Pelatih timnas Indonesia, John Herdman (AFP/Bay Ismoyo)
Pelatih timnas Indonesia, John Herdman (AFP/Bay Ismoyo)

Timnas Indonesia

John Herdman Dihadapkan dengan Tekanan Besar di Indonesia

Gregorius Gelino • 18 Januari 2026 17:05
Jakarta: Paguyuban Suporter Tim Nasional Indonesia (PSTI) menyampaikan sikap resmi atas terpilihnya John Herdman sebagai pelatih kepala Tim Nasional Indonesia. Ketua Umum PSTI, Ignatius Indro, menegaskan bahwa penunjukan pelatih asing dengan rekam jejak membawa Kanada ke Piala Dunia patut diapresiasi, namun tidak boleh dilepaskan dari konteks dan realitas sepak bola Indonesia yang jauh berbeda.
 
“John Herdman memang punya pengalaman membawa Kanada ke Piala Dunia. Tapi harus dipahami, ada perbedaan budaya sepak bola yang sangat mendasar antara Kanada dan Indonesia,” ujar Ignatius Indro.
 
Menurut Indro, sepak bola di Kanada bukanlah olahraga favorit utama, sementara di Indonesia sepak bola merupakan olahraga rakyat yang digemari oleh sekitar 60–70 persen penduduk. Kondisi ini membuat tekanan publik, ekspektasi suporter, serta dinamika sosial di Indonesia jauh lebih kompleks.

Baca juga: Piala AFF: Ridho Akui Indonesia Tergabung di Grup Sulit

“Di Indonesia, sepak bola bukan sekadar olahraga, tapi sudah menjadi identitas, emosi, dan bahkan urusan harga diri bangsa. Tekanan kepada pelatih Timnas di sini berlipat ganda,” tegasnya.

Lebih lanjut, Indro mengingatkan bahwa tantangan Herdman tidak hanya datang dari aspek teknis, tetapi juga dari struktur sepak bola nasional yang hingga kini masih bermasalah. Ia menyoroti PSSI sebagai federasi yang dinilai masih sarat kepentingan politis, belum memiliki roadmap sepak bola nasional yang jelas dan terukur, serta kompetisi liga yang masih berantakan.
 
“Bagaimana mungkin pelatih bisa bekerja maksimal jika ekosistemnya tidak sehat? Liga belum sepenuhnya profesional, pembinaan usia muda tidak berjalan konsisten, dan arah besar sepak bola nasional tidak pernah disampaikan secara terbuka kepada publik,” kata Indro.

Baca juga: Indonesia Kemungkinan Diisi Mayoritas Pemain Super League di Piala AFF

PSTI menegaskan bahwa ukuran keberhasilan John Herdman harus jelas dan objektif, bukan sekadar proses tanpa hasil. Menurut Indro, setidaknya ada dua tolok ukur yang tidak bisa ditawar.
 
“Pembuktian nyata John Herdman adalah apakah mampu membawa Timnas Indonesia menjuarai Piala AFF 2026, atau minimal berbicara banyak dan kompetitif di Piala Asia 2027. Itu standar yang wajar bagi negara dengan basis suporter sebesar Indonesia,” ujarnya.
 
Indro juga mengingatkan bahwa kesabaran publik sepak bola Indonesia tidak tak terbatas. Jika target tersebut gagal dicapai, PSTI menilai wajar apabila kembali muncul gelombang kritik bahkan desakan agar pelatih mundur.
 
“Jangan salahkan publik dan suporter bila desakan mundur kembali berkumandang. Sepak bola Indonesia sudah terlalu lama berjalan tanpa arah dan tanpa prestasi. Kini saatnya pembuktian, bukan lagi janji,” tutup Ignatius Indro.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KAH)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan