Diego Maradona (AFP/Alexander Nemenov)
Diego Maradona (AFP/Alexander Nemenov)

Soccertainment

Maradona, Legenda Abadi Napoli dan Argentina

Olahraga soccertainment Diego Maradona
Gregorius Gelino • 26 November 2020 02:00
Jakarta: Diego Armando Maradona wafat pada Rabu, 25 November, waktu Argentina pada usia 60 tahun. Laporan media Argentina menyebut Maradona menghembuskan nafas terakhirnya akibat terkena serangan jantung.
 
Kabar duka ini hanya 13 hari setelah dirinya menjalani operasi akibat gumpalan darah di otaknya. Maradona juga sempat dilarikan ke rumah sakit pada 3 November akibat komplikasi penyakit.
 
Nama Maradona pasti tidak asing bagi penggemar sepak bola di seluruh dunia. Tapi, nama Maradona lebih diagungkan lagi oleh penggemar Napoli dan Argentina.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Meski kehebatannya sudah ditunjukkan di Amerika Latin bersama Argentinos Juniors dan Boca Junior, perjalanan karier Maradona di Eropa tidak semulus itu. Berlabuh di Barcelona pada 1982, Maradona hanya bertahan dua musim setelah dianggap tidak disiplin dan dilepas ke Napoli pada 1984.
 
Kepindahan ini terbukti tepat karena Maradona menjelma menjadi aktor utama di balik keberhasilan Argentina meraih gelar Piala Dunia pada 1986. Di turnamen ini, julukan Tangan Tuhan juga disematkan kepadanya setelah ia mencetak gol penentu melawan Inggris pada perempat final dengan tangannya.
 
Maradona juga merupakan sosok sentral di balik kesuksesan Napoli meraih dua scudetti pada musim 1986--1987 serta 1989--1990. Kehebatan Maradona semakin sahih karena ia merupakan top skorer sepanjang masa klub dengan 115 gol dalam 259 penampilan sebelum digeser oleh Marek Hamsik dan Dries Mertens.
 
(RIZ)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif