100% kemenangan, 37 gol dilesakkan, dan hanya empat kali kebobolan pada kualifikasi Grup J lalu, Italia punya modal yang mumpuni sebagai salah satu negara favorit juara Piala Eropa 2020 (2021).
 
Selepas Fabio Cannavaro dan kolega mengangkat trofi Piala Dunia 2006 di Jerman, performa naik turun kerap dilakukan Italia. Sempat menembus final Piala Eropa 2012, enam tahun berselang skuad Gli Azzurri malah hanya menjadi penonton saat ajang Piala Dunia 2018 berlangsung di Rusia.
 
Berkaca di peringkat FIFA pada 2018 itu, Italia menempati posisi terendah mereka sepanjang sejarah, yaitu peringkat ke-21, bisa dikatakan, Italia gagal menghadirkan regenerasi atau suksesor kegemilangan Cannavaro dkk. Kondisi sepakbola nasional Negeri Pizza itu pun seakan sedang berada di titik nol

Kebangkitan Azzurri

Usai gagal berpartisipasi di Piala Dunia 2018, Italia berbenah. Diawali pengunduran diri Presiden FIGC ketika itu, Carlo Tavecchio, kemudian Roberto Mancini ditunjuk sebagai pelatih Italia. Tepatnya pada 28 Mei 2018, menggantikan Luigi Di Biagio yang menjadi caretaker timnas senior saat itu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mancini menghadirkan permainan menarik di tubuh Gli Azzurri. Italia menyelesaikan kualifikasi Grup J Piala Eropa dengan nilai sempurna, sekaligus menandakan lolos untuk ke-10 kalinya ke putaran final, yang sempat tertunda setahun karena pandemi ini.

Banjir talenta muda

Menariknya, Mancini melibatkan para pemain muda dalam perjalanan mulus Italia ke putaran final Piala Eropa 2020. Selain itu, muka-muka baru juga menghiasi skuat Italia.
 
Melansir Transfermark.com, mayoritas skuat yang dipanggil Mancini rata-rata usia rata-rata 27 tahun. Kendati demikian, allenatore kelahiran Ancona ini masih membutuhkan sosok yang 'diseniorkan' di lapangan, seperti Leonardo Bonucci (34 tahun) dan Giorgio Chielini (36).
 
Di lini belakang, ada kiper Gianluigi Donnarumma yang masih berusia 22 tahun. Jika bukan karena cedera, kiper yang baru saja menolak perpanjangan kontrak bersama AC Milan ini selalu menjadi tumpuan utama di bawah mistar gawang.
 
Sementara untuk jejeran bek, selain Francesco Acerbi (33), Bonucci, dan Chiellini, deretan pemain muda seperti Emerson (26), Alessandro Bastoni (22), Leonardo Spinazzola (28), dan Giovanni Di Lorenzo memiliki usia yang tak lebih dari 27 tahun. 
 
Di lini tengah juga tak kalah muda. Ada Manuel Locatelli (23), Lorenzo Pellegrini (24), Nicolo Barella (24), dan Federico Chiesa (23) kerap menjadi andalan Mancini dalam menyeimbangkan permainan.
 
Untuk juru gedor juga cukup menarik. Mancini berani memanggil Giacomo Raspadori (21), Domenico Berardi (26) untuk bersaing bersama senior mereka seperti Andrea Belotti (27), Ciro Immobile (31), atau Lorenzo Insigne (30) di lini depan.
 
Saking banyaknya pilihan, Mancini terpaksa harus melepas talenta-talenta muda seperti Gianluca Mancini (25), Stefano Sensi (25) atau Moise Kean (21) yang sempat memberikan kontribusi besar lolosnya Italia ke Piala Eropa 2020.

Bedah taktik Azzurri

Standar filosofi Mancini menggunakan formasi 4-3-3 dengan Jorginho sebagai regista atau playmaker. Saat peluit dibunyikan, Bonucci dari barisan belakan akan mengirim umpan panjang ke tiga striker. Di awal-awal pertandingan, Italia cenderung menguji crossing. Sementara Spinazzola sebagai fullback kiri, kerap maju lebih jauh dibandingkan Florenzi yang berada di kanan. 
 
Barella dan Florenzi saling kerja sama jika Berardi dan Chiesa dipasangkan sebagai starter. Kecenderungan lain dalam situasi awal pertandingan adalah, para striker bakal dimanjakan umpan panjang dari lini tengah atau pun sayap. Sementara Jorginho bertugas mendikte tempo, jadi Anda akan jarang melihatnya membantu serangan.
 
Menyontek permainan Italia saat menghadapi Bosnia, opsi lain pengganti Jorginho sebagai regista adalah Locatelli. Berduet dengan Emerson, Locatelli bertugas mengirim bola manja ke Berrardi yang mencuri posisi untuk mencetak gol.
 

 
Jalannya pertandingan tak selamanya mulus, jika mereka menemui kebuntuan, akan ada banyak interaksi cepat di sisi kiri. Spinazzola dan Insigne yang memiliki keseimbangan dan kecepatan, makanya Italia bakal sering melakukan passing cepat untuk melakukan umpan silang.
 
Kondisi itu pernah dialami Italia ketika melawan Belanda. Interaksi cepat ini memecah kebuntuan. Berawal dari lemparan ke dalam, sentuhan cepat membingungkan Belanda, dan Immobile memutuskan untuk melakukan umpan silang yang disambut dengan sundulan dunk Barella.
 

 
Bicara counter attack, Italia juaranya. Bisa dilihat pada pertandingan uji coba terkini melawan Rep. Ceska. Ketika itu Chiesa tak bermain, permainan pun terpusatkan pada Insigne. 
 
Terbukti pemain Napoli itu mencetak satu gol dan satu assist dalam proses dua gol terakhir Italia. Dan saat Italia unggul 2-0, mereka memanfaatkan serangan balik untuk menambah pundi gol melalui peran Insigne.
 
Kemungkinan starter yang diturunkan, tepatnya ketika menghadapi lawan yang lebih baik, Mancini akan mengandalkan Insigne-Immobile-Chiesa di lini depan. 

Peta grup A

Berada di Grup A, Italia tergabung bersama Turki, Wales, dan Swiss. Dalam keadaan seperti ini, skuad Mancini tentunya lebih diunggulkan. 
 
Sebab, selain mereka datang sebagai juara Grup J di kualifikasi, ketiga pesaing mereka merupakan runner up di masing-masing grup saat kualifikasi.
 
Italia akan membuka putaran final Piala Eropa dengan menghadapi Turki di Stadion Olimpico, Jumat 11 Juni. Kemudian menjamu Swiss pada Rabu 16 Juni, dan Wales empat hari kemudian.
 
Dengan skuad muda yang mumpuni, mantan pemain Timnas Italia, Alessandro Del Piero meyakini bahwa skuad Mancini bisa melenggang minimal sampai ke semifinal.
 
"Kami (timnas Italia) harus menjalani laga-laga di fase grup dengan baik. Jika itu dilakukan, apa pun bisa terjadi di fase gugur. Kami punya peluang untuk melaju ke semifinal dan Mancini juga tidak pernah menghindar dari peluang tersebut," ujar Del Piero yang juga legenda Juventus itu dilansir dari Football Italia.
 
(ASM)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif