Usai pertandingan yang dimenangkan timnas Indonesia dengan skor 1-0, ramai di media sosial video oknum suporter memaki dan memprovokasi punggawa timnas, Beckham Putra.
Menanggapi kejadian itu, Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, menegaskan federasi tidak akan membiarkan tindakan tersebut terjadi tanpa tindak lanjut. PSSI akan meminta panitia pelaksana melakukan penelusuran untuk mengidentifikasi pelaku.
"Saya akan meminta panitia untuk menelusuri kejadian tersebut melalui rekaman CCTV maupun kamera yang ada, guna mengidentifikasi orang atau suporter yang melakukan makian maupun hujatan kepada pemain," ujar Yunus Nusi.
Sanksi larangan masuk stadion hingga foto dipajang
Jika pelaku berhasil diidentifikasi, PSSI telah menyiapkan sejumlah opsi sanksi. Salah satunya adalah larangan menyaksikan pertandingan Timnas Indonesia secara langsung di stadion. "Saya akan mengusulkan agar suporter yang tidak memberikan dukungan yang baik kepada timnas Indonesia dikenakan sanksi larangan menonton langsung pertandingan Timnas Indonesia pada masa mendatang," tegas Yunus.
Tak hanya itu, federasi juga membuka kemungkinan memberikan sanksi sosial dengan mengumumkan identitas pelaku kepada publik.
"Bila diperlukan, foto dan identitas wajah yang bersangkutan akan kami rilis atau dipasang di sekitar stadion tempat Timnas Indonesia bertanding," tambahnya.
Dalam pertandingan tersebut, Beckham Putra tampil sebagai pemain pengganti. Gelandang berusia 24 tahun itu masuk pada masa injury time menggantikan Ragnar Oratmangoen saat Indonesia mengamankan kemenangan tipis atas Mozambik.
Yunus menilai tindakan menghina pemain Timnas Indonesia tidak dapat dibenarkan dalam situasi apa pun. Menurutnya, seluruh pemain yang membela Merah Putih layak mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat.
"Masa ada suporter yang mengatai, menghujat, dan melontarkan makian kepada pemain Timnas Indonesia? Ini sudah keterlaluan. Sangat tidak elok dan tidak etis," pungkasnya.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda