Nasri mengaku heran dengan momentum pengumuman keputusan tersebut. Pasalnya, pembatalan status juara dilakukan beberapa pekan setelah laga final usai dirayakan oleh skuad dan pendukung Senegal.
Ia mempertanyakan logika federasi terkait keterlambatan durasi pengambilan keputusan yang dinilai tidak profesional. "Kalau keputusan ini diambil pada malam yang sama atau keesokan harinya, mungkin masih bisa dimengerti. Tapi sekarang?" cetus Nasri dalam acara olahraga di Canal+ .
Nasri menegaskan bahwa insiden ini berpotensi merusak kredibilitas kompetisi di tingkat internasional. Menurutnya, pencabutan gelar pasca-selebrasi hanya akan memperkuat keraguan publik terhadap tata kelola sepak bola di benua Afrika yang dianggap tidak konsisten.
“Senegal sudah kembali ke negaranya membawa piala dan merayakannya. Apa yang harus kita lakukan sekarang? Jujur saja, ini sekali lagi merusak kredibilitas Konfederasi Sepak Bola Afrika.” tegasnya. (Ahmad Raul)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News